Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Penampakan Gerbang Gedung Sate Bandung yang Disebut Mirip Kerajaan, Ini Penjelasan Pemprov Jabar

F
Fahrizal Abdul MEditor: Dobi Maulana
|18:00 WIB
Bagikan:
Penampakan Gerbang Gedung Sate Bandung yang Disebut Mirip Kerajaan, Ini Penjelasan Pemprov Jabar
Gerbang baru di kawasan Gedung Sate, Bandung, menggunakan konsep Candi Bentar yang menurut Pemprov Jawa Barat merupakan bagian dari upaya menampilkan kearifan lokal. (Foto: ANTARA/Ricky Prayoga)

PASUNDANEKSPRES.ID - Penampakan gerbang baru di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, sempat menjadi perhatian publik karena desainnya dinilai menyerupai gerbang kerajaan atau bangunan candi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun memberikan penjelasan mengenai konsep arsitektur yang digunakan pada gerbang tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar, menjelaskan bahwa desain gerbang tersebut mengadopsi konsep Candi Bentar yang sebelumnya sudah terdapat di halaman kompleks Gedung Sate.

Dalam keterangannya pada Kamis (3/9/2026), Adi mengatakan perbedaan utama antara desain sebelumnya dan gerbang yang baru terletak pada ukuran bangunannya. Dimensi gerbang diperbesar untuk menyesuaikan dengan perubahan tata ruang kawasan setelah revitalisasi.

“Untuk desain dan konsep, sebetulnya ini sama dengan Candi Bentar yang di halaman Gedung Sate tampilannya. Sama aja, cuma dimensinya aja lebih besar. Karena mengikuti desain jalannya yang lebih besar,” kata Adi, dikutip dari Koran Mandala.

Mengapa Gerbang Gedung Sate Menggunakan Konsep Candi Bentar?

Menurut Adi, pemilihan konsep Candi Bentar berkaitan dengan upaya menghadirkan unsur kearifan lokal dalam penataan kawasan Gedung Sate.

Ia menjelaskan bahwa bentuk Candi Bentar tidak hanya ditemukan di kawasan tersebut, tetapi juga digunakan di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Cirebon.

Penggunaan elemen arsitektur tersebut dimaksudkan untuk memperlihatkan identitas dan kekhasan daerah dalam wajah baru kawasan Gedung Sate.

“Nah, kenapa Candi Bentar? Ya itu juga bagian dari desain-desain, konsep kearifan kedaerahan,” ujar Adi.

Konsep tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan yang menggabungkan berbagai elemen arsitektur dan identitas lokal. Namun, desain gerbang tetap memunculkan beragam penilaian dari masyarakat.

Pemprov Jabar Persilakan Masyarakat Memberikan Penilaian

Adi menilai perbedaan pendapat mengenai desain baru Gedung Sate merupakan hal yang wajar. Ia mempersilakan masyarakat menyampaikan pandangan, termasuk melalui media sosial.

Menurutnya, penataan kawasan tersebut juga memperoleh apresiasi dari sebagian masyarakat, meskipun terdapat kritik terhadap bentuk gerbang yang dianggap terlalu menyerupai bangunan kerajaan atau candi.

Adi juga menjelaskan bahwa sebuah kawasan tidak harus menggunakan satu gaya arsitektur secara keseluruhan. Menurutnya, perpaduan karakter arsitektur dapat menjadi bagian dari identitas suatu tempat.

Penjelasan tersebut disampaikan di tengah perhatian publik terhadap perubahan tampilan kawasan Gedung Sate setelah proses revitalisasi.

Penataan Gedung Sate dan Gasibu

Perubahan gerbang merupakan bagian dari penataan kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu yang dirancang menjadi ruang yang saling terhubung.

Pada Agustus 2026, pelataran Gedung Sate diperkenalkan dengan nama Pasanggrahan Pancarasa. Kawasan tersebut dibuka untuk masyarakat dan terhubung dengan Lapangan Gasibu.

Penataan ini membuat kawasan di sekitar pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat memiliki tampilan berbeda dibandingkan sebelumnya.

Meski demikian, desain gerbang dan penataan kawasan tetap memunculkan diskusi mengenai kesesuaian unsur arsitektur baru dengan karakter historis Gedung Sate.

Penjelasan Pemprov Jabar mengenai konsep Candi Bentar memberikan konteks bahwa desain tersebut dimaksudkan untuk menghadirkan unsur kearifan lokal. Sementara itu, penilaian mengenai tampilan akhirnya tetap beragam di tengah masyarakat.

Berita Terbaru

Penampakan Gerbang Gedung Sate Bandung yang Disebut Mirip Kerajaan, Ini Penjelasan Pemprov Jabar

Penampakan Gerbang Gedung Sate Bandung yang Disebut Mirip Kerajaan, Ini Penjelasan Pemprov Jabar

Jawa Barat1 jam lalu
Cara Menyembunyikan Jumlah Like dan Share Instagram, Klik Ini!

Cara Menyembunyikan Jumlah Like dan Share Instagram, Klik Ini!

Lifestyle2 jam lalu
Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum

Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum

Nasional3 jam lalu
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026, Lengkap dengan Bacaan Niat

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2026, Lengkap dengan Bacaan Niat

Lifestyle4 jam lalu
ADVERTISEMENT
Babak Perempat Final French Open 2026: Amri/Nita Jumpa Kembali Feng/Huang

Babak Perempat Final French Open 2026: Amri/Nita Jumpa Kembali Feng/Huang

Olahraga4 jam lalu
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Nasional6 jam lalu
Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun

Pendaftaran Tanah dan Layanan Pertanahan Ikut Berkontribusi terhadap Peningkatan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834,8 Triliun

Nasional6 jam lalu
Lowongan Kerja di Subang untuk Lulusan SMA/SMK Oktober 2026

Lowongan Kerja di Subang untuk Lulusan SMA/SMK Oktober 2026

Lifestyle6 jam lalu
Pertamina EP Subang Field dan BPBD Memperkuat Kesiapsiagaan Penanganan Bencana

Pertamina EP Subang Field dan BPBD Memperkuat Kesiapsiagaan Penanganan Bencana

Subang6 jam lalu
Laporan Keuangan Palsu Ikut Dibidik, Prabowo Tutup 700 BUMN Bermasalah

Laporan Keuangan Palsu Ikut Dibidik, Prabowo Tutup 700 BUMN Bermasalah

Nasional6 jam lalu