Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan Usai Santap MBG

PASUNDANEKSPRES.ID - Kasus dugaan keracunan massal usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi, kali ini menimpa ratusan siswa di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ratusan siswa dari dua sekolah di Dramaga Bogor yakni SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga dilaporkan mengalami keluhan sakit perut setelah mengonsumsi MBG pada Senin (26/10/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 481 siswa diduga mengalami gejala keracunan dan para korban segera dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
"Jumlah siswa-siswi yang datang untuk meminta bantuan pengobatan itu jumlahnya 481 siswa-siswa," ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).
Rudy menjelaskan, para siswa mulai merasakan keluhan sakit perut pada Senin (26/10) malam usai menyantap MBG sekitar pukul 09.30 WIB.
"Indikasi terjadinya keracunan makanan atau minuman itu terjadi kemarin tanggal 26 Oktober 2026. Gejala-gejalanya baru muncul tadi malam, ada yang tadi malam, ada yang tadi pagi," jelasnya.
Sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan sebagian besar dirujuk ke Puskesmas Cangkurawok dan puluhan lainnya dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Dramaga.
Rudy menyebut, sebagian siswa yang telah mendapatkan penanganan medis sudah dipulangkan karena kondisinya telah membaik.
"Alhamdulillah, kondisi para siswa berangsur membaik dan stabil bahkan akan dipulangkan," ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor menanggung seluruh biaya pengobatan siswa, baik di puskesmas maupun rumah sakit rujukan, guna memastikan para siswa memperoleh penanganan kesehatan yang tepat.
"Bagi kami, keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah yang utama. Gejala sekecil apa pun harus menjadi perhatian, sehingga kami memastikan seluruh siswa mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," ujar Rudy.
Bupati memastikan sampel makanan MBG yang menjadi penyebab keracunan telah diperiksa dan diuji di laboratorium kesehatan daerah.
"Untuk sampel makanan dan minuman telah diambil untuk diuji di laboratorium oleh Dinas terkait," imbuhnya.
Pemkab Bogor bersama Polres Bogor dan perangkat daerah terkait terus berkoordinasi, sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai dasar menentukan langkah selanjutnya.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dramaga, Bogor setelah kasus dugaan keracunan siswa SMP di Dramaga Bogor yang terjadi pada Senin (26/10).
(inm)
