Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Safari Literasi di Sumedang, Kolaborasi Pentahelix Didorong Perkuat Budaya Baca dan Literasi Digital

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:23 WIB
Bagikan:
Safari Literasi di Sumedang, Kolaborasi Pentahelix Didorong Perkuat Budaya Baca dan Literasi Digital
Kepala Dispusipda Jawa Barat Kusmana Hartadji, Bunda Literasi Kabupaten Sumedang Susi Gantini, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang Hari Tri Santosa serah terima piagam literasi saat kegiatan Safari Literasi bertema Membangun Literasi Melalui Integritas dan Kolaborasi Pemerintah dan Pegiat Literasi yang digelar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Kabupaten Sumedang, Kamis (25/6).

PASUNDANEKSPRES.ID - Penguatan budaya literasi di era digital membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya perpustakaan dan sekolah, tetapi juga pemerintah, keluarga, komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga media perlu bergerak bersama membangun generasi yang cerdas, kritis, dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Safari Literasi bertema Membangun Literasi Melalui Integritas dan Kolaborasi Pemerintah dan Pegiat Literasi yang digelar di Kabupaten Sumedang, Kamis (25/6). 

Kepala Dispusipda Jawa Barat Kusmana Hartadji menjelaskan, Safari Literasi merupakan gerakan kolaboratif yang melibatkan unsur pentahelix, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam upaya meningkatkan budaya literasi masyarakat.

Menurutnya, Kabupaten Sumedang dipilih sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengembangan literasi.

“Sumedang dipilih karena dukungan pemerintah daerahnya sangat antusias dalam mengembangkan literasi. Literasi itu bukan hanya membaca, tetapi juga mencakup berhitung, budaya, kewargaan, dan berbagai aspek lainnya,” ujar Kusmana.

Ia menambahkan, literasi saat ini harus dimaknai lebih luas sebagai kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta menyaring berbagai informasi yang beredar melalui platform digital.

Melalui Safari Literasi, Dispusipda Jawa Barat menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM). Berbagai inovasi pun terus didorong, termasuk pengembangan pojok baca di ruang publik yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi ruang diskusi, bercerita, dan aktivitas edukatif lainnya.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Sumedang Susi Gantini menekankan pentingnya literasi digital sebagai salah satu upaya mencegah berbagai persoalan sosial yang mengancam anak-anak, termasuk kekerasan seksual dan paparan konten negatif di internet.

Menurutnya, perkembangan teknologi menghadirkan manfaat sekaligus tantangan yang harus dihadapi bersama oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Kekerasan anak di Sumedang lumayan tinggi, termasuk kekerasan seksual juga. Maka dalam kesempatan kegiatan ini, anak-anak dididik untuk bijak menggunakan gadget, salah satunya dengan menyaring informasi-informasi yang negatif,” kata Susi.

Ia menilai peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak saat menggunakan gawai. Literasi, lanjutnya, tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan berpikir kritis, memahami konteks informasi, serta mengevaluasi kebenaran berbagai informasi yang diterima dari media digital.

“Literasi bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah. Semua pihak harus terlibat agar anak-anak memiliki kemampuan berpikir kritis sekaligus karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan era digital,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sumedang Hari Tri Santosa mengajak orang tua untuk lebih aktif membangun budaya literasi di lingkungan keluarga. Ia menilai kebiasaan membaca dan mendengarkan cerita sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat.

“Menguatkan literasi pada anak harus dimulai sejak dini. Karena ketika sudah dewasa akan lebih sulit membentuk kebiasaan itu. Meski demikian, tidak ada kata terlambat untuk mulai membangun budaya literasi,” kata Hari.

Menurutnya, tantangan literasi saat ini bukan lagi sekadar akses terhadap informasi, melainkan kemampuan masyarakat dalam menyaring dan memanfaatkan informasi secara tepat. Karena itu, penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan pendampingan dan pengawasan dari orang tua.

Hari berharap gerakan literasi yang terus digalakkan di Kabupaten Sumedang tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, tetapi menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, keluarga, komunitas, pegiat literasi, dunia pendidikan, dan media, Safari Literasi diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat yang lebih gemar membaca, cerdas memanfaatkan teknologi, serta mampu menghadapi tantangan era digital dengan karakter yang kuat dan berintegritas.

Berita Terbaru

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Bupati Subang Targetkan 2.100 Ruang Kelas Rusak Tuntas Diperbaiki

Headline20 menit lalu
6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

6 Promo Tanggal Kembar 10.10 di Subang, Siap-siap Berburu yang Hemat!

Lifestyle23 menit lalu
7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

7 Ide Aktivitas Weekend Hemat, Seru Bersama Keluarga Tanpa Bikin Kantong Jebol

Lifestyle1 jam lalu
Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Rekomendasi Tempat Wisata Ramah Anak di Subang, Ada Berbagai Permainan Seru

Lifestyle2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Program Jabar Sakola Resmi Diluncurkan, Bantu Tekan Angka Putus Sekolah

Jawa Barat3 jam lalu
Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Darurat Kekerasan di Sekolah, DPP AGPAII Desak Rekayasa Sosial Berbasis Sekolah Ramah Anak Masuk ke Dalam RUU Sisdiknas

Headline3 jam lalu
Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Ibu Kota Nusantara, Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027

Nasional11 jam lalu
Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 Kunjungi IKN, Saksikan Transformasi Infrastruktur Jalan dan Jembatan Nusantara

Headline11 jam lalu
Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Terkait Polemik Rumah Ibadah di Purwakarta, Kanwil KemenHAM Jabar Tegaskan Hak Beribadah Harus Dilindungi

Headline15 jam lalu
inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

inDrive Ajak Mahasiswa Purwakarta Jadi Penggerak Keselamatan Berkendara

Purwakarta15 jam lalu