Transformasi Pembelajaran Bahasa Arab di Kabupaten Bandung, Dosen UPI dan Universitas Jambi Kenalkan Pemanfaatan Generative AI

BANDUNG — Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Arab. Untuk merespons perkembangan tersebut sekaligus memperkuat kompetensi pendidik, digelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Seminar Capacity Building MGMP Bahasa Arab Kabupaten Bandung.
Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Ponpes Darul Ma'arif, Kabupaten Bandung, mengangkat tema “Penguatan Kompetensi Pedagogik melalui Pemanfaatan Generative AI dalam Pembelajaran Bahasa Arab.”
Kegiatan ini diikuti oleh para guru Bahasa Arab dan menjadi ruang berbagi pengetahuan, penguatan kompetensi pedagogik, serta praktik pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari MA Darul Ma'arif, Ketua MGMP Bahasa Arab Kabupaten Bandung Ust. Maftuh Farid, M.Pd., serta penyampaian materi sesi pertama oleh Prof. Dr. Yayan Nurbayan, M.Ag., Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekaligus Ketua PkM.
Dalam penyampaiannya, Prof. Yayan menekankan pentingnya peran guru dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh membuat guru kehilangan posisi strategisnya sebagai pendidik.
Sesi berikutnya materi disampaikan Dr. Rinaldi Supriadi, M.Pd., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang mengenalkan konsep “Prompt Cerdas”, yaitu kemampuan memberikan perintah kepada AI secara jelas, rinci, dan terarah. Semakin baik konteks, tujuan, dan batasan yang diberikan, semakin besar peluang AI menghasilkan keluaran yang relevan.
Penguatan kompetensi pedagogik juga menjadi perhatian pada sesi berikutnya yang menghadirkan Dr. Yusuf Ali Tantowi, M.Pd., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Sesi ini menekankan pentingnya profesionalisme guru dalam menjalankan tugas pendidikan. Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan teknis, tetapi guru tetap harus menjadi pihak yang menentukan arah, tujuan, dan makna pembelajaran.
Pada sesi terakhir, peserta mendapatkan materi “Pemanfaatan ChatGPT dan Gemini dalam Pembelajaran Bahasa Arab” yang disampaikan oleh Dr. Anwar Sanusi, M.Pd., dari Universitas Jambi. Materi tersebut menitikberatkan pada pemanfaatan AI untuk mendukung keterampilan berbahasa.
Salah satu keterampilan dasar yang menjadi perhatian adalah istima' (menyimak) sebagai bagian penting dalam pembelajaran Bahasa Arab. Dalam sesi praktik, peserta secara langsung mencoba memanfaatkan ChatGPT dan Gemini untuk menghasilkan media pembelajaran, termasuk video pembelajaran Bahasa Arab untuk jenjang SMA.
Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan semakin siap memanfaatkan teknologi secara etis, kritis, kreatif, dan bertanggung jawab. AI diharapkan dapat membantu guru menghemat waktu dalam pekerjaan teknis sehingga energi dan perhatian dapat lebih banyak diarahkan pada proses mendidik, membimbing, dan membangun karakter siswa.
Kolaborasi para akademisi dari berbagai perguruan tinggi bersama MGMP Bahasa Arab Kabupaten Bandung dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat pendidikan.(rls)
