Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

PASUNDANEKSPRES.ID - Ratusan pengunjung diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan di sebuah restoran Korea 88 Seoul di Mall 23 Paskal, Kota Bandung.
Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah akun @nittachandra menceritakan pengalamannya di Threads usai menyantap makanan Korea di restoran tersebut.
Pemilik akun mengaku awalnya mengalami diare setelah makan di restoran Korea itu pada 3 Oktober 2026. Namun, kondisinya semakin memburuk hingga mengalami demam tinggi.
Setelah menjalani pemeriksaan, ia dinyatakan mengalami keracunan makanan. Dalam unggahannya, ia berkali-kali mengalami diare hingga 15 kali.
"Sabtu, 3 oct aku makan di resto korea baru di paskal 23. Subuhnya langsung diare sampe 3x, besoknya sampe demam tinggi dan menggigil. Pertama kirain kena influenza, tp setelah di cek ternyata keracunan makanan," tulisnya di Threads.
Unggahan itu kemudian viral dan sejumlah akun membagikan pengalaman serupa usai makan di restoran tersebut di tanggal yang sama.
Mereka mengaku mengalami keluhan seperti mual, muntah, diare berkali-kali, serta demam tinggi hingga harus dirawat di puskesmas dan rumah sakit.
"Aku sekeluarga jg makan tanggal segitu. Malamnya anak aku sama suami aku demam diare sampai berkali-kali. Aku pikir ga mungkin masa keracunan makanan itu," tulis akun @nikearh.
Jumlah pelanggan yang mengalami keluhan tersebut diperkirakan mencapai 284 orang, namun angka tersebut belum dikonfirmasi sebagai jumlah korban resmi.
Sementara itu, 88 Seoul cabang 23 Paskal Bandung memutuskan menghentikan sementara operasional restoran pada 7-8 Oktober 2026 usai menerima laporan terkait dugaan keracunan yang dialami sejumlah pengunjung.
"Sebagai tindak lanjut atas laporan yang telah kami terima dari sejumlah pelanggan, 88 SEOUL 23 Paskal Bandung akan menghentikan sementara operasional pada 7-8 Oktober 2026," tulis keterangan pihak restoran.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian untuk melakukan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh serta evaluasi terhadap proses dan standar operasional di gerai tersebut.
Pihak restoran juga menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan yang mengalami kondisi dan pengalaman yang tidak menyenangkan.
Pihaknya terus berupaya menghubungi pelanggan yang mengalami keluhan setelah berkunjung demi memastikan kesehatan pelanggan.
(inm)
