Bapanas Salurkan 7.491 Ton untuk 249.725 Penerima Bantuan Pangan

KARAWANG-Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog, terus mempercepat penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli–September 2026 di Provinsi Jawa Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan ketersediaan pangan sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan. Di Jawa Barat, Bantuan Pangan Beras menyasar sebanyak 6.039.551 Penerima Bantuan Pangan (PBP) dengan total alokasi mencapai 181.186.530 kilogram atau lebih dari 181 ribu ton beras. Penyaluran dilakukan secara bertahap hingga tingkat desa dengan melibatkan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk memastikan bantuan diterima masyarakat secara tepat sasaran.
Salah satu lokasi penyaluran berlangsung di Desa Sindangsari, Kabupaten Karawang, Senin (31/8). Sebanyak 1.092 PBP menerima bantuan beras masing-masing 10 kilogram per bulan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan demikian, total beras yang disalurkan kepada penerima di desa tersebut mencapai 32.760 kilogram atau 32,76 ton.
Sementara itu, Kabupaten Karawang menjadi salah satu daerah dengan jumlah penerima Bantuan Pangan Beras yang cukup besar di Jawa Barat. Tercatat sebanyak 249.725 PBP mendapatkan bantuan dengan total alokasi mencapai 7.491.750 kilogram atau sekitar 7.491 ton beras yang disalurkan secara bertahap kepada masyarakat penerima.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah terus memperkuat kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan bantuan pangan dapat diterima oleh masyarakat yang berhak.
Menurutnya, penyaluran hingga tingkat desa menjadi bagian penting dalam memastikan program pemerintah berjalan secara efektif sekaligus menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
“Data penerima Bantuan Pangan ini berasal dari Kementerian Sosial. Tugas kita adalah memastikan bantuan yang telah dialokasikan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan sampai ada satu kilogram pun yang tidak sampai kepada penerima,” ujar Amran.
Ia menambahkan, Bapanas, Bulog, dan pemerintah daerah terus melakukan pengawalan terhadap proses distribusi agar bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran, tepat waktu, dan dalam kondisi baik.
“Karena itu, Bapanas, Bulog bersama pemerintah daerah terus mengawal penyalurannya agar tepat sasaran, tepat waktu, dan diterima masyarakat dalam kondisi baik,” katanya.
Amran juga menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kelancaran program Bantuan Pangan Beras, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
“Kita tidak ingin ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan pangan. Karena itu, seluruh jajaran harus bergerak bersama, dari pusat sampai daerah, agar bantuan pangan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., mengatakan, Bulog siap menjalankan amanah pemerintah dengan memastikan ketersediaan stok beras sekaligus mendukung kelancaran distribusi hingga ke titik penyerahan kepada penerima.
“Bulog memastikan stok beras untuk Bantuan Pangan tersedia dan siap disalurkan. Kami terus memperkuat proses distribusi hingga ke titik penerima agar bantuan pemerintah ini dapat sampai kepada masyarakat secara tepat jumlah dan tepat sasaran,” ujar Rizal.
Menurut Rizal, besarnya cakupan penyaluran di Jawa Barat membutuhkan kesiapan stok, dukungan jaringan pergudangan, serta koordinasi distribusi yang kuat. Seluruh aspek tersebut terus diperkuat untuk menjaga kelancaran penyaluran bantuan pangan.
“Bagi Bulog, setiap kilogram beras yang disalurkan bukan sekadar angka, tetapi merupakan bagian dari upaya negara memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Karena itu, kami akan terus memastikan proses penyaluran berjalan lancar hingga bantuan diterima masyarakat,” lanjutnya.
Penyaluran Bantuan Pangan Beras dari tingkat provinsi hingga desa menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memastikan program bantuan pangan dapat menjangkau masyarakat secara nyata.
Bapanas bersama Bulog akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Juli–September 2026 di Jawa Barat berlangsung efektif, transparan, tepat waktu, dan tepat sasaran.(sis/kbe/ery)
