Desa Wisata Kamojing Tunjukan Potensi Lokal

KARAWANG-Desa Wisata Kamojing Kecamatan Cikampek, mulai menunjukkan wajah baru pariwisatanya. Tak hanya mengandalkan Situ Kamojing, berbagai potensi lokal mulai dari kesenian, kerajinan, peternakan hingga pertanian terus dikembangkan hingga mengantarkan Desa Wisata Kamojing meraih Juara 3 Anugerah Sapta Pesona Karawang (Asoka) Awards.
Ketua Pengelola Desa Wisata Kamojing, Agus Darsono mengaku bangga, atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Desa Kamojing.
“Senang dan bangga mendapatkan penghargaan Juara 3 dalam ajang Anugerah Sapta Pesona Karawang (Asoka) Awards,” ujar Agus.
Agus menegaskan, konsep wisata yang dikembangkan di Kamojing tidak hanya bertumpu pada satu destinasi. Situ Kamojing memang menjadi salah satu daya tarik, namun masih banyak potensi lain yang terus digali dan dikembangkan.
“Pengelolaan wisata di Desa Kamojing bukan hanya berfokus di Situ Kamojing. Banyak wisata yang dikelola dan dikembangkan, seperti sektor kesenian, kerajinan, peternakan hingga pertanian,” jelasnya.
Salah satu potensi yang belakangan mulai menarik perhatian adalah Bukit Teletubbies. Kawasan tersebut menawarkan suasana alam yang asri dengan panorama hamparan persawahan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Selain wisata alam, sektor kerajinan juga menjadi bagian dari pengembangan wisata berbasis masyarakat. Salah satunya kerajinan panggal atau gangsing yang menjadi salah satu potensi lokal Desa Kamojing.
Menurut Agus, perkembangan Desa Wisata Kamojing juga tidak terlepas dari strategi promosi melalui media sosial. Pengelola secara aktif memperkenalkan berbagai potensi wisata melalui platform digital.
“Berkembangnya sektor wisata di Desa Kamojing tidak terlepas dari aktifnya Desa Wisata Kamojing di sosial media seperti Instagram dan Facebook,” katanya.
Melalui media sosial, berbagai destinasi dan potensi lokal Kamojing dapat diperkenalkan kepada masyarakat secara lebih luas. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pengelola menarik minat wisatawan untuk datang dan mengenal potensi desa.
Agus berharap penghargaan Asoka Awards tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian, tetapi dapat menjadi momentum untuk mendapatkan perhatian lebih besar dari pemerintah terhadap pengembangan wisata lokal di Kamojing.
“Harapannya setelah Juara 3 Asoka, lebih mendapat perhatian pemerintah terkait pengembangan wisata lokal yang ada di Kamojing,” ungkap Agus.
Ia mengatakan, sejauh ini dukungan untuk pengembangan sejumlah potensi wisata di Kamojing masih banyak berasal dari pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). “Sejauh ini banyaknya bantuan masih dari CSR perusahaan swasta,” pungkasnya.
Melalui penghargaan tersebut, Desa Wisata Kamojing berharap pengembangan wisata berbasis potensi masyarakat dapat terus berlanjut. Tidak hanya menghadirkan destinasi wisata, tetapi juga membuka ruang bagi kesenian, kerajinan, pertanian dan sektor ekonomi masyarakat untuk ikut tumbuh bersama.(cr1/kbe/ery)
