Satpol PP Karawang Siapkan Personel Bantuan Pilkades Digital, Antisipasi Gangguan Proses Pemilihan

KARAWANG-Pengamanan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Digital 2026 di Kabupaten Karawang disiapkan dengan mempertimbangkan tingkat kerawanan di setiap wilayah. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang menyiapkan personel bantuan di 25 kecamatan serta memetakan desa-desa yang membutuhkan perhatian lebih selama tahapan pemilihan.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Karawang, Tata Suparta mengatakan, setiap kecamatan mendapat alokasi lima personel untuk membantu pengamanan. Jumlah tersebut dapat diperkuat sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.
“Per kecamatan kita plotting personel lima orang untuk bantuan pengamanan di kecamatan,” ujarnya.
Penempatan personel turut mempertimbangkan jumlah desa yang menyelenggarakan Pilkades. Kecamatan dengan lebih banyak desa penyelenggara akan mendapat penebalan kekuatan agar dukungan pengamanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Selain pembagian personel, Satpol PP melakukan pemetaan terhadap desa yang berpotensi mengalami gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum). Hasil pemetaan awal mencakup sedikitnya lima desa yang menjadi perhatian khusus.
Kelima desa tersebut meliputi Cibalongsari dan Duren di Kecamatan Klari, Dukuh Karya di Kecamatan Rengasdengklok, Sukapura di Kecamatan Rawamerta, serta Mekarmaya di Kecamatan Cilamaya Wetan.
Tata menjelaskan, pemetaan kerawanan mempertimbangkan jumlah pemilih dan kondisi pencalonan di masing-masing desa. Desa Cibalongsari dan Duren di Kecamatan Klari menjadi perhatian karena memiliki DPT dalam jumlah besar, sedangkan Desa Dukuh Karya, Sukapura, dan Mekarmaya masing-masing memiliki dua calon kepala desa.
“Cibalongsari dan Duren karena DPT-nya banyak, sedangkan tiga desa lainnya karena masing-masing memiliki dua calon kepala desa,” tuturnya.
Meski demikian, pemetaan tidak terbatas pada lima desa tersebut. Satpol PP tetap memperhitungkan perkembangan situasi di wilayah lain untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan selama proses pemilihan berlangsung.
“Ada beberapa, yang lima itu di antaranya. Hasil mapping kerawanan gangguan trantibum,” kata Tata.
Guna memperkuat kesiapsiagaan di tingkat wilayah, Satpol PP mengintensifkan koordinasi dengan kepala seksi ketenteraman dan ketertiban (Kasi Trantib) di setiap kecamatan. Wilayah yang membutuhkan perhatian tambahan akan mendapat dukungan personel, termasuk anggota pengamanan tertutup atau pamtup.
Langkah tersebut diharapkan membuat pengamanan lebih terarah, terutama pada wilayah dengan kebutuhan personel lebih besar atau potensi gangguan yang perlu diantisipasi sejak awal.
Satpol PP Karawang menargetkan seluruh tahapan Pilkades Digital 2026 berlangsung aman dan tertib. Kesiapan personel serta koordinasi lintas wilayah menjadi bagian dari upaya mencegah gangguan ketertiban yang dapat menghambat proses pemilihan.
“Kami berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali tanpa ekses,” tegasnya.(sis/kbe/ery)
