Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Apa Itu Gas SO2 dan Dampaknya Bagi Kesehatan Manusia

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:27 WIB
Bagikan:
Apa Itu Gas SO2 dan Dampaknya Bagi Kesehatan Manusia
Sebaran gas SO2 di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Tengah pada 9 September 2026 (Image From: Windy.com)

PASUNDANEKSPRES.ID - Apa itu gas SO2? Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menjadi perhatian setelah peningkatan gas sulfur dioksida atau SO2 terdeteksi melalui citra satelit.

Sebaran SO2 bahkan terlihat mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, dan Lampung. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: apa sebenarnya gas SO2 dan apakah berbahaya bagi manusia?

Apa Itu Gas SO2?

SO2 atau sulfur dioksida merupakan salah satu jenis gas oksida sulfur (SOx). Gas ini tidak memiliki warna, tetapi mempunyai bau tajam dan menyengat, yang kerap digambarkan menyerupai bau belerang atau korek api yang terbakar.

Secara kimia, satu molekul SO2 terdiri dari satu atom sulfur dan dua atom oksigen.

Di alam, SO2 dapat dilepaskan melalui aktivitas gunung api, termasuk ketika terjadi erupsi. Sementara itu, aktivitas manusia juga menjadi sumber utama gas ini, terutama dari pembakaran bahan bakar fosil yang mengandung sulfur.

Pembakaran minyak bumi dan batu bara untuk pembangkit listrik maupun kendaraan bermotor dapat menghasilkan SO2. Industri logam juga menjadi salah satu sumber emisi, khususnya melalui proses peleburan atau smelting logam seperti tembaga, nikel, dan seng.

Mengapa SO2 Bisa Muncul Saat Gunung Api Erupsi?

Material vulkanik mengandung berbagai senyawa dan gas. Ketika magma bergerak menuju permukaan dan mengalami tekanan serta perubahan kondisi, gas-gas vulkanik dapat keluar ke atmosfer.

Salah satunya adalah sulfur dioksida.

Karena itu, peningkatan SO2 sering menjadi salah satu indikator yang diamati dalam aktivitas gunung api. Dalam kasus Gunung Anak Krakatau, gas tersebut keluar bersama material vulkanik lain selama erupsi.

Apakah SO2 dari Anak Krakatau Berarti Udara Jakarta Berbahaya?

Munculnya warna merah pada peta satelit sebaran SO2 sempat menimbulkan kekhawatiran, terutama karena wilayah yang terdeteksi mencakup Banten, Jabodetabek, Jawa Barat, dan Lampung.

Dilansir dari detikedu, Badan Geologi Kementerian ESDM menjelaskan bahwa peta satelit SO2 tidak secara otomatis menunjukkan udara di permukaan wilayah tersebut berbahaya.

Citra satelit menggambarkan jumlah SO2 yang berada di seluruh kolom atmosfer pada ketinggian tertentu. Data tersebut berbeda dengan pengukuran konsentrasi SO2 yang berada di permukaan dan langsung terhirup manusia.

Dengan kata lain, warna merah pada peta tidak serta-merta berarti masyarakat di wilayah tersebut sedang menghirup SO2 dalam kadar berbahaya.

Tingkat risiko sangat bergantung pada posisi dan konsentrasi gas di atmosfer.

Apa Dampak SO2 bagi Kesehatan?

Paparan SO2 dalam konsentrasi tinggi dapat mengganggu sistem pernapasan. Gas ini dapat mengiritasi selaput lendir hidung, tenggorokan, serta saluran pernapasan dan paru-paru.

Beberapa keluhan yang dapat muncul akibat paparan SO2 dalam kadar tinggi antara lain:

  • Batuk.
  • Sesak napas.
  • Iritasi mata.
  • Iritasi hidung dan tenggorokan.
  • Gangguan pada saluran pernapasan.

Kelompok yang memiliki penyakit pernapasan, terutama penderita asma, dapat lebih sensitif terhadap paparan SO2.

Selain itu, SO2 di atmosfer dapat mengalami perubahan menjadi pencemar sekunder seperti aerosol sulfat. Partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk lebih jauh ke dalam sistem pernapasan dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan.

SO2 Juga Bisa Memicu Hujan Asam

Dampak SO2 tidak hanya berkaitan dengan kesehatan manusia. Gas ini juga berpengaruh terhadap lingkungan.

Di atmosfer, SO2 dapat bereaksi dengan berbagai senyawa dan air sehingga menghasilkan senyawa asam. Proses tersebut dapat berkontribusi terhadap terbentuknya hujan asam.

Hujan dengan tingkat keasaman yang meningkat dapat memengaruhi kualitas tanah dan air permukaan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu ekosistem, termasuk kehidupan ikan, plankton, dan berbagai organisme air lainnya.

Semakin tinggi tingkat keasaman suatu perairan, semakin sedikit pula jenis organisme yang mampu bertahan hidup.

Dampak SO2 terhadap Tanaman

Paparan SO2 dengan konsentrasi tinggi juga dapat merusak tumbuhan.

Gas tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan daun, terutama bagian tepi dan area di antara tulang daun. Dalam kondisi tertentu, kerusakan dapat semakin parah ketika kelembapan udara meningkat.

Karena itu, peningkatan SO2 dalam jumlah besar tidak hanya menjadi persoalan kualitas udara, tetapi juga dapat memberikan tekanan terhadap ekosistem di sekitarnya.

Imbauan Badan Geologi untuk Masyarakat

Masyarakat di wilayah yang terdampak sebaran gas vulkanik diminta tidak langsung panik hanya karena melihat peta satelit berwarna merah.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama jika mulai tercium bau menyengat seperti belerang atau muncul keluhan pada saluran pernapasan.

Badan Geologi mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa langkah sederhana, yaitu:

  • Menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.
  • Berlindung di dalam rumah atau bangunan jika kondisi udara terganggu.
  • Menghindari meminum air hujan, terutama ketika terjadi hujan setelah adanya paparan material vulkanik, karena berpotensi memiliki sifat lebih asam.

Masyarakat juga sebaiknya mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan lembaga terkait mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Jadi, Seberapa Berbahaya Gas SO2?

SO2 pada dasarnya merupakan gas yang dapat ditemukan secara alami di atmosfer dalam konsentrasi sangat kecil. Keberadaannya menjadi masalah ketika konsentrasinya meningkat dan paparan terhadap manusia atau lingkungan menjadi tinggi.

Dalam konteks erupsi Gunung Anak Krakatau, keberadaan SO2 di citra satelit perlu dipahami secara tepat. Sebaran gas pada kolom atmosfer tidak sama dengan konsentrasi gas yang berada di udara permukaan.

Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa wilayah yang berwarna merah pada peta satelit memiliki udara yang berbahaya. Meski demikian, kewaspadaan tetap penting, terutama jika terdapat bau SO2 atau muncul gejala seperti batuk, sesak napas, dan iritasi.

(ipa)

Berita Terbaru

Bukan Cuma Gaspol! Honda Bawa CRF150L ke TRABAS Merdeka 23, Jalur Tanah Jadi Panggung Adventure

Bukan Cuma Gaspol! Honda Bawa CRF150L ke TRABAS Merdeka 23, Jalur Tanah Jadi Panggung Adventure

Nasional4 menit lalu
Leo/Daniel Sumbang Emas, Ini Total Raihan Medali Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Leo/Daniel Sumbang Emas, Ini Total Raihan Medali Badminton Indonesia di Asian Games 2026

Olahraga28 menit lalu
Hendra Purnawan Ungkap Kriteria Sekda Subang Ideal, Integritas dan Kemampuan Manajerial Jadi Sorotan

Hendra Purnawan Ungkap Kriteria Sekda Subang Ideal, Integritas dan Kemampuan Manajerial Jadi Sorotan

Subang38 menit lalu
Ketua TP PKK Subang Hadiri HKG PKK ke-54 Tingkat Jawa Barat di Gedung Pakuan

Ketua TP PKK Subang Hadiri HKG PKK ke-54 Tingkat Jawa Barat di Gedung Pakuan

Subang44 menit lalu
ADVERTISEMENT
Kasomalang Pride Tembus Persib U-18, Taofik Kaka Jadi Penjaga Gawang Maung Ngora

Kasomalang Pride Tembus Persib U-18, Taofik Kaka Jadi Penjaga Gawang Maung Ngora

Subang53 menit lalu
Unit PPA Polres Subang Lakukan Pemeriksaan pada Dugaan Oknum Guru Rekam Bagian Rok Siswi di Sekolah

Unit PPA Polres Subang Lakukan Pemeriksaan pada Dugaan Oknum Guru Rekam Bagian Rok Siswi di Sekolah

Subang57 menit lalu
Mobil Eropa Rp170 Jutaan Bikin Geger, Mesin Turbo Tapi Klaim BBM Tembus 21 Km/L

Mobil Eropa Rp170 Jutaan Bikin Geger, Mesin Turbo Tapi Klaim BBM Tembus 21 Km/L

Nasional1 jam lalu
Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Tak Banyak Jeda, Program Ambulans Udara Prabowo Mulai Diuji Coba di Pesisir Barat

Nasional1 jam lalu
Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Bansos Beras 30 kg Bakal Cair Periode Oktober - Desember 2026, Ini Cara Cek Penerimanya

Lifestyle1 jam lalu
Gaji PPPK Guru dan Nakes Ditanggung APBN 2027, Apa Dampaknya bagi Keuangan Daerah?

Gaji PPPK Guru dan Nakes Ditanggung APBN 2027, Apa Dampaknya bagi Keuangan Daerah?

Nasional2 jam lalu