Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Asal Usul Nama Subang, Ada 4 Versi Berbeda

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|13:00 WIB
Bagikan:
Asal Usul Nama Subang, Ada 4 Versi Berbeda
Patung Sisingaan di Kabupaten Subang. (Foto: Instagram @exploresubang)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kabupaten Subang merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki sejarah yang menarik untuk diketahui, berikut asal usul nama Subang.

Setiap daerah di Indonesia memiliki sejarah dan latar belakang yang berbeda, mulai dari asal usul, tradisi, budaya, hingga perjuangan di masa lalu yang membentuk identitas masyarakat setempat.

Kabupaten Subang merupakan salah satu daerah yang terletak di bagian utara Provinsi Jawa Barat yang terkenal dengan julukan "Kota Nanas".

Adapun wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi tiga wilayah yakni bagian selatan terdiri atas dataran tinggi/pegunungan, bagian tengah wilayah berupa dataran, serta bagian utara merupakan dataran rendah yang menghadap ke Laut Jawa.

Asal-usul nama Subang erat kaitannya dengan berbagai cerita yang berkembang di tengah masyarakat pada masa lalu. Bahkan, ada beberapa versi asal usul nama Subang yang cukup dikenal.

Untuk mengetahui informasi ini, simak selengkapnya tentang asal usul nama Subang.

Asal Usul Nama Subang

1. Cerita Subanglarang

Salah satu cerita yang populer mengenai asal usul nama Subang berkaitan dengan Nyai Subang Larang atau Nyi Subang Larang yang kisahnya tertulis dalam Babad Siliwangi dan Babad Pajajaran.

Subang Larang yang bernama asli Kubang Kencana Ningrum lahir tahun 1404 dari ayah yang bernama Ki Gedeng Tapa yang merupakan syahbandar pelabuhan Muara Jati, sebuah pelabuhan penting di utara Jawa Barat.

Sejak muda, Subang Larang telah belajar agama Islam dengan menjadi murid dari Syekh Hasanuddin atau Syekh Quro.

Kemudian Syekh Hasanudin pergi ke Karawang dan mendirikan pesantren di daerah Pura, Desa Talagasari, Karawang, dengan nama Pesantren Quro, maka kemudian ia lebih dikenal dengan nama Syekh Quro. 

Ki Gedeng Tapa menitipkan Nyai Subang Larang untuk belajar agama Islam kepada Syekh Quro selama dua tahun. Di tempat inilah, Syeh Quro memberikan gelar Sub Ang Larang (Pahlawan berkuda) kepadanya.

Seiring berjalannya waktu, Subang Larang menikah dengan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran dan memiliki tiga orang anak yakni Walangsungsang, Rara Santang, dan Kian Santang.

2. Nama Daerah di Kuningan

Versi berikutnya mengaitkan nama Subang dengan sebuah daerah bernama Subang yang berada di Kabupaten Kuningan. Cerita ini berhubungan dengan perkembangan perkebunan pada masa kolonial Hindia Belanda.

Pada masa itu, perusahaan perkebunan Pamanoekan en Tjiasemlanden (P&T Lands) menguasai perkebunan di wilayah Subang meliputi kopi, teh, karet, dan tebu yang dipimpin oleh P.W. Hofland.

Perusahaan tersebut membutuhkan banyak tenaga kerja sehingga mendatangkan pekerja dari berbagai daerah, termasuk dari daerah Subang di Kuningan.

Para pekerja yang datang kemudian membentuk permukiman di sekitar kawasan perkebunan. Permukiman tersebut dikenal sebagai Babakan atau Kampung Subang, mengikuti nama daerah asal sebagian penduduknya. 

3. Berasal dari Suweng atau Kubangan Badak

Ada folklor yang menyebutkan nama Subang berasal dari kata "suweng" yang merupakan perhiasan emas yang dipakai di telinga.

Selain itu, ada juga folklor yang mengatakan nama Subang berasal dari kata "kubang". Hal itu berasal dari salah satu wilayah di Subang bernama Rawabadak yang dahulunya merupakan kubangan atau rawa tempat mandi badak.

Meski demikian, belum ditemukan bukti pasti yang menunjukkan daerah tersebut dahulunya merupakan kubangan. Asal usul nama Subang dari kata suweng dan kubang bisa jadi karena lafal dari kata tersebut kurang jelas didengar atau pengucapan yang kurang jelas.

4. Catatan De Haan

Penggunaan nama Subang sebagai nama tempat telah tercatat dalam sumber sejarah yang ditulis oleh De Haan, Gubernur Jenderal Hindia Belanda (1725-1729).

Salah satu catatan yang ditulis De Haan menyebut perjalanan pasukan pada 1692 yang melintasi wilayah Subang menuju Cirebon.

(inm)

Berita Terbaru

Kemenag Subang Siap Perkuat Sinergi dengan BAZNAS, Optimalkan Pengelolaan ZIS

Kemenag Subang Siap Perkuat Sinergi dengan BAZNAS, Optimalkan Pengelolaan ZIS

Headline15 menit lalu
5 Tips Bisnis Kos di Sekitar Kawasan Industri Subang

5 Tips Bisnis Kos di Sekitar Kawasan Industri Subang

Lifestyle15 menit lalu
Maba STIE Wikara Purwakarta Diajak Kenali Bahaya Cybercrime

Maba STIE Wikara Purwakarta Diajak Kenali Bahaya Cybercrime

Purwakarta1 jam lalu
Jaksa Bakti Pesantren, Kejari Purwakarta Edukasi Santri Cipulus

Jaksa Bakti Pesantren, Kejari Purwakarta Edukasi Santri Cipulus

Purwakarta1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Om Zein Apresiasi Pemdes Tolak Penebangan Jati di Hutan Cigangsa

Om Zein Apresiasi Pemdes Tolak Penebangan Jati di Hutan Cigangsa

Purwakarta1 jam lalu
Petugas Lapas Kelas IIB Purwakarta Musnahkan Handphone Milik Napi Dan Sejumlah Barang Terlarang Lainnya

Petugas Lapas Kelas IIB Purwakarta Musnahkan Handphone Milik Napi Dan Sejumlah Barang Terlarang Lainnya

Purwakarta1 jam lalu
Presiden Prabowo Sindir Pakar yang Kritik Pemerintah: Saking Pintarnya jadi Goblok

Presiden Prabowo Sindir Pakar yang Kritik Pemerintah: Saking Pintarnya jadi Goblok

Nasional1 jam lalu
Peluang Bisnis Homestay di Subang, Cocok di Daerah Ini

Peluang Bisnis Homestay di Subang, Cocok di Daerah Ini

Lifestyle2 jam lalu
Kebakaran Lahan di Bantarsari Subang Dipadamkan, Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah

Kebakaran Lahan di Bantarsari Subang Dipadamkan, Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah

Subang7 jam lalu
Bupati Subang Dorong Optimalisasi Pengelolaan Aset Daerah untuk Tingkatkan PAD

Bupati Subang Dorong Optimalisasi Pengelolaan Aset Daerah untuk Tingkatkan PAD

Subang13 jam lalu