Fakta Unik Stasiun Cikaum Subang, Dikenal sebagai "Kuburan Kereta"

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia fakta unik Stasiun Cikaum Subang. Stasiun Cikaum merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Berlokasi di Desa Cikaum Barat, Kecamatan Cikaum, stasiun ini memiliki sejumlah fakta unik yang membuatnya berbeda dari stasiun kereta api pada umumnya.
Stasiun dengan kode CKM tersebut merupakan stasiun kelas III atau kecil dan termasuk dalam wilayah Daerah Operasi III Cirebon. Letaknya berada pada ketinggian sekitar 35 meter di atas permukaan laut. Menariknya, bersama Stasiun Tanjungrasa, Stasiun Cikaum termasuk stasiun dengan posisi elevasi tertinggi di wilayah Daop III Cirebon.
Fakta Unik Stasiun Cikaum Subang
Berikut ini adalah beberapa fakta unik dari Stasiun Cikaum Subang.
Tidak Melayani Naik Turun Penumpang
Salah satu fakta menarik mengenai Stasiun Cikaum adalah fungsinya yang bukan sebagai stasiun pemberhentian kereta api penumpang. Kereta api pada umumnya tidak berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang di stasiun ini.
Stasiun Cikaum lebih banyak digunakan untuk kebutuhan operasional perjalanan kereta api, khususnya sebagai tempat persilangan atau penyusulan antarkereta. Karena itu, keberadaan stasiun ini tetap penting dalam mendukung kelancaran perjalanan kereta api di jalur Cikampek–Haurgeulis.
Memiliki Empat Jalur Kereta Api
Stasiun Cikaum juga mengalami perubahan tata letak jalur setelah pembangunan jalur ganda pada lintas Cikampek–Haurgeulis. Sebelumnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api, dengan salah satunya berfungsi sebagai sepur lurus.
Setelah jalur ganda selesai dan diresmikan pada 4 Desember 2003, jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Perubahan tersebut membuat jalur di Stasiun Cikaum memiliki fungsi yang berbeda untuk mendukung perjalanan kereta dari arah Cikampek maupun Haurgeulis.
Dijuluki “Kuburan Kereta”
Fakta yang paling membuat Stasiun Cikaum dikenal oleh masyarakat dan pecinta kereta api adalah keberadaannya sebagai salah satu lokasi penumpukan kereta yang sudah tidak beroperasi.
Area di sekitar stasiun pernah digunakan untuk menyimpan sejumlah KRL bekas yang sudah tidak digunakan lagi. Kereta-kereta tersebut berasal dari berbagai kondisi, termasuk rangkaian yang mengalami kerusakan berat, kekurangan suku cadang, atau sudah mencapai masa akhir penggunaannya.
Karena banyaknya rangkaian kereta yang pernah ditumpuk di kawasan tersebut, Stasiun Cikaum kemudian populer dengan sebutan “kuburan kereta”.
Pernah Menjadi Tempat Pengafkiran KRL
Selain sebagai lokasi penyimpanan, kawasan Stasiun Cikaum juga pernah digunakan untuk proses pengafkiran atau perucatan KRL. Beberapa rangkaian KRL yang pernah berada di sini merupakan kereta yang didatangkan dari Jepang dan telah digunakan dalam operasional perjalanan KRL di Indonesia.
KRL yang sudah tidak dapat dioperasikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber komponen. Sistem kanibalisasi seperti ini dilakukan untuk mendapatkan suku cadang yang masih bisa digunakan pada rangkaian lain.
Selain KRL, sejumlah kereta penumpang tua yang sudah dipensiunkan juga pernah ditumpuk di kawasan Stasiun Cikaum.
Pernah Terjadi Kebakaran Besar
Stasiun Cikaum juga pernah menjadi lokasi insiden kebakaran besar. Pada 14 November 2019, kebakaran terjadi pada sejumlah kereta penumpang yang telah diafkirkan.
Kebakaran tersebut berlangsung sejak sekitar sore hingga malam hari. Banyaknya rangkaian kereta yang sudah tidak digunakan serta kondisi angin yang cukup kencang membuat proses pemadaman menjadi tidak mudah. Dalam kejadian tersebut, total sekitar 122 unit kereta penumpang terdampak kebakaran.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah kawasan penyimpanan kereta di Cikaum.
Menarik Perhatian Pecinta Kereta dan Fotografi
Deretan kereta tua yang pernah tersimpan di kawasan Cikaum membuat lokasi ini memiliki daya tarik tersendiri bagi komunitas pecinta kereta api dan fotografer. Bentuk gerbong yang sudah tua, warna cat yang memudar, serta kondisi lingkungan terbuka dapat menghasilkan suasana visual yang berbeda.
Bagi penggemar fotografi, kereta-kereta yang sudah tidak beroperasi dapat memberikan nuansa historis dan dramatis. Kondisi tersebut juga menjadi gambaran mengenai perjalanan panjang perkembangan transportasi kereta api di Indonesia.
Namun, kondisi kereta tua yang sudah rusak tentu memiliki risiko keselamatan. Jika kamu berada di sekitar kawasan perkeretaapian, jangan memasuki area terlarang atau mendekati rangkaian kereta tanpa izin.
Itulah mengenai fakta unik Stasiun Cikaum Subang. Meskipun tidak menjadi stasiun utama untuk naik dan turun penumpang, Stasiun Cikaum memiliki peran tersendiri dalam sistem perjalanan kereta api di jalur Pantura Jawa Barat.
(ipa)
