Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Cara Mengatasi Sifat People Pleaser agar Tidak Terus Mengorbankan Diri Sendiri

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|09:00 WIB
Bagikan:
Cara Mengatasi Sifat People Pleaser agar Tidak Terus Mengorbankan Diri Sendiri
Cara Mengatasi Sifat People Pleaser agar Tidak Terus Mengorbankan Diri Sendiri (Image From: Pexels/Andres Ayrton)

PASUNDANEKSRES.ID - People pleaser merupakan istilah untuk menggambarkan seseorang yang cenderung berusaha menyenangkan orang lain, bahkan ketika harus mengesampingkan kebutuhan dan perasaannya sendiri. Jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa membuat seseorang kesulitan menolak permintaan, merasa bersalah ketika berkata tidak, hingga kelelahan secara emosional.

Keinginan untuk membantu dan membuat orang lain bahagia sebenarnya bukan hal yang buruk. Namun, kebiasaan tersebut perlu diimbangi dengan kemampuan menetapkan batasan agar kebaikan tidak berujung pada kerugian bagi diri sendiri.

Perilaku people pleasing dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari rasa tidak percaya diri, ketakutan akan penolakan, pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan, pola asuh, hingga kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

Lantas, bagaimana cara mengatasi sifat people pleaser? Simak beberapa langkah yang bisa mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Cara Mengatasi Sifat People Pleaser 

Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi sifat dari people pleasure. 

1. Pikirkan Baik-Baik Sebelum Membantu Orang Lain

Membantu orang lain merupakan tindakan positif. Namun, kamu tetap perlu mempertimbangkan kondisi diri sebelum menyanggupi sebuah permintaan.

Sebelum memberikan bantuan, cobalah bertanya kepada diri sendiri apakah kamu benar-benar mampu melakukannya atau justru merasa terpaksa karena takut mengecewakan orang lain.

Pertimbangkan juga waktu, tenaga, dan tanggung jawab yang harus kamu selesaikan. Jangan sampai keinginan membantu membuat pekerjaan pribadi terbengkalai atau kondisi fisik dan emosional menjadi terganggu.

Kamu juga perlu mengenali apakah bantuan yang diminta masih dalam batas wajar atau justru menjadi pola yang membuat orang lain terus bergantung kepadamu tanpa menghargai kebutuhanmu.

Ingat, membantu orang lain tidak harus selalu dilakukan dengan mengorbankan diri sendiri.

2. Belajar Berkata Tidak Tanpa Merasa Bersalah

Salah satu ciri people pleaser adalah kesulitan menolak permintaan karena takut dianggap egois, tidak peduli, atau tidak bisa diandalkan.

Padahal, mengatakan tidak bukan berarti kamu tidak menyayangi atau menghargai orang lain. Kamu hanya sedang menetapkan batasan sesuai kemampuan dan kebutuhan pribadi.

Mulailah berlatih menolak permintaan sederhana yang memang tidak bisa kamu penuhi. Sampaikan penolakan secara sopan, jelas, dan tidak berlebihan dalam memberikan alasan.

Misalnya, kamu bisa mengatakan, "Maaf, kali ini aku belum bisa membantu karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan."

Kamu tidak perlu membuat alasan panjang hanya untuk memastikan orang lain tidak kecewa. Perasaan kecewa seseorang tidak selalu berarti kamu telah melakukan kesalahan.

Semakin sering berlatih, kamu akan semakin terbiasa memahami bahwa menolak permintaan tertentu merupakan bagian wajar dari hubungan yang sehat.

3. Jangan Meminta Maaf Jika Bukan Kesalahanmu

Kebiasaan meminta maaf secara berlebihan juga dapat menjadi tanda bahwa seseorang terlalu memikirkan penilaian orang lain.

Sebagian orang terbiasa meminta maaf untuk meredakan ketegangan, menghindari konflik, atau menjaga suasana tetap nyaman, bahkan ketika mereka tidak melakukan kesalahan.

Jika terus dilakukan, kebiasaan ini dapat membuatmu merasa bertanggung jawab atas masalah dan perasaan orang lain.

Oleh karena itu, biasakan meminta maaf ketika memang melakukan kesalahan atau menyebabkan kerugian yang perlu diperbaiki. Namun, jika persoalan tersebut bukan tanggung jawabmu, kamu tidak perlu mengambil alih kesalahan orang lain.

Kamu tetap bisa menunjukkan empati tanpa harus menyalahkan diri sendiri. Misalnya, ketika teman sedang menghadapi masalah, kamu dapat mendengarkan dan memberikan dukungan tanpa merasa wajib menyelesaikan seluruh persoalannya.

Dengan begitu, kamu bisa membangun hubungan yang lebih sehat sekaligus memberi ruang bagi orang lain untuk bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.

4. Bersikap Tegas dan Asertif

Mengatasi sifat people pleaser bukan berarti kamu harus menjadi orang yang keras atau tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Hal yang perlu dipelajari adalah bersikap asertif.

Sikap asertif berarti mampu menyampaikan pikiran, perasaan, kebutuhan, dan batasan secara jujur tanpa merendahkan atau mengabaikan hak orang lain.

Sebagai contoh, ketika rekan kerja meminta bantuan tambahan saat kamu sedang kewalahan, kamu bisa menjelaskan kondisi tersebut dengan tenang. Kamu juga dapat menawarkan alternatif apabila memang memungkinkan.

Kamu tidak harus selalu menyetujui keinginan orang lain demi menjaga hubungan baik. Sebaliknya, komunikasi yang jelas justru dapat membantu mencegah kesalahpahaman dan mengurangi potensi konflik di kemudian hari.

Mulailah dengan menyampaikan pendapat dalam situasi sederhana. Berikan waktu kepada diri sendiri untuk terbiasa mengungkapkan kebutuhan tanpa merasa harus selalu mengikuti keinginan orang lain.

5. Berhenti Berusaha Menyenangkan Semua Orang

Tidak semua orang akan menyukai keputusan, pendapat, atau tindakanmu. Hal tersebut merupakan bagian wajar dari kehidupan dan tidak selalu bisa dihindari.

People pleaser sering kali berusaha menjaga citra diri agar selalu terlihat baik di mata orang lain. Akibatnya, mereka dapat merasa cemas ketika mendapat kritik atau menghadapi kemungkinan mengecewakan seseorang.

Untuk mengatasinya, cobalah mengubah fokus dari keinginan mendapatkan persetujuan menjadi upaya menjalani kehidupan sesuai nilai dan prioritas pribadi.

Kamu juga perlu mengenali orang-orang yang benar-benar menghargai keberadaanmu. Hubungan yang sehat seharusnya memberikan ruang bagi kedua pihak untuk menyampaikan kebutuhan, menolak permintaan, dan membuat keputusan tanpa tekanan berlebihan.

Bukan berarti kamu hanya perlu membantu orang yang menguntungkanmu. Sebaliknya, kamu perlu memastikan bahwa kebaikan diberikan secara sukarela, bukan karena takut ditolak atau dimanfaatkan.

Kamu tetap bisa menjadi pribadi yang baik tanpa harus memenuhi semua harapan orang lain.

6. Kenali Kebutuhan Diri dan Bangun Rasa Percaya Diri

Keinginan berlebihan untuk menyenangkan orang lain terkadang berkaitan dengan rasa tidak percaya diri atau kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dari luar.

Seseorang mungkin merasa dirinya berharga ketika dibutuhkan, dipuji, atau dianggap selalu bisa diandalkan. Ketika tidak mampu memenuhi harapan orang lain, muncul perasaan bersalah atau takut kehilangan hubungan.

Jika mengalami hal tersebut, cobalah meluangkan waktu untuk mengenali kebutuhan dan perasaanmu sendiri.

Kamu bisa memulainya dengan beberapa kebiasaan sederhana, seperti:

  • Menyediakan waktu untuk beristirahat tanpa merasa harus selalu produktif.
  • Mengenali hal-hal yang membuatmu nyaman maupun tidak nyaman.
  • Menetapkan prioritas berdasarkan kebutuhan dan tanggung jawab pribadi.
  • Menghargai diri sendiri tanpa bergantung sepenuhnya pada pujian orang lain.
  • Membiasakan diri mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan pribadi, bukan semata-mata karena takut mengecewakan seseorang.

Perlu diingat bahwa nilai dirimu tidak ditentukan oleh seberapa sering kamu membantu orang lain atau seberapa banyak orang yang menyukaimu.

Jika kebiasaan people pleasing berkaitan dengan pengalaman traumatis, menimbulkan tekanan emosional yang berat, atau mengganggu kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi langkah yang membantu.

Mengatasi sifat people pleaser tidak harus dilakukan secara drastis. Kamu bisa memulainya dengan mengenali pola perilaku, berlatih mengatakan tidak, dan menetapkan batasan dalam hubungan sehari-hari.

Pada awalnya, perubahan tersebut mungkin terasa tidak nyaman. Kamu bisa saja merasa bersalah atau khawatir orang lain akan kecewa. Namun, perasaan itu tidak selalu menandakan bahwa keputusanmu salah.

Yang terpenting, belajarlah membedakan antara membantu karena benar-benar ingin dan membantu karena merasa takut ditolak.

Menjadi pribadi yang peduli tetap bisa berjalan beriringan dengan menghargai diri sendiri. Kamu tidak harus mengorbankan kebutuhan pribadi untuk membuktikan bahwa dirimu adalah orang yang baik.

(ipa)

Berita Terbaru

Cara Mengatasi Sifat People Pleaser agar Tidak Terus Mengorbankan Diri Sendiri

Cara Mengatasi Sifat People Pleaser agar Tidak Terus Mengorbankan Diri Sendiri

Lifestyle55 menit lalu
Penyaluran Bansos Bisa Diambil di Kopdes Merah Putih, Ini Skemanya

Penyaluran Bansos Bisa Diambil di Kopdes Merah Putih, Ini Skemanya

Nasional1 jam lalu
Daftar Film Indonesia yang Tayang di Netflix Oktober 2026, Ada Jangan Buang Ibu

Daftar Film Indonesia yang Tayang di Netflix Oktober 2026, Ada Jangan Buang Ibu

Headline2 jam lalu
Kangen Band Guncang Alun-Alun Subang, Penonton Nikmati Hiburan Musik Gratis

Kangen Band Guncang Alun-Alun Subang, Penonton Nikmati Hiburan Musik Gratis

Headline6 jam lalu
ADVERTISEMENT
Revisi UU Pengadilan Militer, Anggota yang Terjerat Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum

Revisi UU Pengadilan Militer, Anggota yang Terjerat Pidana Umum Harus Diadili di Peradilan Umum

Headline13 jam lalu
10 Hal yang Harus Dipersiapkan Menjelang Musim Hujan

10 Hal yang Harus Dipersiapkan Menjelang Musim Hujan

Headline14 jam lalu
Kontroversi Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo: Dana Kampanye hingga Proyek Migas Natuna

Kontroversi Hashim Djojohadikusumo, Adik Prabowo: Dana Kampanye hingga Proyek Migas Natuna

Nasional15 jam lalu
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Subang untuk Liburan Oktober 2026

Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Subang untuk Liburan Oktober 2026

Subang16 jam lalu
Rekomendasi Nasi Uduk Favorit di Subang Kota, Ada yang Mulai Rp7 Ribu

Rekomendasi Nasi Uduk Favorit di Subang Kota, Ada yang Mulai Rp7 Ribu

Lifestyle17 jam lalu
PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan

PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan

Nasional18 jam lalu