Deretan Fenomena Langit di Bulan Juli 2026, Catat Daftarnya!

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia deretan fenomena langit di bulan Juli 2026. Langit malam sepanjang Juli 2026 akan dihiasi sejumlah fenomena astronomi menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Mulai dari hilangnya Merkurius dari pengamatan, fase Bulan Baru yang menghadirkan langit lebih gelap, kemunculan Bulan Purnama Rusa, hingga komet periodik 10P yang dapat diamati menggunakan teleskop kecil. Simak rangkuman fenomena langit yang terjadi sepanjang Juli 2026.
Deretan Fenomena Langit di Bulan Juli 2026
Berikut ini adalah beberapa fenomena langit yang menghias Juli 2026.
1. Merkurius Menghilang Sementara dari Langit
Fenomena pertama terjadi pada 13 Juli 2026 ketika Merkurius mengalami konjungsi inferior, yakni posisi saat planet tersebut berada tepat di antara Bumi dan Matahari.
Pada fase ini, Merkurius berada sangat dekat dengan Matahari jika dilihat dari Bumi. Jarak tampaknya hanya sekitar 4,8 derajat sehingga cahaya Matahari menutupi keberadaan planet tersebut. Akibatnya, Merkurius tidak dapat diamati untuk sementara waktu.
Selain itu, sisi Merkurius yang menghadap ke Bumi hampir tidak menerima sinar Matahari sehingga tampak sangat gelap. Meskipun saat itu Merkurius berada pada salah satu posisi terdekat dengan Bumi, sekitar 0,57 satuan astronomi (AU), kondisi tersebut tetap membuatnya sulit terlihat.
Konjungsi inferior merupakan bagian dari siklus orbit Merkurius yang terjadi sekitar setiap 116 hari. Setelah melewati fase ini, planet terdekat dari Matahari tersebut akan kembali muncul di langit fajar beberapa minggu kemudian sebelum Matahari terbit.
2. Bulan Baru Hadir pada 14 Juli
Sehari setelah konjungsi inferior Merkurius, langit akan memasuki fase Bulan Baru pada 14 Juli 2026.
Saat Bulan Baru, satelit alami Bumi berada di sisi yang sama dengan Matahari sehingga bagian yang menghadap Bumi tidak mendapat pencahayaan. Kondisi ini membuat langit malam menjadi lebih gelap dibanding biasanya.
Fase ini menjadi waktu yang ideal bagi para pengamat langit maupun astrofotografer untuk mengamati objek-objek redup di luar angkasa. Minimnya cahaya bulan memungkinkan berbagai objek langit dalam seperti gugus bintang, nebula, maupun galaksi tampak lebih jelas melalui teleskop.
Beberapa target pengamatan yang kerap direkomendasikan pada fase Bulan Baru antara lain Gugus Hercules Besar (Messier 13) dan Nebula Cincin (Messier 57).
3. Bulan Purnama Rusa pada Akhir Juli
Fenomena berikutnya adalah Bulan Purnama Rusa atau Buck Moon yang berlangsung pada 28 hingga 29 Juli 2026.
Bulan purnama ini akan mencapai fase iluminasi maksimum pada 29 Juli. Pada saat itu, seluruh permukaan Bulan yang menghadap Bumi akan tampak terang sehingga mudah diamati tanpa bantuan alat optik.
Sebutan Bulan Purnama Rusa berasal dari tradisi masyarakat adat di Amerika Utara. Nama tersebut merujuk pada periode ketika tanduk rusa jantan mulai tumbuh kembali dengan cepat setiap musim panas.
Meski namanya terdengar unik, Bulan Purnama Rusa sebenarnya merupakan fenomena bulan purnama biasa. Perbedaannya hanya terletak pada penamaan yang mengikuti kalender tradisional berdasarkan perubahan musim.
4. Komet 10P Masih Bisa Diamati
Selain Bulan dan Merkurius, Juli 2026 juga menjadi waktu yang baik untuk mengamati komet periodik 10P.
Komet yang memiliki periode orbit sekitar lima tahun ini dapat diamati menggunakan teleskop kecil dari belahan Bumi utara maupun selatan. Selama Juli, posisinya berada di sekitar konstelasi Capricornus.
Meski sudah mulai terlihat sepanjang bulan, tingkat kecerlangan komet diperkirakan akan mencapai puncaknya pada awal Agustus 2026.
Oleh karena itu, pengamatan pada akhir Juli hingga awal Agustus menjadi waktu yang cukup menjanjikan bagi pecinta astronomi.
Itulah mengenai fenomena langit di bulan Juli yang sayang banget kamu lewatkan. Dengan beragam fenomena yang terjadi sepanjang bulan, Juli 2026 menjadi salah satu periode menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati keindahan langit malam maupun memperdalam pengetahuan tentang astronomi.
(ipa)
