Film Animasi Galeo of the Seawalkers Jadi Proyek Indonesia di Forum Film Vancouver

PASUNDANEKSPRES.ID - Animasi Galeo of the Seawalkers menjadi salah satu proyek film Indonesia yang membawa cerita lokal ke ruang yang lebih luas. Karya garapan sutradara Andara Fembriarto tersebut kini mendapat kesempatan untuk berkembang melalui kerja sama internasional bersama rumah produksi asal Kanada-Inggris, BetterHalf Films.
BetterHalf Films resmi bergabung sebagai ko-produser dan akan berkolaborasi bersama Studio Amarana dari Indonesia serta platform streaming Rangkai yang memegang hak distribusi lokal.
Perluasan jaringan produksi tersebut menunjukkan bahwa karya animasi Indonesia mulai memiliki ruang untuk diperkenalkan kepada mitra industri dari luar negeri.
Apalagi, Galeo bukan cerita yang berdiri sendiri. Proyek ini dikembangkan dari novel dan komik karya Fembriarto sehingga sudah memiliki dunia cerita yang dibangun sejak tahap awal.
Animasi Galeo of the Seawalkers Masuk Forum Industri Film Internasional
Animasi Galeo of the Seawalkers juga terpilih mengikuti Co-Production Forum dalam Vancouver International Film Festival (VIFF) Business Hub.
Forum tersebut menjadi ruang bagi proyek film untuk bertemu calon mitra dan pelaku industri dari berbagai negara. Keikutsertaan Galeo dalam forum tersebut menjadi langkah yang cukup penting bagi pengembangan proyek.
Posisi sebagai proyek animasi Indonesia yang masuk dalam ruang industri internasional membuka kesempatan untuk memperluas jaringan produksi sekaligus memperkenalkan konsep cerita yang berangkat dari karya lokal.
Galeo juga punya kekuatan dari sisi dunia visual yang ditawarkan. Film ini mengusung petualangan keluarga yang mengambil latar samudra penuh keajaiban. Dunia tersebut mencakup desa terapung, hutan bawah laut hingga manusia yang memiliki kemampuan berjalan di atas air.
Latar seperti itu memberikan ruang visual yang luas bagi pengembangan animasi. Ceritanya tidak hanya bergantung pada karakter dan konflik keluarga, tetapi juga membangun lingkungan fantasi yang memiliki aturan serta identitas tersendiri.
Perjalanan proyek ini pun belum berhenti pada kerja sama yang sudah terjalin. Galeo of the Seawalkers telah memasuki tahap pengembangan akhir dan memperoleh dukungan resmi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Produksi film direncanakan mulai pada Januari 2028. Pada periode menuju produksi tersebut, proyek Galeo masih membuka peluang bagi mitra ko-produser global lainnya.
Di balik proyek ini, Andara Fembriarto juga memiliki pengalaman dalam mengembangkan karya animasi. Ia dikenal melalui sejumlah film pendek seperti "Cipak Cipuk", "Utan Rambutan", dan "The Raining Tree".
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan kreatif yang kemudian mengarah pada pengembangan Galeo sebagai proyek animasi berskala lebih besar.
Bagi BetterHalf Films, Galeo juga memiliki arti tersendiri karena proyek ini menjadi kolaborasi internasional pertama rumah produksi tersebut. Pertemuan antara tim Indonesia dan mitra Kanada-Inggris membuat pengembangan film tidak hanya bertumpu pada satu ekosistem produksi.
Sinopsis Galeo of the Seawalkers
Cerita berpusat pada Galeo, seorang anak laki-laki pemalu yang hidup dalam bayang-bayang ketakutan akan kegagalan di mata ayahnya.
Situasi berubah ketika adik perempuannya mengejar sosok misterius yang diyakini berkaitan dengan keberadaan ayah mereka yang telah menghilang. Galeo kemudian harus keluar dari kehidupan nyaman yang selama ini ia jalani demi melindungi sang adik.
Perjalanan keduanya membawa mereka menuju konflik yang jauh lebih besar. Mereka harus menghadapi kelompok bajak laut yang memiliki ambisi untuk menguasai air suci milik komunitas mereka.
Petualangan tersebut membuat Galeo berhadapan dengan ketakutan, keluarga dan tanggung jawab yang sebelumnya berusaha ia hindari. Di tengah dunia samudra yang penuh keajaiban, perjalanan tersebut menjadi bagian dari proses Galeo menemukan keberanian dalam dirinya.
Film animasi Indonesia Galeo of the Seawalkers kini memiliki perjalanan yang semakin panjang, dari novel dan komik karya Indonesia hingga masuk ke jaringan pengembangan film internasional.
Jika proses produksinya berjalan sesuai rencana, proyek ini akan memasuki tahap produksi pada 2028 sekaligus melanjutkan langkahnya menuju pasar global.
(pm)
