Gempa Bumi Venezuela Magnitudo 7,5, Ratusan Orang Tewas

PASUNDANEKSPRES.ID - Gempa bumi Venezuela. Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di Venezuela setelah dua gempa bumi berkekuatan besar mengguncang negara itu pada Rabu (24/6) malam waktu setempat.
Hingga Kamis, sedikitnya 188 orang dilaporkan meninggal dunia, lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka, sementara sekitar 200 orang masih diyakini terjebak di bawah reruntuhan bangunan, sebagaimana dikutip kantor berita BBC dan Reuters.
Gempa Bumi Venezuela: Ratusan Tewas dan Ribuan Kehilangan Tempat Tinggal
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, mengatakan bencana tersebut juga menyebabkan sedikitnya 2.927 keluarga kehilangan tempat tinggal.
Di sisi lain, sebuah situs pelacakan orang hilang yang dibagikan kelompok oposisi mencatat lebih dari 46.000 orang masih belum diketahui keberadaannya, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi pada pukul 18.04 waktu setempat dengan pusat gempa berada di dekat Kota San Felipe, sekitar 280 kilometer di sebelah barat Caracas. Kurang dari satu menit kemudian, wilayah tersebut kembali diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,5 yang berpusat di dekat kawasan Yumare.
Menurut Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa kedua merupakan yang terkuat di Venezuela sejak tahun 1900. Lembaga tersebut memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa masih berpotensi meningkat secara signifikan.
Berdasarkan pemodelan awal, terdapat peluang sebesar 44 persen jumlah korban meninggal melampaui 10.000 orang apabila dampak kerusakan terus berkembang.
USGS juga mengingatkan kemungkinan terjadinya gempa susulan dengan kekuatan besar, serta ancaman tanah longsor dan likuifaksi di sejumlah wilayah terdampak.
Negara Bagian La Guaira yang berbatasan langsung dengan Caracas menjadi salah satu kawasan yang mengalami kerusakan paling parah. Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, bahkan menyebut wilayah tersebut telah berubah menjadi "zona bencana".
Sedikitnya 250 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga runtuh, termasuk delapan rumah sakit, kantor pusat Palang Merah Venezuela, serta Kedutaan Besar Prancis.
Bandara Internasional Caracas juga terpaksa ditutup setelah mengalami kerusakan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan penumpang saat panel langit-langit terminal runtuh akibat guncangan.
Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello mengatakan sekitar 70.000 keluarga di La Guaira terdampak bencana. Pemerintah telah mengerahkan seluruh unsur keamanan, perlindungan sipil, relawan, pemadam kebakaran, dan kepolisian untuk mempercepat proses evakuasi.
Sebagai langkah antisipasi, pasokan gas alam dihentikan sementara di sejumlah kota untuk mencegah kebakaran maupun ledakan. Gangguan listrik dan jaringan internet juga masih terjadi di berbagai daerah.
(ipa)
