Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Keturunan Nazi Jerman Pada Kemana? Simak Disini!

K
Khoirul AnsoriEditor: Khoirul Ansori
|21:55 WIB
Bagikan:
Keturunan Nazi Jerman Pada Kemana? Simak Disini!
Keturunan Nazi Jerman Pada Kemana? Simak Disini!

PASUNDAN EKSPRES - Sejarah sering kali memberikan kita pandangan baru tentang masa lalu yang kompleks. Salah satu cerita menarik datang dari keturunan mantan pejabat tinggi Nazi Jerman, yang ternyata tidak dikucilkan, tetapi justru hidup dalam kemakmuran. Video terbaru dari channel YouTube @Milenz mengungkapkan kisah ini dengan fokus pada keluarga Joseph Goebbels, kepala propaganda Nazi yang terkenal.

Banyak orang mungkin bertanya-tanya, apakah anak-anak dan keturunan mantan anggota Nazi di Jerman mengalami diskriminasi seperti keturunan PKI di Indonesia? Jawabannya ternyata tidak. "Kisah keluarga dari mantan pemimpin propaganda Nazi Jerman, Joseph Goebbels, menunjukkan bahwa keturunan Nazi justru tidak dikucilkan," ungkap narator dalam video tersebut.

Joseph Goebbels memiliki beberapa anak, salah satunya adalah Harald Quandt, anak tiri dari pernikahan pertama istrinya, Magda, dengan seorang pria bernama Günther Quandt. Günther Quandt sendiri merupakan anggota Nazi sejak 1933 yang memperkaya dirinya melalui hubungan dengan rezim tersebut dan pabrik akumulator yang penting bagi mesin perang Jerman.

Harald Quandt kemudian mewarisi kekayaan besar dari ayahnya, termasuk pabrik yang dioperasikan dengan mempekerjakan puluhan ribu pekerja dari kamp konsentrasi. Meskipun memiliki hubungan dekat dengan Nazi, Harald tidak pernah diadili atas tindakan ayahnya dan bahkan berhasil memperluas usahanya. Pada tahun 1960-an, Harald mendapat keuntungan besar dari penjualan ranjau ke negara-negara seperti Eritrea, Angola, dan Ethiopia.

"Harald mewarisi pabrik senjata yang menjual ranjau digunakan di Eritrea, Angola, dan Ethiopia tahun 60 sampai tahun 67," kata narator. "Keturunan Günther Quandt ini hidup dengan damai dan menikmati kekayaan besar."

Cerita ini menunjukkan bahwa, berbeda dengan pengalaman di banyak negara lain, keturunan mantan Nazi di Jerman tidak menghadapi stigma sosial yang signifikan. Sebaliknya, mereka sering kali mewarisi kekayaan besar dan menikmati kehidupan yang nyaman.

Kisah keluarga Quandt memberikan wawasan tentang bagaimana sejarah dapat mempengaruhi generasi masa depan dengan cara yang tidak terduga. Meskipun masa lalu mereka terkait dengan salah satu rezim paling kejam dalam sejarah, keturunan Nazi ini berhasil hidup dalam kemakmuran, jauh dari bayang-bayang kelam leluhur mereka.

Berita Terbaru

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Subang Fest Vol.15 Kembali Digelar Akhir Oktober, Gandeng Komunitas Otomotif

Lifestyle26 menit lalu
Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Green Policing di Cidadap, Kapolsek Pagaden Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

Subang39 menit lalu
Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Daftar Lengkap HP OPPO Terbaru 2026, Cek Spesifikasi dan Harga Oktober

Lifestyle52 menit lalu
Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional1 jam lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional1 jam lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional1 jam lalu
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline1 jam lalu
Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Subang2 jam lalu
Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Headline2 jam lalu