Netflix Rilis Film Dokumenter Skenario Sang Jenderal, Kasus Brigadir J Kembali Diurai

PASUNDANEKSPRES.ID - Kasus pembunuhuan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kembali diangkat melalui karya dokumenter.
Film dokumenter Skenario Sang Jenderal atau General Mayhem: The Killing of Brigadier J, akan membawa penonton mengikuti kembali perjalanan perkara yang bermula dari kematian seorang anggota kepolisian di rumah dinas Ferdy Sambo pada 2022.
Peristiwa tersebut pada awalnya dikenal publik sebagai baku tembak antara Brigadir J dan Richard Eliezer atau Bharada E.
Perkembangan penyelidikan kemudian mengubah arah perkara hingga berujung pada pengungkapan pembunuhan berencana dan proses hukum terhadap sejumlah orang yang terlibat.
Film ini menggunakan materi dokumentasi nyata untuk menyusun kembali perjalanan kasus, mulai dari kejadian di Duren Tiga, pemeriksaan sejumlah saksi, penelusuran bukti, hingga persidangan para terdakwa.
Film Dokumenter Skenario Sang Jenderal Sajikan Arsip dan Kesaksian Kasus
Film Skenario Sang Jenderal disutradarai Rob Sixsmith, yang sebelumnya menggarap dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso".
Kali ini, ia membawa kasus Brigadir J ke dalam format true crime yang mengandalkan arsip, wawancara, rekaman persidangan, serta pemberitaan yang telah menjadi bagian dari perjalanan perkara.
Film berdurasi sekitar 89 menit tersebut dirilis secara global di Netflix pada 18 September 2026 tanpa menghadirkan aktor untuk memerankan tokoh-tokoh dalam cerita.
Tokoh-tokoh seperti Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, dan Brigadir J ditampilkan melalui rekaman asli, arsip pemberitaan, serta dokumentasi yang berkaitan dengan kasus.
Rosti Simanjuntak, ibu Brigadir J, turut hadir sebagai narasumber. Kesaksiannya menggambarkan kondisi keluarga setelah Yosua meninggal dunia dan bagaimana pihak keluarga mengikuti perkembangan perkara dari awal hingga proses persidangan.
Dokumenter ini turut menghadirkan keterangan dari jurnalis investigasi, pengamat hukum, serta pihak yang memahami persoalan kepolisian untuk memberikan konteks terhadap perkembangan perkara.
Alur cerita diperkuat materi arsip Ferdy Sambo saat masih menjabat sebagai pejabat kepolisian, serta rekaman Richard Eliezer dan Putri Candrawathi yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Dari Baku Tembak hingga Persidangan Ferdy Sambo
Perjalanan kasus dimulai pada Juli 2022 ketika Brigadir J ditemukan meninggal dunia di rumah dinas Ferdy Sambo yang berada di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Pada awalnya, kematian tersebut disebut terjadi akibat baku tembak antara Brigadir J dan Richard Eliezer.
Namun, penyelidikan berikutnya menemukan sejumlah hal yang tidak sesuai dengan konstruksi awal. Pemeriksaan kemudian berkembang dan mengarah pada dugaan pembunuhan yang telah direncanakan.
Salah satu bagian penting dalam proses penyelidikan berkaitan dengan rekaman CCTV di sekitar lokasi, sementara kesaksian Richard Eliezer mengenai kejadian di rumah dinas tersebut turut membantu mengungkap rangkaian perkara.
Perkara selanjutnya masuk ke persidangan. Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf menjalani proses hukum sesuai peran masing-masing dalam perkara tersebut.
Persidangan menghadirkan berbagai kesaksian dan barang bukti. Keterangan para saksi, rekaman, serta bukti lain dipaparkan dalam proses pemeriksaan di pengadilan hingga majelis hakim menjatuhkan putusan terhadap para terdakwa.
(pm)
