Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Netflix Rilis Film Dokumenter Skenario Sang Jenderal, Kasus Brigadir J Kembali Diurai

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|11:50 WIB
Bagikan:
Netflix Rilis Film Dokumenter Skenario Sang Jenderal, Kasus Brigadir J Kembali Diurai
Gambar: thumbnail Film Dokumenter Skenario Sang Jenderal. (Sumber: Netflix)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kasus pembunuhuan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J kembali diangkat melalui karya dokumenter. 

Film dokumenter Skenario Sang Jenderal atau General Mayhem: The Killing of Brigadier J, akan membawa penonton mengikuti kembali perjalanan perkara yang bermula dari kematian seorang anggota kepolisian di rumah dinas Ferdy Sambo pada 2022.

Peristiwa tersebut pada awalnya dikenal publik sebagai baku tembak antara Brigadir J dan Richard Eliezer atau Bharada E.

Perkembangan penyelidikan kemudian mengubah arah perkara hingga berujung pada pengungkapan pembunuhan berencana dan proses hukum terhadap sejumlah orang yang terlibat.

Film ini menggunakan materi dokumentasi nyata untuk menyusun kembali perjalanan kasus, mulai dari kejadian di Duren Tiga, pemeriksaan sejumlah saksi, penelusuran bukti, hingga persidangan para terdakwa.

Film Dokumenter Skenario Sang Jenderal Sajikan Arsip dan Kesaksian Kasus

Film Skenario Sang Jenderal disutradarai Rob Sixsmith, yang sebelumnya menggarap dokumenter "Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso". 

Kali ini, ia membawa kasus Brigadir J ke dalam format true crime yang mengandalkan arsip, wawancara, rekaman persidangan, serta pemberitaan yang telah menjadi bagian dari perjalanan perkara.

Film berdurasi sekitar 89 menit tersebut dirilis secara global di Netflix pada 18 September 2026 tanpa menghadirkan aktor untuk memerankan tokoh-tokoh dalam cerita.

Tokoh-tokoh seperti Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, dan Brigadir J ditampilkan melalui rekaman asli, arsip pemberitaan, serta dokumentasi yang berkaitan dengan kasus.

Rosti Simanjuntak, ibu Brigadir J, turut hadir sebagai narasumber. Kesaksiannya menggambarkan kondisi keluarga setelah Yosua meninggal dunia dan bagaimana pihak keluarga mengikuti perkembangan perkara dari awal hingga proses persidangan.

Dokumenter ini turut menghadirkan keterangan dari jurnalis investigasi, pengamat hukum, serta pihak yang memahami persoalan kepolisian untuk memberikan konteks terhadap perkembangan perkara. 

Alur cerita diperkuat materi arsip Ferdy Sambo saat masih menjabat sebagai pejabat kepolisian, serta rekaman Richard Eliezer dan Putri Candrawathi yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Dari Baku Tembak hingga Persidangan Ferdy Sambo

Perjalanan kasus dimulai pada Juli 2022 ketika Brigadir J ditemukan meninggal dunia di rumah dinas Ferdy Sambo yang berada di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Pada awalnya, kematian tersebut disebut terjadi akibat baku tembak antara Brigadir J dan Richard Eliezer. 

Namun, penyelidikan berikutnya menemukan sejumlah hal yang tidak sesuai dengan konstruksi awal. Pemeriksaan kemudian berkembang dan mengarah pada dugaan pembunuhan yang telah direncanakan.

Salah satu bagian penting dalam proses penyelidikan berkaitan dengan rekaman CCTV di sekitar lokasi, sementara kesaksian Richard Eliezer mengenai kejadian di rumah dinas tersebut turut membantu mengungkap rangkaian perkara. 

Perkara selanjutnya masuk ke persidangan. Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf menjalani proses hukum sesuai peran masing-masing dalam perkara tersebut.

Persidangan menghadirkan berbagai kesaksian dan barang bukti. Keterangan para saksi, rekaman, serta bukti lain dipaparkan dalam proses pemeriksaan di pengadilan hingga majelis hakim menjatuhkan putusan terhadap para terdakwa.

(pm)

Berita Terbaru

Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Cara Aktifkan Kunci Chat WhatsApp untuk Jaga Privasi Obrolan

Lifestyle46 menit lalu
DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

DP2KBP3A Subang Gencarkan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual pada Anak

Subang1 jam lalu
Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Kabar Baik! Pabrik VinFast di Subang Butuh 8.000 Pekerja, KDM Siapkan Pelatihan Prakerja

Subang2 jam lalu
Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Lomba Vlog Kesejarahan Lokal Subang 2026 Dibuka, Ini Ketentuan dan Link Daftarnya

Subang2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Tips Mengatasi Bau Badan Saat Cuaca Panas agar Tetap Segar Sepanjang Hari

Lifestyle2 jam lalu
Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Babak Kedua Denmark Open 2026 Hanya Sisakan 5 Wakil Indonesia, Ini Daftarnya

Olahraga3 jam lalu
Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Hasil Vonis Harun di PN Subang: Divonis 1 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Pertimbangkan Banding

Subang4 jam lalu
BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

BMKG Peringatkan El Niño Sangat Kuat: Awal Musim Hujan 2026/2027 Mundur di 61 Persen Wilayah Indonesia

Nasional4 jam lalu
Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Pemecatan Tidak Terhormat Bupati Gowa Berujung SK, Pansus Ungkap 3 Persoalan

Nasional4 jam lalu
Disdikbud Subang Gelar Lomba Seren Tampi Adat Sunda Antar Siswa SMP Sederajat, Ini Cara Daftarnya

Disdikbud Subang Gelar Lomba Seren Tampi Adat Sunda Antar Siswa SMP Sederajat, Ini Cara Daftarnya

Subang4 jam lalu