Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Sejarah Perjanjian Kalijati di Subang, Awal Pendudukan Jepang di Indonesia

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:00 WIB
Bagikan:
Sejarah Perjanjian Kalijati di Subang, Awal Pendudukan Jepang di Indonesia
Sejarah Perjanjian Kalijati di Subang, Awal Pendudukan Jepang di Indonesia (Image From: Wikipedia)

PASUNDANEKSPRES.ID - Ini dia sejarah Perjanjian Kalijati. Perjanjian Kalijati merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang terjadi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Peristiwa tersebut berlangsung pada 8 Maret 1942 dan menjadi titik penting berakhirnya kekuasaan militer Belanda di Hindia Belanda serta dimulainya pendudukan Jepang.

Dilansir dari Wikipedia, Perjanjian Kalijati merupakan perjanjian yang ditandatangani pada 8 Maret 1942 di Kalijati, Kabupaten Subang. Peristiwa ini berkaitan dengan penyerahan kekuatan militer Hindia Belanda kepada Kekaisaran Jepang pada masa Perang Dunia II.

Sejarah Perjanjian Kalijati 

Berikut ini adalah mengenai poin-poin Perjanjian Kalijati 

Latar Belakang Perjanjian Kalijati

Perjanjian Kalijati tidak terjadi secara tiba-tiba. Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian Perang Dunia II yang meluas hingga kawasan Asia Tenggara.

Pada 1940, Jepang bergabung dengan Jerman dan Italia dalam Blok Poros. Sementara itu, Belanda berada di pihak Sekutu. Situasi perang di Eropa kemudian memberikan kesempatan bagi Jepang untuk memperluas wilayah kekuasaannya di Asia.

Dilansir dari Tirto.id, Jepang mulai melihat Hindia Belanda sebagai wilayah yang strategis karena memiliki sumber daya alam yang dibutuhkan untuk kepentingan perang. Ketegangan antara Jepang dan pemerintah kolonial Belanda semakin meningkat setelah Belanda membekukan aset Jepang yang berada di Indonesia.

Situasi semakin memanas setelah Jepang menyerang Pearl Harbor di Hawaii pada 7 Desember 1941. Serangan tersebut kemudian diikuti dengan gerakan militer Jepang ke berbagai wilayah Asia, termasuk Filipina, Malaya, Hong Kong, Myanmar, dan Hindia Belanda.

Jepang Mulai Menyerang Hindia Belanda

Setelah memperluas kekuasaannya di Asia Tenggara, Jepang mulai menyerang wilayah Hindia Belanda.

Menurut tulisan Muhammad Rijal Fadli dan Dyah Kumalasari dalam Jurnal Sejarah dan Budaya Volume 13 Nomor 2 Tahun 2019 yang dikutip oleh Tirto.id, pasukan Jepang masuk ke wilayah Indonesia pada 12 Januari 1942 melalui Tarakan, Kalimantan Utara.

Jepang kemudian terus bergerak menuju wilayah lainnya. Pada 1 Maret 1942, pasukan Jepang mendarat di beberapa lokasi di Pulau Jawa, termasuk Teluk Banten, Eretan Wetan di Jawa Barat, dan Kragan di Jawa Tengah.

Dilansir dari Tirto.id, Jepang kemudian berhasil menguasai Batavia pada 5 Maret 1942. Pasukan Belanda semakin terdesak hingga akhirnya menyerah di Bandung pada 7 Maret 1942.

Kekalahan tersebut menjadi salah satu faktor yang kemudian membawa pihak Belanda dan Jepang ke perundingan di Kalijati.

Perundingan Perjanjian Kalijati

Perundingan berlangsung pada 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang.

Dikutip dari buku Sejarah Pergerakan Nasional: Dari Budi Utomo Sampai Proklamasi 1908–1945 karya Suhartono yang dilansir oleh Tirto.id, pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa angkatan perang Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

Dari pihak Belanda terdapat Letnan Jenderal Hein Ter Poorten, yang merupakan Komandan Angkatan Perang Belanda di Jawa. Sementara itu, pihak Jepang dipimpin oleh Jenderal Hitoshi Imamura.

Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh Stachouwer juga berkaitan dengan proses penyerahan tersebut.

Isi Perjanjian Kalijati

Inti Perjanjian Kalijati adalah penyerahan tanpa syarat angkatan perang Hindia Belanda kepada Jepang.

Dengan adanya penyerahan tersebut, pasukan Belanda tidak lagi melanjutkan perlawanan terhadap Jepang. Kekuasaan militer kemudian beralih kepada Jepang.

Dilansir dari Tirto.id, peristiwa Kalijati menjadi awal berakhirnya era pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia dan digantikan oleh pendudukan militer Jepang.

Meski sering disebut sebagai penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang, konteks sejarahnya perlu dipahami secara lebih tepat. Perjanjian tersebut terutama berkaitan dengan penyerahan militer, sehingga tidak berarti seluruh pemerintahan sipil Hindia Belanda secara langsung berakhir dalam satu peristiwa.

Dampak Perjanjian Kalijati bagi Indonesia

Setelah penyerahan di Kalijati, Jepang mulai menjalankan pemerintahan militer di wilayah Indonesia.

Dilansir dari Wikipedia, pemerintahan militer Jepang kemudian dibagi ke dalam beberapa wilayah pemerintahan. Pusat pemerintahan militer tersebut antara lain berada di Batavia, Bukittinggi, dan Makassar.

Masa pendudukan Jepang membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat Indonesia. Sistem pemerintahan, ekonomi, pendidikan, organisasi masyarakat, hingga kehidupan sosial mengalami perubahan karena berada di bawah kepentingan pemerintahan militer Jepang.

Pendudukan tersebut berlangsung hingga Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia II pada 1945.

Hubungan Perjanjian Kalijati dengan Kemerdekaan Indonesia

Perjanjian Kalijati terjadi lebih dari tiga tahun sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada 1945, terjadi kekosongan kekuasaan yang kemudian menjadi salah satu bagian dari situasi yang membuka kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan.

Indonesia akhirnya memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Dengan demikian, Perjanjian Kalijati merupakan salah satu bagian dari rangkaian panjang sejarah Indonesia sebelum kemerdekaan. Peristiwa ini memperlihatkan perubahan kekuasaan dari pemerintahan kolonial Belanda menuju pendudukan militer Jepang.

Itulah mengenai sejarah Perjanjian Kalijati. Perjanjian Kalijati berlangsung pada 8 Maret 1942 di Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Peristiwa ini merupakan penyerahan tanpa syarat angkatan perang Hindia Belanda kepada Jepang setelah pasukan Belanda mengalami kekalahan dalam menghadapi serangan Jepang.

(ipa)

Berita Terbaru

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang Masuk 4 Besar Daerah dengan Tambang Ilegal Terbanyak di Jabar, Ini Jumlahnya

Subang1 jam lalu
Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Uu Soroti Penurunan Perolehan Suara PPP di Subang, Minta Kader Menangkan Lima Kursi DPRD

Headline1 jam lalu
Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Rekomendasi Villa untuk Gathering di Subang yang Pas Buat Acara Rame-rame

Lifestyle2 jam lalu
Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Apa Itu Eskul Korp Kadet di SMA? Ini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya

Nasional3 jam lalu
ADVERTISEMENT
Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Bagaimana Cara Melamar Di Kawasan Industri Subang Terbaru 2026, Lengkap dengan Jalur Resmi

Subang4 jam lalu
Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Belum Dieksekusi, Silfester Matutina Malah Sempat Jadi Komisaris BUMN, Cuma 5 Hari Menjabat

Nasional5 jam lalu
Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Kawasan Industri Subang Makin Ramai, Hotel dan Penginapan Bakal Ketiban Berkah

Subang6 jam lalu
Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Tiga Calon Sekda Subang Jalani Cek Kesehatan di RSUD Ciereng

Headline6 jam lalu
Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Kasus Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Terungkap

Nasional7 jam lalu
Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Rekomendasi Tempat Ngopi untuk Meeting di Subang Paling Nyaman, Cek di Sini!

Lifestyle8 jam lalu