Waspada Kenaikan Kasus ISPA di Subang, Kenali Etika Batuk dan Bersin yang Tepat

PASUNDANEKSPRES.ID - Musim kemarau tentunya membuat udara di sejumlah wilayah Subang terasa lebih kering. Kondisi tersebut juga membuat debu lebih mudah beterbangan, ditambah paparan polusi dari aktivitas kendaraan maupun lingkungan sekitar yang dapat menggangg kesehatan saluran pernapasan.
Di tengah kondisi itu, masyarakat tetap menjalani aktivitas sehari-hari di berbagai ruang bersama. Karena itu, menjaga kebersihan dan kesehatan pernapasan menjadi hal yang penting terutaam ketika muncul batuk atau bersin.
Kasus ISPA di Subang sendiri telah mencapai 105.569 kasus hingga Agustus 2026. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Subang tersebut mencakup berbagai kelompok usia dan menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Angka pada 2025 tercatat 98.990 kasus. Artinya, terdapat tambahan 6.579 kasus atau sekitar 6 persen pada periode yang sama tahun ini.
Di tengah kasus ISPA di Subang yang sedang meningkat tersebut, menjaga kesehatan saluran pernapasan tidak hanya berkaitan dengan kondisi tubuh sendiri. Kebiasaan ketika sedang batuk atau bersin juga perlu diperhatikan karena percikan dari saluran pernapasan dapat menyebar ke lingkungan sekitar.
Waspada Kenaikan Kasus ISPA di Subang, Apa yang Harus Dilakukan?
Menutup mulut ketika batuk atau bersin memang sudah menjadi kebiasaan yang umum.
Namun, tangan bukan pilihan yang paling tepat jika setelahnya digunakan untuk memegang gagang pintu, meja, ponsel, atau benda lain yang juga disentuh banyak orang.
Tisu dapat digunakan untuk menutup hidung dan mulut ketika batuk atau bersin. Setelah digunakan, tisu sebaiknya langsung dibuang ke tempat sampah.
Tidak membawa tisu? Bagian dalam siku bisa digunakan untuk menutup mulut dan hidung. Cara ini membantu mengurangi kemungkinan tangan menjadi media perpindahan kuman setelah batuk atau bersin.
Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari:
- Gunakan tisu untuk menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin.
- Buang tisu bekas ke tempat sampah setelah digunakan.
- Gunakan siku bagian dalam jika tidak memiliki tisu.
- Cuci tangan setelah batuk atau bersin.
- Hindari menyentuh wajah sebelum tangan dibersihkan.
- Gunakan masker ketika sedang mengalami batuk atau gejala gangguan pernapasan.
- Kurangi kontak terlalu dekat dengan orang lain ketika sedang tidak enak badan.
Kebiasaan tersebut terasa sederhana karena memang bisa dilakukan tanpa persiapan khusus. Justru karena mudah, penerapannya bisa dimulai dari aktivitas sehari-hari.
Musim Kemarau dan Risiko Gangguan Pernapasan
Kondisi lingkungan juga ikut menjadi bagian dari persoalan kesehatan pernapasan di Subang. Saat kemarau, udara cenderung lebih banyak membawa debu, terutama di area yang kering atau banyak aktivitas kendaraan.
Dinkes Subang menyebut paparan debu dapat mengiritasi saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat membuat saluran pernapasan lebih rentan mengalami gangguan. Perubahan cuaca dan kondisi daya tahan tubuh juga menjadi faktor lain yang perlu diperhitungkan.
“Banyak hal yang memengaruhi. Sekarang ini musim kering, udara memang debunya banyak, sehingga potensinya cukup besar untuk terjadinya ISPA. Udara ini menyebabkan iritasi yang menimbulkan luka sehingga memudahkan terinfeksi kuman, bakteri dan virus,” jelas Kepala Dinkes Subang melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Indriati.
Karena itu, orang yang banyak beraktivitas di luar rumah dapat menyiapkan masker sebelum bepergian. Masker juga dianjurkan ketika sedang sakit agar aktivitas sehari-hari tidak sekaligus meningkatkan risiko penularan gangguan pernapasan kepada orang lain.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengonsumsi makanan bergizi juga dianjurkan. Air putih dapat dibawa saat beraktivitas di luar, sementara pola makan tetap perlu dijaga meski kegiatan sedang padat.
Kondisi seperti ini tidak berarti setiap batuk atau bersin pasti berkaitan dengan ISPA. Batuk dan bersin bisa muncul karena berbagai kondisi. Namun, menerapkan etika yang benar tetap menjadi kebiasaan baik, terlebih ketika sedang berada di tengah banyak orang.
(pm)
