Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

30 Persen Peserta Program Magang Nasional Langsung Direkrut oleh Perusahaan

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|10:25 WIB
Bagikan:
30 Persen Peserta Program Magang Nasional Langsung Direkrut oleh Perusahaan
Seskab Teddy Indra Wijaya

PASUNDANEKSPRES.ID - Peserta Program Magang Nasional menunjukkan capaian positif dalam upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi.

Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, Adinda Tenriangke Muchtar, mengapresiasi Program Magang Nasional yang dijalankan pemerintah sebagai salah satu strategi memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat keterhubungan antara lulusan baru dan dunia industri.

Menurut Adinda, Program Magang Nasional menjadi langkah yang tepat untuk membekali lulusan dengan pengalaman kerja yang relevan sebelum memasuki dunia kerja.

Melalui program tersebut, lulusan baru memiliki kesempatan memperoleh pengalaman profesional sekaligus membangun jaringan dengan perusahaan.

Adinda menjelaskan, Program Magang Nasional yang mulai dilaksanakan sejak September 2025 turut mendukung pemberdayaan tenaga kerja muda melalui penyediaan pengalaman kerja, akses ke perusahaan, serta penghasilan selama masa magang yang mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Program ini mendukung pemberdayaan, termasuk dalam hal terciptanya lapangan kerja dan memastikan bahwa lulusan S1 bisa mengikuti program magang yang memberikan pintu dan kesempatan ke perusahaan terkait sekaligus juga ada pendapatan berdasarkan UMP,” ujar Adinda.

Ia menilai capaian awal Program Magang Nasional layak diapresiasi. Berdasarkan data pemerintah yang disampaikan Menteri Ketenagakerjaan dan Sekretaris Kabinet, sekitar 30 persen peserta berhasil memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan masa magang selama enam bulan.

“Saya rasa tahun ini tentu patut diapresiasi. Setidaknya berdasarkan data dari pemerintah yang disampaikan oleh Menaker maupun Setkab disebutkan bahwa 30 persen bahkan setelah enam bulan magang sudah bisa bekerja dan mendapatkan pendapatan sesuai dengan UMP selain tentunya pengalaman selama magang tersebut,” katanya.

Meski memberikan apresiasi, Adinda juga menyampaikan sejumlah masukan agar pelaksanaan program semakin optimal. Ia meminta pemerintah memastikan rencana penambahan kuota dari 100 ribu menjadi 150 ribu peserta disertai pemerataan akses, evaluasi berbasis data, serta penerapan prinsip meritokrasi sehingga penempatan peserta benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.

Selain itu, pemerintah dinilai perlu membuka data mengenai asal perguruan tinggi peserta, persebaran wilayah, kompetensi yang dimiliki, hingga tingkat penyerapan tenaga kerja.

Transparansi data tersebut penting sebagai dasar evaluasi kebijakan sekaligus penyempurnaan Program Magang Nasional pada pelaksanaan berikutnya.

Adinda juga menekankan bahwa evaluasi program tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi perlu melibatkan peserta magang dan perusahaan mitra. Menurutnya, perluasan kesempatan bagi penyandang disabilitas juga harus dibarengi dengan kesiapan dunia usaha agar implementasi program berjalan lebih efektif.

Di sisi lain, pemerintah menyebut Program Magang Nasional telah memberikan hasil yang menggembirakan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan sebanyak 100 ribu orang mengikuti Program Magang Nasional sepanjang 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen Peserta Program Magang Nasional langsung diterima bekerja setelah menyelesaikan masa magang.

“Program ini menjadi jembatan bagi para lulusan baru untuk memasuki dunia kerja, sekaligus memberikan pengalaman dan penghasilan selama masa magang,” kata Teddy.

Pada 2026, pemerintah akan memperluas cakupan Program Magang Nasional dengan membuka kesempatan yang lebih besar bagi lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan pendidikan profesi dan penyandang disabilitas.

Perluasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sekaligus memperbesar peluang Peserta Program Magang Nasional untuk memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan masa magang. Program ini juga diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menekan angka pengangguran lulusan perguruan tinggi di Indonesia.

Berita Terbaru

Tempat Meeting dan Gathering Outdoor di Subang, Bisa di Tempat Ini!

Tempat Meeting dan Gathering Outdoor di Subang, Bisa di Tempat Ini!

Lifestyle37 menit lalu
Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

Nasional10 jam lalu
Ramah Tamah HANTARU 2026, Wamen Ossy: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

Ramah Tamah HANTARU 2026, Wamen Ossy: Momentum Transformasi Layanan yang Memberi Kepastian

Nasional11 jam lalu
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026

Olahraga11 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pelayanan Kesehatan jadi Pengaduan Terbanyak di Subang

Pelayanan Kesehatan jadi Pengaduan Terbanyak di Subang

Subang11 jam lalu
Realisasikan DD, Pemdes Margahayu Bangun Jalan Cor Beton di Kampung Cisuri

Realisasikan DD, Pemdes Margahayu Bangun Jalan Cor Beton di Kampung Cisuri

Subang12 jam lalu
Harapan Adi Suryadi Miliki Rumah Layak Akhirnya Terwujud, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Rutilahu

Harapan Adi Suryadi Miliki Rumah Layak Akhirnya Terwujud, BAZNAS Subang Salurkan Bantuan Rutilahu

Subang12 jam lalu
BRIN Gandeng Pemkab Subang Rancang Strategi Investasi Industrialisasi Hijau

BRIN Gandeng Pemkab Subang Rancang Strategi Investasi Industrialisasi Hijau

Headline12 jam lalu
Kemarau Panjang Minim Pasokan Air, Petani Tanam Padi di Area Terbatas

Kemarau Panjang Minim Pasokan Air, Petani Tanam Padi di Area Terbatas

Subang12 jam lalu
Lokasi Capacity Building di Subang yang Cocok untuk Membangun Kekompakan Tim

Lokasi Capacity Building di Subang yang Cocok untuk Membangun Kekompakan Tim

Lifestyle12 jam lalu