AMI Awards 2026 Memanas! Musisi Angkat Isu Ketimpangan, Lingkungan, hingga Kebijakan Pemerintah

PASUNDAN EKSPRES.ID – Gelaran Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026 bukan hanya menjadi panggung apresiasi bagi musisi dan pekerja industri musik Tanah Air.
Malam puncak penyelenggaraan ke-29 yang berlangsung di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026), juga dimanfaatkan sejumlah musisi untuk menyampaikan keresahan mengenai kondisi sosial, kebijakan pemerintah, hingga krisis lingkungan.
Sejumlah nama seperti Hindia, Dipha Barus, Idgitaf, Kunto Aji, dan Andien menyampaikan pesan melalui pidato kemenangan maupun pernyataan kepada awak media.
Momen tersebut membuat AMI Awards tahun ini tak hanya ramai karena daftar pemenang, tetapi juga karena pesan yang dibawa para musisi ke atas panggung.
Salah satu momen yang menjadi perhatian terjadi ketika Hindia dan Dipha Barus menerima penghargaan kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik melalui lagu Nafas.
Keduanya mengangkat tiga jari setelah menyampaikan pesan tentang kondisi lingkungan dan kebijakan yang dinilai belum berpihak.
Hindia dan Dipha Barus Singgung Kebijakan Serta Krisis Lingkungan
Hindia, yang memiliki nama asli Baskara Putra, menjelaskan bahwa lagu Nafas bercerita tentang harapan dan doa keluarga.
Namun, ia juga menggunakan momen kemenangan tersebut untuk menyampaikan solidaritas kepada pihak-pihak yang terdampak kerusakan lingkungan dan kebijakan yang dianggap tidak berpihak.
"Malam ini kami dedikasikan untuk teman-teman yang sulit bernapas, karena alamnya dibakar," ujar Hindia di atas panggung.
Ia kemudian melanjutkan pesannya dengan mengangkat jari kedua. "Untuk yang sulit bernapas, karena kebijakan tidak berpihak pada kita semua!"
Hindia menutup pernyataannya dengan pesan, "Dan untuk yang masih diadu domba!"
Gestur tiga jari yang ditunjukkan Hindia dan Dipha Barus menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam gelaran tersebut.
Keduanya meraih penghargaan melalui lagu Nafas setelah mengungguli sejumlah nominator lain.
Dalam kesempatan terpisah, Hindia juga menyampaikan pandangannya mengenai hubungan musik dan kondisi sosial-politik.
Menurut dia, seni tidak bisa dilepaskan dari persoalan yang terjadi di sekitarnya.
"Kalau buat saya pribadi seni itu selalu inherently political dan sebaliknya gitu. Kayaknya akan sangat sulit untuk memisahkan kesenian dengan sosial politik karena dia secara sifat akan selalu politis gitu," katanya saat diwawancarai di area karpet merah.
Idgitaf Bawa Pesan Soal Banjir, Longsor, Dan Kebakaran Hutan
Pesan mengenai krisis lingkungan juga disampaikan Idgitaf ketika menerima penghargaan Album Terbaik Terbaik melalui album Berusaha di Bawah Hujan.
Dalam pidato kemenangannya, Idgitaf menyinggung kondisi orang-orang yang mengalami dampak bencana dengan situasi berbeda.
Ada yang menghadapi banjir dan longsor ketika hujan turun, sementara pihak lain justru membutuhkan hujan karena wilayahnya dilanda kebakaran hutan.
"Berbicara tentang hujan, di luar sana ada yang sangat membenci hujan karena longsor dan banjir, ada juga yang sedang merindukan hujan karena kebakaran hutan dan lain sebagainya. Walaupun mereka berbeda situasinya dalam mencintai atau membenci hujan, ada kesamaan dalam keduanya, mereka membutuhkan restorasi dan akuntabilitas. Terima kasih, saya Idgitaf," ujar Idgitaf.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana Idgitaf menggunakan panggung penghargaan untuk mengingatkan pentingnya pemulihan lingkungan serta pertanggungjawaban terhadap persoalan yang berdampak pada kehidupan banyak orang.
Selain Album Terbaik Terbaik, Idgitaf juga meraih penghargaan Karya Produksi Folk/Country/Balada Terbaik melalui lagu Sedia Aku Sebelum Hujan. Lagu yang sama mendapatkan penghargaan Video Lirik Pilihan Penikmat Musik.
Kunto Aji Sebut Musisi Punya Tanggung Jawab Menyuarakan Keresahan
Musisi Kunto Aji turut menyampaikan pandangan mengenai peran seniman dalam merespons persoalan sosial dan kebijakan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan ketika menghadiri karpet merah AMI Awards 2026.
Menurut Kunto Aji, musisi memiliki ruang untuk menyampaikan kegelisahan yang mungkin tidak dapat disuarakan secara langsung oleh sebagian orang.
Ia menilai suara tersebut perlu dibawa ke ruang publik agar mendapat perhatian lebih luas.
"Harus (bersuara). Menurut saya, posisi punya tanggung jawab. Kita sebagai orang-orang yang mewakili suara-suara yang di luar sana, mewakili orang-orang yang tidak bisa bersuara, kita harus mengeluarkan keresahan-keresahan itu. Jadi jangan hanya sampai di bawah saja gitu. Biar suara-suara itu muncul di permukaan. Dan musik kan selalu jadi penanda sebuah peradaban dan kebudayaan ya, jadi musisi harus bisa menyuarakan keresahan-keresahan itu dengan lantang," ujar Kunto.
Ia juga mengaku pernah menerima gangguan setelah menyampaikan kritik di ruang publik. Salah satu pengalaman yang diceritakannya adalah menerima pesanan makanan fiktif yang dikirim ke alamat rumahnya ketika sebuah unggahan di media sosial sedang ramai diperbincangkan.
Meski demikian, Kunto mengatakan pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti menyampaikan pandangan. Ia menilai keresahan yang muncul bukan hanya dirasakan satu atau dua orang.
Kunto Aji sendiri membawa pulang penghargaan Artis Solo Alternatif Terbaik melalui lagu bERANI dalam AMI Awards 2026.
Andien ajak musisi menaruh empati
Penyanyi Andien juga menyampaikan pesan mengenai kondisi Indonesia ketika menerima penghargaan Artis Solo Soul/R&B Alternatif Terbaik lewat lagu Jatuh Pelan dalam album Sehidup Semusik.
Dalam pidatonya, Andien menyampaikan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang sedang terjadi di Tanah Air.
"Pada malam hari ini aku juga ingin menaruh hati dan empati yang sangat-sangat besar terhadap apa yang terjadi di Indonesia," ujar Andien.
Penyanyi yang telah berkarier selama 26 tahun di industri musik tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Tuhan, keluarga, manajemen, tim, dan para penggemarnya. Ia menyebut musik menjadi ruang bagi musisi untuk berkarya sekaligus mengeksplorasi diri dan musik.
Pesan Andien menambah rangkaian pernyataan para musisi yang menggunakan momentum AMI Awards untuk menyampaikan kepedulian terhadap situasi di Indonesia.
AMI Awards 2026 hadirkan 67 kategori
Di luar pesan sosial yang disampaikan para musisi, AMI Awards 2026 juga memberikan apresiasi kepada karya dari berbagai genre. Penyelenggaraan ke-29 ini mengusung tema Ruang Nada Nusantara.
Berdasarkan laporan mengenai penyelenggaraan tahun ini, terdapat 67 kategori penghargaan dengan empat kategori baru, termasuk musik Etno, Hipdut, dan Lagu Pesta Timur. Jumlah karya yang masuk dalam proses penilaian dilaporkan mencapai 5.360 lagu.
Penghargaan AMI Awards
Beberapa nama yang berhasil membawa pulang penghargaan utama di antaranya:
- Tulus – Karya Produksi Terbaik Terbaik melalui lagu Teh Hijau.
- Idgitaf – Album Terbaik Terbaik melalui album Berusaha di Bawah Hujan.
- Bernadya – Artis Solo Wanita Pop Terbaik melalui lagu Rabun Jauh.
- Kunto Aji – Artis Solo Alternatif Terbaik melalui lagu bERANI.
- Hindia dan Dipha Barus – Artis Solo/Grup/Kolaborasi Dance Terbaik melalui lagu Nafas.
- Andien – Artis Solo Soul/R&B Alternatif Terbaik melalui lagu Jatuh Pelan.
- no na – Pendatang Baru Terbaik Terbaik melalui lagu rollerblade.
Rangkaian pidato dan pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa panggung AMI Awards 2026 juga menjadi ruang bagi musisi untuk menyampaikan pandangan di luar urusan penghargaan.
Isu lingkungan, kebijakan publik, dan keresahan sosial muncul dalam pesan yang disampaikan Hindia, Idgitaf, Kunto Aji, serta Andien pada malam puncak penghargaan tersebut.
