Bandara Husein Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Bandara Kertajati Sekarang? Ini Jawabannya

PASUNDAN EKSPRES.ID – Nasib Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali menjadi perhatian setelah pemerintah menyiapkan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Bandung.
Kebijakan tersebut sempat menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan Kertajati, terutama karena sebelumnya penerbangan dari Bandung dialihkan ke bandara yang berada di Kabupaten Majalengka tersebut.
Namun, hingga awal September 2026, Kertajati belum ditinggalkan.
Bandara yang berada di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, itu masih memiliki sejumlah fungsi dan rute penerbangan.
Bahkan, pemerintah Jawa Barat telah menetapkan pembagian peran antara Kertajati dan Husein Sastranegara.
Lantas, bagaimana nasib Bandara Kertajati sekarang?
Kertajati tetap menjadi bandara penting Jawa Barat
Kertajati masih menjadi bagian dari sistem transportasi udara Jawa Barat. Situs resmi PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) mencantumkan sejumlah penerbangan domestik yang beroperasi dari bandara tersebut.
Dalam daftar jadwal penerbangan yang tersedia di situs resmi BIJB, terdapat penerbangan menuju sejumlah kota seperti Medan, Batam, Denpasar, Makassar, Balikpapan, Palembang dan Banjarmasin. Beberapa rute tercatat beroperasi setiap hari.
Untuk penerbangan internasional, jadwal yang tercantum juga mencakup rute menuju Kuala Lumpur.
Artinya, Kertajati tetap memiliki aktivitas penerbangan dan bukan menjadi bandara yang berhenti beroperasi.
Kertajati tetap dipakai untuk haji dan umrah
Salah satu fungsi yang dipastikan tetap berada di Kertajati adalah penerbangan ibadah haji dan umrah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sebelumnya menegaskan pembagian peran antara Bandara Husein Sastranegara dan Kertajati. Dalam keterangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dedi menyatakan:
"Nanti biar tidak menjadi salah persepsi. Untuk kegiatan penerbangan Haji dan Umrah, tetap menggunakan Bandara Kertajati."
Pernyataan tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai arah pengelolaan dua bandara di Jawa Barat.
Husein Sastranegara disiapkan kembali untuk penerbangan tertentu, sementara Kertajati tetap memegang peran penting untuk penerbangan haji dan umrah.
Sebelumnya, Pemprov Jawa Barat juga menyambut penerbangan umrah reguler dari Kertajati sebagai bagian dari upaya meningkatkan aktivitas bandara.
Pemerintah daerah berharap konektivitas dari Kertajati ke Timur Tengah dapat terus berkembang.
Husein Sastranegara akan kembali melayani pesawat jet
Pertanyaan mengenai nasib Bandara Kertajati sekarang muncul semakin kuat setelah pemerintah memutuskan mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung.
Kementerian Perhubungan menyiapkan Husein Sastranegara untuk kembali melayani penerbangan komersial dengan pesawat jet.
Berdasarkan informasi terbaru yang dilaporkan detik, penerbangan komersial dijadwalkan kembali pada 17 September 2026.
Reaktivasi tersebut bukan berarti seluruh penerbangan dari Jawa Barat kembali dipindahkan ke Bandung.
Pemerintah justru tengah menyusun pembagian fungsi agar kedua bandara dapat tetap beroperasi dengan peran yang berbeda.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebelumnya juga menegaskan bahwa Kertajati tidak akan ditinggalkan meski Husein Sastranegara kembali melayani penerbangan.
Ada kekhawatiran soal trafik Kertajati
Meski tetap beroperasi, Kertajati masih menghadapi persoalan trafik penerbangan.
Pada Juli 2026, Bisnis Indonesia melaporkan PT BIJB mengungkap sejumlah faktor yang membuat operasional bandara belum maksimal.
Beberapa faktor yang disebut antara lain kondisi industri penerbangan yang belum sepenuhnya pulih, berkurangnya armada pesawat serta tingginya biaya operasional.
Kondisi tersebut membuat pengembangan Kertajati membutuhkan strategi yang tidak hanya mengandalkan penerbangan penumpang reguler.
Penguatan penerbangan umrah, haji, penerbangan internasional, kargo, serta aktivitas pendukung menjadi bagian dari opsi yang terus dikembangkan.
Kertajati juga diarahkan menjadi pusat kargo
Selain penerbangan penumpang, Kertajati memiliki peluang dari sektor logistik udara.
PT BIJB sebelumnya memuat informasi pemerintah mengenai rencana menjadikan Kertajati sebagai pusat bandara kargo yang terhubung dengan Pelabuhan Patimban.
Konsep tersebut menempatkan Kertajati dan Patimban sebagai bagian dari ekosistem logistik Jawa Barat.
Kertajati diarahkan untuk menangani kegiatan kargo udara, sementara Patimban memiliki peran besar dalam transportasi laut.
Posisi geografis Kertajati juga menjadi salah satu modal pengembangan.
Berdasarkan informasi resmi BIJB, bandara tersebut berada di Majalengka dan terhubung dengan jaringan jalan tol serta akses transportasi yang mendukung konektivitas kawasan Jawa Barat.
Jadi bagaimana nasib Kertajati?
Jika melihat perkembangan hingga awal September 2026, nasib Bandara Kertajati sekarang bukan ditutup atau ditinggalkan.
Bandara tersebut masih melayani penerbangan, mempunyai jadwal domestik dan internasional, serta tetap disiapkan untuk penerbangan haji dan umrah.
Pada saat yang sama, reaktivasi Husein Sastranegara membuat pola penerbangan di Jawa Barat kembali dibagi.
Pemerintah Jawa Barat menyatakan penerbangan haji dan umrah tetap menggunakan Kertajati, sementara Husein akan kembali melayani penerbangan komersial tertentu.
Dengan kondisi tersebut, perkembangan Kertajati ke depan akan sangat bergantung pada peningkatan trafik, penambahan rute, penguatan penerbangan ibadah, serta pemanfaatan bandara sebagai bagian dari jaringan logistik Jawa Barat.
Memasuki September 2026, Kertajati masih memiliki sejumlah agenda penting.
Di tengah kembalinya aktivitas pesawat jet di Husein Sastranegara, bandara di Majalengka tersebut tetap diposisikan untuk menjalankan fungsi strategisnya, khususnya penerbangan haji dan umrah serta pengembangan konektivitas dan logistik Jawa Barat.
