Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pabrik BYD di Subang Targetkan Kapasitas Produksi hingga 150.000 Unit per Tahun

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|13:32 WIB
Bagikan:
Pabrik BYD di Subang Targetkan Kapasitas Produksi hingga 150.000 Unit per Tahun
Produsen kendaraan energi baru BYD secara resmi membuka fasilitas manufaktur pertamanya di Indonesia.

PASUNDANEKSPRES.ID - Produsen kendaraan energi baru BYD secara resmi membuka fasilitas manufaktur pertamanya di Indonesia. Pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, tersebut dibangun di atas area dengan luas sekitar 126 hektare.

Fasilitas manufaktur ini memiliki kapasitas produksi yang ditargetkan mencapai 150.000 unit kendaraan setiap tahun. Kehadirannya menjadi bagian dari langkah BYD dalam meningkatkan lokalisasi produksi sekaligus mengembangkan ekosistem kendaraan energi baru di Tanah Air.

Pembangunan pabrik BYD di Subang membutuhkan waktu sekitar 20 bulan sejak proyek mulai dikerjakan. Dengan beroperasinya fasilitas tersebut, Indonesia kini menjadi negara ke-13 di dunia yang menjadi lokasi manufaktur BYD.

Peresmian pabrik BYD Indonesia dilakukan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan.

Acara peresmian itu juga dihadiri Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, sejumlah pejabat pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang terlibat dalam sektor industri.

Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas manufaktur di Indonesia merupakan bagian dari komitmen jangka panjang BYD terhadap potensi pasar serta pertumbuhan industri kendaraan energi baru di kawasan Asia Tenggara.

Ia menjelaskan, pabrik tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat produksi kendaraan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan industri nasional, mengembangkan sumber daya manusia, serta memperluas peran perusahaan lokal dalam rantai pasok kendaraan energi baru.

“Kehadiran fasilitas manufaktur BYD di Subang memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar memproduksi kendaraan di Indonesia. Ini merupakan langkah untuk membangun kapabilitas bersama, membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, mengembangkan talenta dan keterampilan, serta memperkuat keterlibatan industri Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru,” ujar Eagle dikutip dari RM.id.

Eagle menambahkan bahwa BYD berupaya agar pertumbuhan bisnisnya di Indonesia dapat memberikan kontribusi dan nilai tambah yang lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Selain memperkuat sektor manufaktur kendaraan, BYD juga berencana mengembangkan sejumlah kemampuan pendukung lainnya di Indonesia. Salah satunya mencakup pengembangan fasilitas baterai serta berbagai komponen yang diperlukan untuk membangun ekosistem kendaraan energi baru.

Pabrik BYD di Subang dibekali tingkat otomatisasi tinggi serta menerapkan sistem manufaktur cerdas yang terintegrasi dalam proses produksinya.

Dalam kegiatan produksinya, terdapat tiga tahapan utama yang saling terintegrasi, yakni welding, painting, dan final assembly. Ketiganya menjadi bagian penting dalam rangkaian proses pembuatan kendaraan.

Pada bagian welding, BYD menerapkan sistem produksi fleksibel multi-model sehingga beberapa jenis kendaraan dapat dibuat dalam satu lini produksi. Teknologi otomatisasi dan robotik juga digunakan untuk mempertahankan tingkat presisi serta konsistensi dalam proses pembentukan bodi kendaraan.

Tahap painting dilengkapi dengan sistem produksi sekaligus kontrol kualitas yang terintegrasi. Sistem tersebut digunakan untuk menjaga kualitas permukaan kendaraan sekaligus memastikan perlindungan bodi.

Selanjutnya, pada proses final assembly, seluruh komponen kendaraan dipasang dan melalui serangkaian pemeriksaan serta penyetelan. Setelah proses perakitan selesai, kendaraan menjalani pemeriksaan akhir sebelum dinyatakan memenuhi standar dan siap didistribusikan kepada konsumen.

BYD juga menetapkan target peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan yang diproduksi di Indonesia hingga mencapai 60 persen pada Januari 2027.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai keberadaan fasilitas manufaktur BYD tidak hanya berarti bertambahnya jumlah pabrik di Indonesia. Menurutnya, investasi tersebut turut berperan dalam memperkuat struktur industri nasional melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

“Pemerintah tidak hanya ingin membangun pasar kendaraan listrik, tetapi juga memastikan perkembangan ini mampu memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi di dalam negeri, termasuk melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri,” ujar Agus.

Agus berharap kehadiran pabrik tersebut dapat memberikan dampak positif yang lebih luas, baik bagi BYD maupun bagi kemajuan industri dalam negeri serta pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan berharap investasi BYD di Subang dapat memicu munculnya industri-industri baru yang berperan dalam menopang pertumbuhan ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.

“Kita melihat pembangunan pabrik BYD ini bukan hanya sebagai investasi di sektor otomotif, tetapi sebagai bagian dari pembangunan ekosistem industri baru di Indonesia. Satu investasi besar harus melahirkan industri-industri baru di sekelilingnya,” ujar Luhut.

Ia juga berharap keberadaan fasilitas tersebut dapat meningkatkan peran industri nasional dan tenaga kerja Indonesia, sekaligus membuka kesempatan bagi produk dalam negeri untuk menembus pasar internasional.

“Dari Subang kita tidak hanya memproduksi kendaraan untuk Indonesia, tetapi juga membawa produk buatan Indonesia ke dunia,” kata Luhut.

Berita Terbaru

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Tempat Wisata Murah Meriah di Subang, Tetap Seru Meski Hemat Budget

Lifestyle21 menit lalu
Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Ada Konser Musik di Alun-Alun, Satlantas Polres Subang Berlakukan Rekayasa Lalu Lintas

Subang1 jam lalu
Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Asap Karhutla di Pulau Jawa: BMKG Ingatkan Pentingnya Pemantauan Kualitas Udara

Nasional2 jam lalu
Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun, Joko Nugroho Ungkap Sifat Asli Almarhum

Headline9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Nasional11 jam lalu
Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital

Nasional11 jam lalu
Polisi Tangkap Dua Orang Terduga Penyalahgunaan Narkotika di Subang, 75 Paket Sabu Disita

Polisi Tangkap Dua Orang Terduga Penyalahgunaan Narkotika di Subang, 75 Paket Sabu Disita

Headline13 jam lalu
Cara Aktifkan Fitur Schedule Call WhatsApp, Biar Gak Lupa!

Cara Aktifkan Fitur Schedule Call WhatsApp, Biar Gak Lupa!

Lifestyle15 jam lalu
Sinopsis Drama Korea Final Table, Ahn Hyo Seop jadi Chef

Sinopsis Drama Korea Final Table, Ahn Hyo Seop jadi Chef

Lifestyle16 jam lalu
Apa Saja Makanan Gluten Free? Ini Daftar Pilihan yang Mudah Ditemukan

Apa Saja Makanan Gluten Free? Ini Daftar Pilihan yang Mudah Ditemukan

Lifestyle16 jam lalu