Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

BBM Langka di Bali, Ini yang Menjadi Biang Kerok!

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|09:20 WIB
Bagikan:
BBM Langka di Bali, Ini yang Menjadi Biang Kerok!
Personel Polda Bali melakukan pengamanan serta pengaturan lalu lintas di sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang BBM, Selasa (13/10/2026). (Dok. Polda Bali)

PASUNDANEKSPRES.ID – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah Bali menjadi perhatian masyarakat. Antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) muncul setelah pasokan BBM mengalami gangguan. Kondisi ini ternyata dipicu oleh kendala teknis kapal pengangkut BBM saat hendak melakukan proses bongkar muat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gangguan tersebut terjadi ketika kapal tanker mengalami masalah saat menurunkan jangkar. Akibatnya, jadwal kapal untuk bersandar dan menurunkan muatan BBM mengalami keterlambatan dari waktu yang telah direncanakan.

Semula, kapal dijadwalkan melakukan proses bongkar muat pada pukul 06.30 WITA. Namun, karena kendala teknis tersebut, prosesnya baru dapat dilakukan sekitar pukul 22.00 WITA.

Keterlambatan ini berdampak terhadap distribusi BBM dari terminal penyimpanan menuju SPBU. Sejumlah SPBU mengalami kekosongan stok sebelum pasokan baru tiba dan dapat disalurkan kepada masyarakat.

Kapal Tanker Bermasalah, Distribusi BBM Terganggu

Gangguan pada kapal pengangkut BBM menjadi salah satu faktor utama yang memicu kelangkaan bahan bakar di Bali.

Proses bongkar muat kapal tanker merupakan bagian penting dalam rantai distribusi BBM. Ketika aktivitas tersebut tertunda, penyaluran pasokan ke terminal BBM ikut terhambat sehingga memengaruhi ketersediaan bahan bakar di SPBU.

Dampaknya semakin terasa ketika stok yang tersedia di sejumlah SPBU tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pasokan berikutnya datang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa keterlambatan pada satu tahapan distribusi dapat menimbulkan efek berantai terhadap ketersediaan BBM di lapangan.

Konsumsi Tinggi dan Panic Buying Memperparah Situasi

Selain kendala teknis kapal tanker, tingginya konsumsi BBM masyarakat juga ikut memperberat situasi.

Permintaan terhadap BBM, terutama Pertalite, membuat persediaan di sejumlah SPBU lebih cepat terkuras. Situasi tersebut semakin diperparah oleh aksi panic buying atau pembelian secara berlebihan karena masyarakat khawatir kehabisan bahan bakar.

Ketika kabar kelangkaan menyebar, sebagian warga cenderung mengisi BBM lebih banyak atau lebih cepat dari kebiasaan mereka. Akibatnya, antrean kendaraan meningkat dan stok di SPBU semakin cepat habis.

Meski demikian, keterlambatan distribusi dan peningkatan pembelian perlu dibedakan dari kondisi kekurangan pasokan secara menyeluruh. Gangguan distribusi pada waktu tertentu tidak serta-merta berarti seluruh persediaan BBM di Bali telah habis.

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Situasi kelangkaan BBM di Bali menjadi pengingat pentingnya menjaga kelancaran distribusi energi, terutama di wilayah dengan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata yang tinggi.

Kepastian jadwal kedatangan kapal, kelancaran bongkar muat, serta distribusi dari terminal menuju SPBU menjadi faktor penting untuk memulihkan ketersediaan BBM.

Masyarakat juga diharapkan tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan agar tidak memperburuk antrean maupun mempercepat habisnya stok di SPBU.

Informasi mengenai perkembangan pasokan dan kondisi SPBU sebaiknya merujuk pada pengumuman resmi pihak terkait agar masyarakat tidak terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.

Berita Terbaru

Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Headline18 menit lalu
Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Olahraga1 jam lalu
Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Nasional2 jam lalu
Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Nasional3 jam lalu
Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Subang4 jam lalu
Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Nasional5 jam lalu
Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Lifestyle6 jam lalu
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Nasional16 jam lalu
Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Optimalkan Pemanfaatan Tanah, Plh. Dirjen PPTR: Manfaat Nyata untuk Masyarakat

Nasional16 jam lalu
Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67% Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

Kementerian ATR/BPN Tindaklanjuti 94,67% Pengaduan dalam Lapor Mas Wapres

Nasional16 jam lalu