Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

BMKG Ungkap Fakta Abu Vulkanik Mulai Menjauh dari Indonesia

R
Rian AlfianEditor: Rian Alfian
|12:00 WIB
Bagikan:
BMKG Ungkap Fakta Abu Vulkanik Mulai Menjauh dari Indonesia
Abu Vulkanik Mulai Menjauh dari Indonesia - rekaman foto satelit

PASUNDANEKSPRES.ID – Fakta abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai bergerak menjauhi wilayah Indonesia. Perkembangan terbaru ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berdasarkan hasil pemantauan kondisi atmosfer pada Selasa (8/9/2026).

Meski pergerakan abu mulai menjauh dari daratan Indonesia, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. Pasalnya, keberadaan abu vulkanik masih berpotensi memengaruhi kualitas udara, jarak pandang, hingga aktivitas penerbangan pada ketinggian tertentu.

BMKG Ungkap Fakta Abu Vulkanik Mulai Menjauh dari Indonesia

Berikut sejumlah fakta penting mengenai perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau:

1. Abu Vulkanik Mulai Bergerak Menjauhi Indonesia

BMKG menyampaikan bahwa sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Perubahan arah tersebut diketahui berdasarkan pemantauan kondisi atmosfer dan analisis terbaru yang dilakukan BMKG pada Selasa dini hari.

"Sebaran abu vulkanik GAK diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia," demikian keterangan BMKG, Selasa (8/9/2026).

2. Abu Bergerak ke Arah Selatan-Barat Daya

Berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta analisis citra RGB Himawari-9, sebaran debu vulkanik Gunung Anak Krakatau teridentifikasi pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Arah pergerakan abu terpantau menuju selatan-barat daya.

Sebaran tersebut teridentifikasi hingga wilayah Samudera Hindia di barat laut Banten.

3. Abu Terpantau hingga Ketinggian 1,8 Kilometer

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tidak hanya menyebar di sekitar kawasan gunung.

Hasil pemantauan menunjukkan material vulkanik teridentifikasi mulai dari permukaan hingga ketinggian sekitar 6.000 kaki atau 1,8 kilometer.

Kondisi ketinggian abu menjadi salah satu faktor penting yang harus diperhatikan, khususnya dalam kaitannya dengan keselamatan penerbangan.

4. Kualitas Udara dan Jarak Pandang Masih Berpotensi Terdampak

Meski arah pergerakan abu mulai menjauh dari Indonesia, dampaknya belum sepenuhnya berakhir.

BMKG mengingatkan bahwa keberadaan abu vulkanik masih dapat menyebabkan penurunan kualitas udara dan mengurangi jarak pandang di wilayah yang dilalui sebaran abu.

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak tetap diminta memperhatikan kondisi udara dan lingkungan sekitar.

5. Penerbangan Masih Menjadi Perhatian

Abu vulkanik merupakan salah satu ancaman yang perlu diwaspadai dalam dunia penerbangan.

Pada ketinggian tertentu, keberadaan abu dapat mengganggu aktivitas penerbangan. Oleh sebab itu, perubahan arah dan luas sebaran abu terus dipantau oleh lembaga terkait.

Sebelumnya, erupsi dan sebaran abu Gunung Anak Krakatau sempat berdampak terhadap operasional sejumlah bandara di Indonesia.

6. Delapan Bandara Sempat Terdampak

Sejak Sabtu (5/9/2026), sedikitnya delapan bandara sempat mengalami penutupan operasional akibat dampak sebaran abu vulkanik.

Bandara yang terdampak antara lain:

  • Bandara Soekarno-Hatta, Banten

  • Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta

  • Bandara Radin Inten II, Lampung

  • Bandara Husein Sastranegara, Bandung

  • Bandara Budiarto, Curug, Banten

  • Bandara Pondok Cabe, Banten

  • Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat, Lampung

  • Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan

7. Sejumlah Bandara Mulai Kembali Beroperasi

Perkembangan kondisi sebaran abu juga membawa kabar positif bagi aktivitas penerbangan.

Pada Selasa (8/9/2026), sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak mulai kembali dibuka, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Meski demikian, kondisi penerbangan tetap dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu dan kondisi atmosfer.

8. BMKG Minta Masyarakat Mengikuti Informasi Resmi

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial.

Warga diminta mengikuti perkembangan terbaru melalui informasi resmi BMKG, PVMBG, dan instansi terkait.

"Masyarakat di wilayah yang terdampak memastikan informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan instansi terkait serta memperhatikan kondisi udara serta jarak pandang," kata BMKG.

Abu Mulai Menjauh, Kewaspadaan Tetap Diperlukan

Pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke arah selatan-barat daya menjadi perkembangan terbaru yang cukup melegakan karena sebaran mulai bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Namun, kondisi tersebut bukan berarti risiko langsung hilang sepenuhnya. Perubahan arah dan luas sebaran abu sangat bergantung pada kondisi atmosfer yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Masyarakat di wilayah terdampak tetap perlu memantau kualitas udara dan jarak pandang. Sementara itu, pengguna jasa penerbangan disarankan terus mengecek informasi terbaru mengenai kondisi penerbangan sebelum melakukan perjalanan

Berita Terbaru

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Prediksi Saham HSC BEI hingga Akhir Pekan 21–23 Oktober 2026, Ini Faktor yang Perlu Dicermati

Lifestyle4 menit lalu
Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Deretan Kasus Korupsi Terbesar yang Menghebohkan Era Prabowo-Gibran, Ini Perkembangannya

Nasional20 menit lalu
Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Hari Kedua Babak Pertama French Open 2026: Duel Sesama Indonesia Masih Berlanjut

Olahraga35 menit lalu
Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Bukan Lewat Kopdes, Menkeu Suahasil Pastikan Gaji PNS Tetap Lewat Bank

Nasional50 menit lalu
ADVERTISEMENT
Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Fenomena Bangun Pabrik Dulu, Baru Urus Izin Belakangan di Subang Disorot, Begini Perkembangan PT CMM

Subang52 menit lalu
Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Subang, Bupati Amanatkan Makin Solid dan Kreatif Wujudkan Kelauarga Sejahtera

Subang1 jam lalu
Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Subang Dibuka, Ini 5 Formasi dan Jadwalnya

Subang1 jam lalu
Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Ironis! Pegawai SPPG Cirebon Keracunan MBG, DPRD Periksa Dapur

Jawa Barat1 jam lalu
Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen, Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi

Konsumsi Listrik Jawa Barat Tumbuh 6,28 Persen, Sinyal Positif Penguatan Aktivitas Ekonomi

Jawa Barat2 jam lalu
Airlangga Bantah Rencana Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Berjalan

Airlangga Bantah Rencana Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Berjalan

Nasional2 jam lalu