Dampak Kelangkaan BBM di Makassar, Pemkot Terapkan PJJ bagi Siswa Sekolah

PASUNDANEKSPRES.ID - Dampak kelangkaan BBM di Makassar membuat Pemerintah Kota Makkasar menerapkan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran daring bagi siswa sekolah.
Hal ini disampaikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar yang mengeluarkan surat edaran pembelajaran daring bagi peserta didik melalui Surat Edaran Nomor: 400.3.5/17/Disdik/IX/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Daring bagi Murid Jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Makassar.
Langkah ini diambil sebagai respons pemerintah kota terhadap masyarakat yang mengalami dampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kota Makassar hingga menyebabkan antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Dalam rangka menjaga keberlangsungan proses pendidikan serta sebagai langkah antisipatif terhadap kondisi kelangkaan dan keterbatasan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dapat berdampak terhadap mobilitas murid, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali murid di wilayah Kota Makassar, perlu dilakukan penyesuaian sementara terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada satuan pendidikan," tulis surat edaran tersebut, dikutip Pasundan Ekspres, Minggu (13/9/2026).
Pelaksanaan pembelajaran secara daring atau online berlaku mulai 12-19 September 2026 bagi peserta didik jenjang TK, PAUD, SD dan SMP di wilayah Kota Makassar.
Dalam poin yang disampaikan, Dinas Pendidikan Kota Makassar mengimbau agar seluruh guru dapat menggunakan platform atau media pembelajaran yang mendukung pembelajaran daring sehingga mudah diakses oleh murid.
"Guru melakukan komunikasi dan koordinasi dengan orang tua/wali murid apabila terdapat murid yang mengalami kendala dalam mengikuti pembelajaran," tulisnya.
Selama proses pembelajaran daring, setiap kepala satuan pendidikan bertanggung jawab memastikan pembelajaran tetap berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kalender pendidikan serta memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung secara efektif, terarah, dan tidak membebani murid maupun orang tua/wali murid.
Lebih lanjut, apabila kondisi ketersediaan BBM dan situasi di Kota Makassar dinyatakan normal, Dinas Pendidikan Kota Makassar akan menyampaikan pemberitahuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah.
Kelangkaan BBM di Makassar Picu Antrean Panjang di SPBU
Sementara itu, kelangkaan BBM di Kota Makassar berlangsung hampir satu pekan membuat sejumlah SPBU di kota tersebut dipadati antrean panjang hingga mengular ke jalan raya.
Sejumlah masyarakat rela mengantre berjam-jam di SPBU demi mendapatkan bahan bakar minyak tersebut.
Tidak sedikit warga yang terpaksa menginap di jalanan demi menunggu giliran mengisi BBM, baik pengguna motor dan mobil pribadi hingga kendaraan besar seperti bus dan truk juga mengalami hal ini.
Bahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menerapkan kebijakan sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM subsidi untuk mengurai antrean kendaraan di SPBU.
Selain itu, pihaknya juga menerapkan pembatasan pengisian BBM untuk kendaraan pribadi yang indikator bahan bakarnya masih di atas satu bar untuk mencegah panic buying.
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga menyatakan pihaknya terus berupaya memperkuat pasokan BBM di Kota Makassar secara bertahap dan antrean kendaraan di sejumlah SPBU mulai berkurang.
“Antrean di sejumlah SPBU di Makassar saat ini secara bertahap mulai melandai. Kami terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pasokan dan pelayanan, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat,” ujar Kitty Andhora, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, dalam keterangan resminya, Minggu (13/9).
(inm)
