Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|13:05 WIB
Bagikan:
Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan
Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan (Image From: Prabowo Subianto Website)

PASUNDANEKSPRES.ID - Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Aksi pertama berlangsung di Tugu Tani, Jalan Raya Kebon Sirih pukul 09.00 WIB. Sementara itu, untuk aksi kedua dijadwalkan berlanjut di Tugu Proklamasi, Menteng, pada pukul 15.00 WIB. 

Aksi ini akan membawa lima tuntutan, mulai dari penanganan bencana lingkungan hingga perbaikan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran

Demonstrasi tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan evaluasi dan aspirasi terhadap berbagai persoalan yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Isu yang diangkat mencakup kebijakan ekonomi, kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, serta keterjangkauan pelayanan publik.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Ma'shum Imawan, mengatakan mahasiswa akan turun ke jalan bersama sejumlah elemen yang tergabung dalam aliansi tersebut.

Komite Sadar menghimpun mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya.

Meski tergabung dalam satu aliansi, pelaksanaan demo mahasiswa tidak seluruhnya dipusatkan di Jakarta. Sejumlah kelompok mahasiswa dijadwalkan menyampaikan aspirasi di daerah masing-masing.

Survei Mahasiswa Soroti Kondisi Bangsa

Sebelum menggelar demonstrasi, Komite Sadar menghimpun pandangan masyarakat melalui survei yang melibatkan 560 responden dari Sumatera hingga Papua.

Menurut Yatalathof, sebanyak 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya telah gagal. Angka tersebut merupakan hasil survei yang disampaikan pihak aliansi dan belum dapat dianggap mewakili seluruh penduduk Indonesia tanpa informasi lebih lanjut mengenai metode pengambilan sampel dan karakteristik responden.

Sejumlah persoalan yang muncul dalam survei meliputi kenaikan harga kebutuhan pokok, pembatasan kebebasan berpendapat, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, deforestasi, kebakaran hutan, serta mahalnya biaya pendidikan.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar bagi Komite Sadar untuk menyampaikan tuntutan kepada pemerintah. Aliansi itu menilai persoalan ekonomi, demokrasi, hukum, lingkungan, dan pendidikan perlu mendapat perhatian dalam evaluasi dua tahun pemerintahan.

Lima Tuntutan yang Akan Disuarakan pada Demo Mahasiswa 

Dalam aksi 20 Oktober 2026, Komite Sadar membawa lima tuntutan utama yang mencakup persoalan lingkungan, ekonomi, demokrasi, pemberantasan korupsi, dan pelayanan publik.

1. Tetapkan kebakaran hutan dan banjir sebagai bencana nasional

Pada sektor lingkungan, mahasiswa mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir sebagai bencana nasional.

Selain penanganan bencana, mereka meminta jaminan pemulihan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Komite Sadar juga mendesak penegakan hukum terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas bencana tersebut, termasuk pencabutan izin perusahaan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

2. Perbaiki tata kelola kebijakan ekonomi

Tuntutan kedua berkaitan dengan kebijakan ekonomi. Mahasiswa meminta pemerintah memperbaiki tata kelola ekonomi dan memulihkan kepercayaan pasar.

Persoalan harga kebutuhan pokok dan kondisi ekonomi masyarakat menjadi bagian dari keresahan yang disampaikan aliansi. Mereka menginginkan kebijakan ekonomi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi aktivitas perekonomian.

3. Hentikan pembatasan kebebasan berpendapat

Komite Sadar juga mendesak penghentian berbagai bentuk pembatasan kebebasan berpendapat.

Mahasiswa menekankan pentingnya ruang demokrasi yang memungkinkan masyarakat menyampaikan kritik dan aspirasi tanpa menghadapi pembatasan yang tidak semestinya. Tuntutan ini turut menyoroti posisi mahasiswa sebagai salah satu kelompok masyarakat yang aktif mengawasi kebijakan publik.

4. Berantas korupsi, kolusi, dan nepotisme

Pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) menjadi tuntutan berikutnya.

Aliansi mahasiswa meminta penindakan terhadap praktik korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. Bagi mereka, upaya pemberantasan KKN merupakan bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

5. Turunkan biaya pendidikan dan kesehatan

Tuntutan terakhir berfokus pada keterjangkauan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

Komite Sadar mendesak pemerintah menurunkan biaya layanan dasar serta menjamin pemerataan akses bagi masyarakat. Persoalan ini dinilai berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memperoleh pendidikan dan layanan kesehatan yang layak.

Dua Titik Aksi di Jakarta, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Di Jakarta, aksi mahasiswa direncanakan berlangsung di dua lokasi, yakni Tugu Proklamasi dan kawasan Tugu Tani, Menteng, Jakarta Pusat.

Berdasarkan informasi yang disampaikan penyelenggara, agenda pertama dijadwalkan berlangsung pukul 09.00 WIB di Tugu Proklamasi, sedangkan aksi berikutnya direncanakan pukul 15.00 WIB di Tugu Tani.

Rencana demonstrasi tersebut juga mendapat perhatian kepolisian, terutama terkait potensi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan pusat pemerintahan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Firman Darmansyah mengatakan rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Ia memperkirakan kepadatan berpotensi terjadi di sejumlah ruas jalan di sekitar Istana Negara dan kawasan Jakarta Pusat. Jalan yang berpotensi terdampak antara lain Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Perwira, Jalan Abdul Muis, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Majapahit.

Kepolisian mengimbau masyarakat menggunakan rute alternatif, menyesuaikan waktu perjalanan, serta mengikuti arahan petugas untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar lokasi aksi.

Momentum Penyampaian Aspirasi

Peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum bagi Komite Sadar untuk menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa dan responden survei mereka.

Lima tuntutan yang dibawa menunjukkan luasnya isu yang ingin disoroti, mulai dari mitigasi bencana dan pengelolaan ekonomi hingga kebebasan berpendapat, pemberantasan korupsi, serta pemerataan layanan dasar.

Pelaksanaan demonstrasi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka. Sementara itu, respons pemerintah terhadap tuntutan yang disampaikan akan menjadi bagian penting dari perkembangan isu-isu tersebut setelah aksi berlangsung.

(ipa)

Berita Terbaru

Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

Junior Jadi Tersangka, Kasus Pembunuhan Sesama Anggota Polisi Diminta Diusut Tuntas

Nasional4 menit lalu
Beli LPG 3 Kg di Kopdes Wajib Bawa KK dan KTP? Ini Aturan Resminya

Beli LPG 3 Kg di Kopdes Wajib Bawa KK dan KTP? Ini Aturan Resminya

Nasional42 menit lalu
Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

Demo Mahasiswa 20 Oktober 2026: Siapkan Aksi dengan Lima Tuntutan

Nasional1 jam lalu
Ini Daftar Kuliner di Bangkok Food Festival Subang yang Bikin Kalap Jajan!

Ini Daftar Kuliner di Bangkok Food Festival Subang yang Bikin Kalap Jajan!

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Peringati Hari Santri Nasional, SDIT Cahaya Qolbu Gelar Lomba Mewarnai Se-Pantura

Peringati Hari Santri Nasional, SDIT Cahaya Qolbu Gelar Lomba Mewarnai Se-Pantura

Subang2 jam lalu
Dinilai Efektif, Bali Perpanjang Sistem Ganjil Genap di SPBU hingga 23 Oktober 2026

Dinilai Efektif, Bali Perpanjang Sistem Ganjil Genap di SPBU hingga 23 Oktober 2026

Nasional2 jam lalu
BGN Uji Coba CCTV Dapur MBG Terhubung AI, Ini yang Akan Dipantau

BGN Uji Coba CCTV Dapur MBG Terhubung AI, Ini yang Akan Dipantau

Nasional2 jam lalu
Greenpeace Kritik Pemerintah di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Greenpeace Kritik Pemerintah di Bundaran HI, Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Nasional2 jam lalu
Cek Tagihan PBB Online Subang Lewat MORIS, Warga Bisa Lihat Tagihan Pakai NOP

Cek Tagihan PBB Online Subang Lewat MORIS, Warga Bisa Lihat Tagihan Pakai NOP

Subang3 jam lalu
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kasus Korupsi Meningkat, Transparansi Kian Menurun

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kasus Korupsi Meningkat, Transparansi Kian Menurun

Nasional3 jam lalu