Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Dewan Pakar BPIP, Dubes Djumala: Pakta Mekkah ke Iran Membuka Diplomasi de-eskalasi Perang

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|09:30 WIB
Bagikan:
Dewan Pakar BPIP, Dubes Djumala: Pakta Mekkah ke Iran Membuka Diplomasi de-eskalasi Perang
Kunjungan pejabat tinggi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan—tiga negara pendiri Pakta Mekkah untuk Pertahanan Bersama—ke Teheran pada 26 Oktober 2026.

PASUNDANEKSPRES.ID - Kunjungan pejabat tinggi Arab Saudi, Turki, dan Pakistan—tiga negara pendiri Pakta Mekkah untuk Pertahanan Bersama—ke Teheran pada 26 Oktober 2026 menandai kontak tingkat tinggi pertama antara aliansi tersebut dan Iran sejak konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, Iran, Arab Saudi, dan Yaman memanas kembali. 

Delegasi dipimpin Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman, didampingi Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Field Marshal Asim Munir dan Kepala Intelijen Turki Ibrahim Kalin. 

Mereka bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, serta Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Mohsen Rezaei. Bagi relasi Amerika Serikat–Iran, kunjungan ini memiliki makna penting sebagai upaya pembukaan jalur komunikasi untuk mencegah perang memasuki babak baru. 

Pertemuan itu berlangsung di tengah kekhawatiran akan dimulainya kembali konflik antara Teheran dan Washington, yang sebelumnya dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Dihubungi secara terpisah, Dewan Pakar BPIP Bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, Dr. Djumala, menyatakan kunjungan tiga pejabat Pakta Mekkah itu tidak mesti dimaknai dalam tataran simbolik saja. 

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan tampaknya berupaya meyakinkan Iran bahwa de-eskalasi lebih menguntungkan daripada pembalasan militer, sekaligus mengeksplorasi kemungkinan pengaturan gencatan senjata regional. 

Lebih jauh Dubes Djumala, yang pernah bertugas di Wina sebagai Dubes RI untuk Austria dan PBB, menegaskan kunjungan ini belum tentu menghasilkan perdamaian permanen. 

Tapi setidaknya bisa mengurangi risiko miskalkulasi: Iran memperoleh saluran untuk menyampaikan tuntutannya, sementara negara-negara Pakta Mekkah menegaskan bahwa stabilitas regional tidak dapat dicapai melalui konfrontasi militer semata. 

Bagi konflik Arab Saudi–Houthi, misi Teheran berpotensi menjadi faktor penyeimbang yang paling langsung. Houthi, yang didukung Iran, telah melancarkan serangan baru terhadap Arab Saudi, termasuk terhadap fasilitas penerbangan, pada saat delegasi tiba di Iran.

Pada bagian lain, Dubes Djumala menunjukkan adanya kepentingan timbal balik dalam kunjungan itu. Saudi memiliki kepentingan agar Iran menggunakan pengaruhnya untuk menahan serangan Houthi. 

Sebaliknya, Iran dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengaitkan penurunan serangan Houthi dengan penghentian tekanan militer AS dan sekutunya di kawasan. 

Dikatakan Djumala, jika diplomasi ini berhasil, dampaknya dapat berupa pengurangan serangan terhadap wilayah Arab Saudi, pembukaan ruang bagi negosiasi Yaman, dan penurunan risiko perluasan perang ke Laut Merah dan Selat Bab el Mandeb serta jalur pelayaran penting lainnya di kawasan. 

Terkait kemungkinan Iran bergabung dengan Pakta Mekkah dalam waktu dekat, Dubes Djumala belum melihat indikasi ke arah itu.  

Sebab, bagi Iran, bergabung dalam aliansi pertahanan yang berpusat pada Arab Saudi berisiko membatasi otonomi strategisnya, terutama karena Iran memiliki jaringan sekutu dan proksinya di Yaman, Lebanon, Irak, dan Suriah.  

Meski belum mengarah pada ajakan kepada Iran untuk bergabung ke Pakta Mekkah,  kunjungan ini membuka ruang diplomasi untuk pengelolaan krisis dan komunikasi militer untuk mencegah bentrokan. 

“Meski masih terlalu pagi berharap Iran masuk dalam keanggotaan Pakta Mekkah, kunjungan tiga pejabat tinggi itu menegaskan stabilitas Timur Tengah memerlukan diplomasi lintas kepentingan geopolitik dengan cara membuka ruang diplomasi de-eskalasi perang di kawasan Timur Tengah”, demikian simpul Dubes Djumala dalam keterangan tertulisnya.

Berita Terbaru

Sumpah Pemuda, DP2KBP3A Subang Dorong Remaja Rencanakan Masa Depan

Sumpah Pemuda, DP2KBP3A Subang Dorong Remaja Rencanakan Masa Depan

Subang5 menit lalu
Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Ratusan Siswa SMP di Dramaga Bogor Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Jawa Barat8 menit lalu
"Dengan Semangat Sumpah Pemuda Mari Jadikan Pemuda Sebagai Garda Terdepan Untuk Kemajuan Pendidikan di Indonesia"

"Dengan Semangat Sumpah Pemuda Mari Jadikan Pemuda Sebagai Garda Terdepan Untuk Kemajuan Pendidikan di Indonesia"

Opini12 menit lalu
Jadwal Resmi Piala Asia 2027 Dirilis Ulang, AFC Evaluasi Keamanan di Arab Saudi

Jadwal Resmi Piala Asia 2027 Dirilis Ulang, AFC Evaluasi Keamanan di Arab Saudi

Olahraga30 menit lalu
ADVERTISEMENT
Prabowo Dorong BRIN Perkuat Riset Karhutla, dari Prediksi Kebakaran hingga Teknologi Pemadaman

Prabowo Dorong BRIN Perkuat Riset Karhutla, dari Prediksi Kebakaran hingga Teknologi Pemadaman

Nasional42 menit lalu
Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Subang Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Wabup Subang Tekankan Pentingnya Karakter Generasi Muda

Headline46 menit lalu
Dewan Pakar BPIP, Dubes Djumala: Pakta Mekkah ke Iran Membuka Diplomasi de-eskalasi Perang

Dewan Pakar BPIP, Dubes Djumala: Pakta Mekkah ke Iran Membuka Diplomasi de-eskalasi Perang

Nasional50 menit lalu
Pemilu Israel: Blok Oposisi Unggul Tipis, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan

Pemilu Israel: Blok Oposisi Unggul Tipis, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan

Nasional59 menit lalu
Dana Pendidikan Dikorupsi, SMP-SMKS Nasional Terbengkalai

Dana Pendidikan Dikorupsi, SMP-SMKS Nasional Terbengkalai

Headline1 jam lalu
Penambang Ilegal Bakal Dipenjara, Kejaksaan Beri Contoh Penindakan terhadap Pelaku Penambangan di Cikaum

Penambang Ilegal Bakal Dipenjara, Kejaksaan Beri Contoh Penindakan terhadap Pelaku Penambangan di Cikaum

Headline1 jam lalu