Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pemilu Israel: Blok Oposisi Unggul Tipis, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|09:21 WIB
Bagikan:
Pemilu Israel: Blok Oposisi Unggul Tipis, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan
Pemilu Israel: Blok Oposisi Unggul Tipis, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan (Image From: shraga kopstein on Unsplash)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemilihan umum parlemen Israel yang digelar di tengah konflik regional berakhir tanpa pemenang yang jelas. Hasil hitung cepat atau exit poll dari sejumlah stasiun televisi pada Selasa (27/10/2026) menunjukkan blok oposisi pimpinan Gadi Eisenkot unggul tipis atas koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Exit Poll Pemilu Israel: Blok Oposisi Unggul Tipis, Netanyahu Terancam Kehilangan Kekuasaan

Meski demikian, kedua kubu belum mampu mengamankan mayoritas 61 kursi di Knesset, parlemen Israel yang memiliki 120 anggota. Situasi ini membuka peluang terjadinya kebuntuan politik yang dapat memperpanjang masa pemerintahan Netanyahu sebagai pemerintahan sementara.

Tiga jaringan televisi besar Israel memperkirakan blok Eisenkot memperoleh sekitar 52 kursi, sedangkan koalisi yang dipimpin Partai Likud pimpinan Netanyahu meraih 50 kursi. Sementara itu, partai-partai Arab diproyeksikan mengamankan sekitar 17–18 kursi.

Perbedaan proyeksi di sejumlah media Israel membuat hasil akhir masih belum pasti. Beberapa saluran televisi, termasuk Channel 14 yang dikenal mendukung Netanyahu, memperkirakan blok perdana menteri petahana dapat memperoleh hingga 60 kursi bersama para pendukungnya.

Hasil resmi pemilu diperkirakan baru diumumkan dalam beberapa hari setelah seluruh suara selesai dihitung. Sistem politik Israel yang terfragmentasi membuat pembentukan pemerintahan sangat bergantung pada negosiasi antarp partai.

Pemilu Israel: Oposisi Unggul, tetapi Pembentukan Pemerintahan Masih Sulit

Keunggulan tipis dalam hasil exit poll berpotensi memberi Eisenkot kesempatan pertama untuk membentuk pemerintahan baru. Namun, langkah tersebut tidak mudah karena ia hampir sepenuhnya menutup kemungkinan berkoalisi dengan partai-partai Arab yang diproyeksikan memegang posisi penting dalam perebutan mayoritas.

Tanpa dukungan partai-partai tersebut, blok oposisi akan kesulitan mengumpulkan 61 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan mayoritas.

Kondisi serupa juga dihadapi Netanyahu. Meski sejumlah proyeksi memberi koalisinya peluang memperoleh hingga 60 kursi, angka tersebut masih belum cukup untuk mengamankan mayoritas parlemen.

Apabila negosiasi antarp partai menemui jalan buntu, Israel berpotensi membentuk pemerintahan minoritas atau kembali menggelar pemilu. Netanyahu juga dapat tetap menjalankan pemerintahan sementara selama proses pembentukan koalisi berlangsung.

Presiden Israel Democracy Institute, Yohanan Plesner, menilai hasil exit poll tersebut sebagai kekalahan besar bagi koalisi Netanyahu. Blok yang sebelumnya menguasai 68 kursi di Knesset diperkirakan hanya memperoleh sekitar 50 kursi dalam pemilu kali ini.

Meski demikian, Plesner mengingatkan bahwa Eisenkot belum dapat dinyatakan sebagai pemenang yang pasti karena hasil resmi masih berpotensi berubah.

Eisenkot Tegaskan Rakyat Menginginkan Perubahan

Eisenkot, mantan kepala militer Israel berusia 66 tahun, muncul sebagai penantang utama Netanyahu dalam pemilu kali ini. Ia menilai hasil sementara menunjukkan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan petahana.

“Jangan berani-beraninya Anda menggunakan keamanan Israel untuk kepentingan politik,” ujar Eisenkot dalam pernyataan yang ditujukan kepada Netanyahu, dikutip CNN Indonesia, Rabu (28/10/2026).

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Israel telah memberikan suara untuk perubahan dan menolak kelanjutan pemerintahan Netanyahu.

Menurut Eisenkot, tingginya partisipasi pemilih menjadi alasan kuat untuk menghormati hasil pemilu dan menghindari pemungutan suara ulang.

“Dalam pemilu dengan tingkat partisipasi yang begitu tinggi, akan menjadi kesalahan jika diadakan putaran berikutnya,” katanya.

Eisenkot baru terjun ke politik sekitar empat tahun lalu. Setelah serangan Hamas pada 2023, ia bergabung dengan kabinet perang Netanyahu, tetapi mengundurkan diri delapan bulan kemudian karena mengkritik kepemimpinan perdana menteri.

Dalam kampanyenya, Eisenkot berusaha menawarkan alternatif kepemimpinan dengan menekankan pengalaman militernya sekaligus memosisikan diri sebagai tokoh berhaluan tengah dalam persoalan domestik.

Namun, pendekatannya terhadap keamanan nasional tidak jauh berbeda dari kebijakan keras yang selama ini dijalankan Israel. Ia menentang pembentukan negara Palestina dan menegaskan bahwa sayap militer Hamas harus dihancurkan atau dilucuti kekuatannya.

Di sisi lain, Eisenkot menilai respons Israel terhadap serangan Hamas telah gagal mencapai tujuan yang dijanjikan. Perang di Gaza telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina menurut otoritas kesehatan Gaza, sementara Hamas masih tetap berkuasa di wilayah tersebut.

Masa Depan Politik Israel Masih Tidak Pasti

Hasil exit poll menunjukkan bahwa Netanyahu menghadapi tantangan serius untuk mempertahankan kekuasaannya. Meski demikian, keunggulan oposisi belum cukup untuk memastikan pergantian pemerintahan.

Jika hasil akhir sesuai dengan proyeksi sementara, Eisenkot dapat mencoba membentuk pemerintahan minoritas dengan mengandalkan dukungan dari luar koalisi. Akan tetapi, pemerintahan semacam itu berpotensi rapuh dan kesulitan mempertahankan dukungan mayoritas di parlemen.

Sebaliknya, kegagalan oposisi menyepakati koalisi dapat memberikan kesempatan bagi Netanyahu untuk tetap bertahan sebagai pemimpin pemerintahan sementara atau kembali mengupayakan pembentukan koalisi pendukungnya.

Dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi dan hasil yang terfragmentasi, pemilu kali ini memperlihatkan besarnya keinginan masyarakat untuk menentukan arah baru politik Israel, tetapi belum memberikan jalan yang jelas menuju pemerintahan stabil.

Nasib Netanyahu dan peluang Eisenkot membentuk pemerintahan baru kini bergantung pada hasil resmi penghitungan suara serta kemampuan masing-masing kubu menjalin kesepakatan politik dalam beberapa hari mendatang.

(ipa)

Berita Terbaru

Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Pramono Anung Pastikan Tak Ada Fasilitas Publik Rusak Usai Demo Mahasiswa di Jakarta

Nasional21 menit lalu
Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Sederet Publik Figur Ikut Aksi di Bundaran HI, Ada Reza Rahadian hingga Wanda Hamidah

Nasional1 jam lalu
Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Viral Tehbotol Isi Sabun di Tengah Aksi Demo 28 Oktober, Ini Klarifikasi PT Sinar Sosro

Nasional1 jam lalu
Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Timnas Indonesia U15 Lolos ke Perempat Final Piala Dunia U15 Usai Kalahkan Panama 5-3

Olahraga1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Pemda Purwakarta Diminta Tindaklanjuti Tiga Fokus Utama dalam Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Purwakarta1 jam lalu
Pemda Purwakarta Dorong Program Gerakan Berkah Sampah untuk Purwakarta Istimewa.

Pemda Purwakarta Dorong Program Gerakan Berkah Sampah untuk Purwakarta Istimewa.

Purwakarta1 jam lalu
Profil Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Terpilih Menjadi Wali Kota Mississauga, Kanada

Profil Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Terpilih Menjadi Wali Kota Mississauga, Kanada

Nasional1 jam lalu
Kembangkan Kemampuan Siswa, SMP IT Al-Majid Subang Perkuat Pembelajaran Bahasa Mandarin

Kembangkan Kemampuan Siswa, SMP IT Al-Majid Subang Perkuat Pembelajaran Bahasa Mandarin

Subang1 jam lalu
Satpol PP Karawang Bantu Biaya Pengobatan dan Perbaikan Motor Ojol

Satpol PP Karawang Bantu Biaya Pengobatan dan Perbaikan Motor Ojol

Karawang1 jam lalu
Cegah Stunting, Bidan Desa bersama kader Posyandu Wancimekar Laksanakan Screening

Cegah Stunting, Bidan Desa bersama kader Posyandu Wancimekar Laksanakan Screening

Karawang1 jam lalu