Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Fenomena Langka! Sungai Barito Mengering Dan Munculkan Gurun Pasir Baru Di Kalimantan!

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|14:02 WIB
Bagikan:
Fenomena Langka! Sungai Barito Mengering Dan Munculkan Gurun Pasir Baru Di Kalimantan!
Fenomena Langka! Sungai Barito Mengering Dan Munculkan Gurun Pasir Baru Di Kalimantan!

PASUNDAN EKSPRES.ID – Pemandangan tak biasa muncul di sejumlah wilayah Kalimantan pada musim kemarau 2026. Hamparan pasir yang biasanya berada di dasar sungai kini terlihat luas setelah debit air menyusut drastis. Kondisi tersebut kemudian ramai disebut sebagai gurun pasir baru di Kalimantan. 

Namun, penyebutan tersebut perlu diluruskan. Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena yang terjadi berkaitan dengan kondisi kemarau, rendahnya curah hujan, serta penyusutan debit sungai.

Jadi, bukan berarti terbentuk gurun pasir baru seperti kawasan gurun di Timur Tengah.

Salah satu lokasi yang paling jelas mengalami kondisi tersebut adalah Sungai Barito di Kalimantan Tengah.

Pada Agustus 2026, bagian sungai di sekitar Jembatan Kalahien, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, terlihat mengalami penyusutan air hingga memunculkan hamparan pasir di tengah aliran.

Sungai Barito Berubah Bak Hamparan Gurun Pasir Baru Di Kalimantan

Fenomena Sungai Barito yang mengering mendapat perhatian karena sungai tersebut merupakan salah satu jalur transportasi penting di Kalimantan.

Detikcom melaporkan pada 21 Agustus 2026 bahwa debit Sungai Barito mengalami penurunan drastis.

Hamparan pasir muncul di sekitar Jembatan Kalahien dan membuat aliran sungai terlihat terpecah. 

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan kondisi tersebut bukan sekadar perubahan pemandangan.

Menurut dia, kemarau yang lebih kering dari biasanya dan rendahnya curah hujan membuat pasokan air dari wilayah hulu ikut berkurang.

"Akibatnya, transportasi sungai hampir lumpuh," kata Guswanto, seperti dikutip detikcom pada 21 Agustus 2026. 

Guswanto juga menyebut hamparan pasir muncul di bawah Jembatan Kalahien.

Kapal berukuran besar, tongkang batu bara, minyak dan kayu mengalami kesulitan untuk melintas. 

Pada kondisi tersebut, hanya perahu kecil seperti jukung yang masih dapat beroperasi secara terbatas. 

Bukan gurun pasir baru secara permanen

Istilah gurun pasir baru di Kalimantan memang menarik perhatian karena foto dan video hamparan pasir di tengah sungai terlihat seperti bentang alam gurun.

Akan tetapi, kondisi tersebut lebih tepat disebut sebagai gosong pasir atau bagian dasar sungai yang terbuka akibat penyusutan debit air.

Wartawan menyebut pasir yang muncul di Sungai Barito merupakan gosong yang terbentuk di tengah sungai karena pendangkalan dan surutnya aliran. 

Karena itu, belum ada dasar dari sumber resmi yang menyatakan bahwa Kalimantan kini memiliki gurun pasir baru dalam pengertian geografis atau ekosistem gurun yang permanen.

Fenomena ini juga dapat berubah apabila curah hujan kembali meningkat dan debit sungai naik.

Hamparan pasir yang sekarang terlihat luas berpotensi kembali tertutup air ketika kondisi hidrologis berubah.

Penyebab Sungai Barito mengering

BMKG menjelaskan bahwa penyusutan Sungai Barito berkaitan dengan kondisi kemarau yang lebih kering.

Hujan dengan intensitas tinggi telah lama berakhir, sedangkan hujan ringan yang turun tidak cukup untuk meningkatkan debit sungai secara signifikan.

BMKG juga menyebut penurunan curah hujan di Kalimantan Tengah membuat pasokan air dari hulu Pegunungan Schwaner berkurang drastis.

Fenomena serupa terjadi di sejumlah sungai lain di Kalimantan sehingga menunjukkan kondisi iklim yang lebih ekstrem. 

Kondisi kemarau pada 2026 memang cukup kuat. Dalam prakiraan sebelumnya, BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Juli-September 2026.

Sebagian besar Kalimantan juga masuk dalam wilayah yang mengalami periode kering pada musim tersebut.

Memasuki September, kondisi kering masih belum sepenuhnya berakhir. Dalam prakiraan 8-14 September 2026, BMKG menyebut curah hujan kategori rendah masih mendominasi sebagian besar Kalimantan.

Curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian diprediksi masih dominan di sebagian wilayah Kalimantan. 

Apakah hanya Sungai Barito?

Fenomena penyusutan air tidak hanya terjadi di Sungai Barito. Sejumlah sungai besar di Kalimantan juga dilaporkan mengalami penurunan muka air selama periode kemarau.

Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, misalnya, juga menjadi perhatian setelah sejumlah bagian alirannya menyusut dan menyisakan daratan pasir.

Dokumentasi yang beredar memperlihatkan bagian sungai yang sebelumnya tertutup air berubah menjadi hamparan daratan.

Namun, kondisi tersebut juga perlu dibaca secara hati-hati. Tidak semua hamparan pasir yang muncul di sungai dapat disebut sebagai gurun pasir.

Istilah yang lebih tepat adalah dasar sungai atau gosong pasir yang terbuka akibat penurunan muka air.

Pada September 2026, BMKG masih memprakirakan sebagian wilayah Kalimantan mengalami kondisi hujan rendah.

Meski begitu, hujan lokal tetap berpeluang muncul di sejumlah wilayah, terutama Kalimantan bagian barat dan utara. 

BMKG pada awal September 2026 juga mencatat jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi masih cukup banyak di Kalimantan.

Pada pemantauan 2 September, Kalimantan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 463 titik.

Kondisi kering tersebut dinilai perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. 

Kondisi Saat Ini per 10 September 2026

Per 10 September 2026, belum ada keterangan resmi dari BMKG yang menyebut Kalimantan mengalami pembentukan gurun pasir baru secara permanen.

Istilah gurun pasir baru di Kalimantan lebih tepat digunakan untuk menggambarkan pemandangan dasar sungai yang terbuka dan dipenuhi pasir akibat debit air yang menyusut.

Sungai Barito menjadi salah satu contoh paling mencolok karena hamparan pasir muncul di tengah jalur sungai dan mengganggu aktivitas transportasi.

BMKG sendiri masih memprakirakan kondisi kering berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada September.

Namun, hujan lokal tetap mungkin terjadi di beberapa bagian Kalimantan. Perubahan kondisi tersebut akan sangat bergantung pada dinamika atmosfer dan perkembangan curah hujan dalam beberapa waktu berikutnya. 

Bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, perubahan tinggi muka air menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Sungai yang saat ini terlihat dangkal dan dipenuhi hamparan pasir dapat kembali mengalami kenaikan debit ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah hulu.

Berita Terbaru

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Hakim Agung Mahkamah Agung RI Tinjau Kawasan Yudikatif di Nusantara

Nasional8 jam lalu
Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Perubahan APBD 2026 Kabupaten Subang Disepakati

Subang8 jam lalu
Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Beredar Surat Disebut-sebut Sebagai Undangan Pelantikan Sekda Subang untuk Rona Mairansyah Besok

Subang8 jam lalu
Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Revitalisasi Pasar Ciroyom Ditargetkan Rampung 2 Tahun

Bandung Barat9 jam lalu
ADVERTISEMENT
Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Terima 100 Becak Listrik, Om Zein: Bentuk Kasih Sayang Pak Prabowo

Purwakarta9 jam lalu
Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Pagar Nusa Luncurkan Naskah Kuno "Serat Nitipraja Eyang Gandasoli"

Purwakarta9 jam lalu
Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Kawasan Industri Baru Subang Jadi Sasaran Rekrutmen Serikat Buruh

Subang9 jam lalu
Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Jadwal Konser dan Fanmeeting Kpop di Bulan Oktober 2026, Ada NCT 127 hingga Gong Yoo

Lifestyle12 jam lalu
Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Wajah Anak Bukan Konten, Privasi Anak di Sosial Media Jangan Disepelekan

Lifestyle13 jam lalu
Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Nama Sekda Kabupaten Subang Sudah Ada, Bupati: Besok Pelantikan, Tunggu Saja

Headline13 jam lalu