Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Gadi Eisenkot Bertekad Gulingkan Netanyahu di Pemilu Israel, Persaingan Masih Ketat

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:24 WIB
Bagikan:
Gadi Eisenkot Bertekad Gulingkan Netanyahu di Pemilu Israel, Persaingan Masih Ketat
Gadi Eisenkot Bertekad Gulingkan Netanyahu di Pemilu Israel, Persaingan Masih Ketat (Image From: Canva)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pemimpin oposisi Israel sekaligus Ketua Partai Yashar, Gadi Eisenkot, bertekad mengakhiri pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu setelah pemilu Israel selesai. Meski koalisi Netanyahu sementara masih unggul dalam perolehan kursi parlemen, Eisenkot optimistis peluang untuk mengambil alih pemerintahan masih terbuka.

Gadi Eisenkot Bertekad Gulingkan Netanyahu, Persaingan Pemilu Israel Masih Ketat

Dilansir dari IDN Times, Eisenkot menilai hasil pemilu kali ini menunjukkan adanya keinginan masyarakat Israel untuk menghadirkan perubahan kepemimpinan. Ia mengklaim banyak warga tidak lagi menginginkan Netanyahu kembali menjabat sebagai perdana menteri dalam pemerintahan berikutnya.

Melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (28/10/2026), Eisenkot menyampaikan bahwa dirinya merasakan tanggung jawab besar atas kepercayaan yang diberikan ratusan ribu warga Israel. Dukungan tersebut, menurutnya, menjadi dorongan untuk memperjuangkan perubahan politik di negara tersebut.

Ia juga menegaskan akan terus bekerja hingga seluruh proses pemilu selesai. Eisenkot menyatakan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan koalisinya mampu mengumpulkan dukungan mayoritas di parlemen.

Koalisi Netanyahu Masih Unggul Sementara

Persaingan antara kubu Netanyahu dan oposisi masih berlangsung ketat. Berdasarkan hasil sementara ketika 89,8 persen suara telah masuk, koalisi Netanyahu berhasil mengamankan 53 kursi di parlemen. Sementara itu, koalisi yang dipimpin Eisenkot memperoleh 48 kursi.

Kendati unggul, perolehan tersebut belum cukup bagi Netanyahu untuk memastikan keberlanjutan pemerintahannya. Dalam sistem politik Israel, sebuah koalisi membutuhkan minimal 61 kursi dari total 120 kursi Knesset untuk menguasai mayoritas parlemen.

Pemimpin koalisi yang berhasil mengumpulkan dukungan mayoritas nantinya akan diusulkan kepada presiden Israel untuk membentuk pemerintahan dan menjabat sebagai perdana menteri.

Dengan selisih perolehan sementara tersebut, Netanyahu memang masih memiliki peluang untuk kembali memimpin Israel. Namun, hasil akhir belum dapat dipastikan karena penghitungan suara masih berlangsung.

Eisenkot sendiri tidak menganggap keunggulan sementara kubu Netanyahu sebagai alasan untuk mengendurkan perjuangan. Ia menilai masih terdapat peluang perubahan dalam perolehan suara hingga seluruh tahapan pemilu diselesaikan.

Menurutnya, fokus utama koalisi oposisi saat ini adalah bekerja keras mengamankan dukungan pemilih dan membentuk pemerintahan baru yang sesuai dengan agenda politik mereka.

Eisenkot juga menekankan komitmennya untuk membangun pemerintahan Zionis yang mendukung kewajiban wajib militer. Agenda tersebut menjadi salah satu isu yang diusungnya dalam upaya menghadirkan perubahan politik di Israel.

Puluhan Ribu Warga Israel di Luar Negeri Pulang untuk Mencoblos

Pemilu kali ini juga diwarnai tingginya partisipasi masyarakat. Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah kepulangan puluhan ribu warga Israel yang tinggal di luar negeri untuk menggunakan hak pilih mereka.

Fenomena tersebut cukup berbeda dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya, ketika sebagian warga memilih tidak datang ke tempat pemungutan suara. Kali ini, sekitar 80.000 warga Israel diperkirakan pulang ke negara asal untuk berpartisipasi dalam pemilihan.

Kepulangan para pemilih tersebut dinilai berpotensi memengaruhi hasil akhir pemilu, terutama karena persaingan antarkoalisi berlangsung dengan selisih kursi yang relatif tipis.

Profesor Ilmu Politik Universitas Tel Aviv, Yael Shomer, menilai jumlah pemilih yang kembali dari luar negeri tersebut dapat memberikan pengaruh besar terhadap hasil penghitungan akhir.

Menurut Shomer, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar dibandingkan keseluruhan pemilih, sekitar 80.000 suara tambahan berpotensi menjadi penentu dalam persaingan yang sangat ketat.

Tingginya partisipasi ini sekaligus menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap arah kepemimpinan Israel berikutnya.

Nasib Pemerintahan Netanyahu Belum Pasti

Dengan belum adanya koalisi yang mencapai ambang mayoritas 61 kursi, persaingan politik Israel masih jauh dari selesai. Hasil akhir pemilu akan menentukan apakah Netanyahu mampu mempertahankan kekuasaannya atau Eisenkot berhasil mengonsolidasikan dukungan untuk membentuk pemerintahan baru.

Bagi Eisenkot, keunggulan sementara Netanyahu bukan akhir dari perjuangan oposisi. Ia masih berharap perubahan perolehan suara dan dinamika politik setelah pemilu dapat membuka jalan bagi koalisinya untuk mengambil alih pemerintahan.

Sementara itu, Netanyahu masih memiliki peluang untuk kembali menjadi perdana menteri apabila berhasil mengamankan dukungan mayoritas di parlemen.

Dengan persaingan yang belum menghasilkan pemenang mutlak, perhatian kini tertuju pada hasil akhir penghitungan suara serta negosiasi politik yang akan menentukan masa depan pemerintahan Israel.

(ipa)

Berita Terbaru

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Angkat Kisah Aktivis 1998, Penonton Film Laut Bercerita Tembus 184 Ribu di Hari Pertama

Lifestyle9 menit lalu
Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Pertamina Targetkan 500 Ribu Liter Minyak Jelantah untuk Bahan Baku Bioavtur

Nasional39 menit lalu
Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Usulan WFA saat Libur Nataru 2026 untuk Urai Kemacetan, Kemenhub Bidik 3 Tanggal Ini

Nasional43 menit lalu
Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Capai Rp 158 Miliar, Pemerintah Beri Bonus untuk Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026

Nasional48 menit lalu
ADVERTISEMENT
DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

DPRD Subang Dorong Solusi Banjir Pantura, Setiap Musim Hujan Jadi Ancaman

Headline54 menit lalu
Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Bareskrim Bongkar Gudang Pakaian Bekas Impor Ilegal di Subang, 1.257 Bal Ditaksir Rp15 Miliar

Subang1 jam lalu
Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Disdikbud Subang Sebar Metode GASING ke Enam Komisariat, Pelatihan Ditargetkan Tuntas 15 Hari

Headline1 jam lalu
Karang Taruna Kelurahan Pasirkareumbi Inisiasi Jumsih di Lapang Bintang, Lurah Apresiasi Kekompakan Warga

Karang Taruna Kelurahan Pasirkareumbi Inisiasi Jumsih di Lapang Bintang, Lurah Apresiasi Kekompakan Warga

Subang1 jam lalu
Gadi Eisenkot Bertekad Gulingkan Netanyahu di Pemilu Israel, Persaingan Masih Ketat

Gadi Eisenkot Bertekad Gulingkan Netanyahu di Pemilu Israel, Persaingan Masih Ketat

Nasional1 jam lalu
Pendaftaran Calon Ketua Golkar Purwakarta Dibuka

Pendaftaran Calon Ketua Golkar Purwakarta Dibuka

Headline1 jam lalu