Gempa Sumba Barat Daya, BMKG Minta Warga Waspada Bangunan Retak

PASUNDANEKSPRES.ID - Gempa Sumba Barat Daya. Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10/2026) pagi, tidak hanya membuat warga berhamburan keluar rumah. Guncangan juga meninggalkan kerusakan pada puluhan rumah dan sejumlah fasilitas umum di wilayah tersebut.
Kerusakan Gempa Sumba Barat Daya
Data sementara pemerintah daerah mencatat sedikitnya 56 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda. Selain bangunan tempat tinggal, sejumlah fasilitas umum seperti rumah ibadah, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga kantor pelayanan masyarakat juga ikut terdampak.
Dilansir dari detik.com, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonu Wulla mengatakan kerusakan rumah warga tersebar di sejumlah kecamatan.
Dari total rumah yang terdampak, 50 rumah masuk kategori rusak ringan, enam rumah mengalami rusak sedang, dan satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat.
Kerusakan tersebut tersebar di Kecamatan Kodi, Kodi Utara, Kodi Bangedo, Kodi Balaghar, Wewewa Selatan, hingga wilayah Kota Tambolaka.
Sebagian kerusakan berupa tembok yang mengalami retak. Di beberapa bangunan, bagian plafon juga dilaporkan roboh akibat kuatnya guncangan.
Jumlah warga maupun kepala keluarga yang terdampak hingga kini masih dalam proses pendataan pemerintah daerah.
Fasilitas Umum Ikut Terdampak
Dampak gempa tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di rumah-rumah warga.
Sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tingkat kerusakannya.
Beberapa rumah ibadah yang terdampak antara lain Gereja Pantekosta Victory Billa Cenge, Gereja Pantekosta Jata Ngedo Billa Cenge, Gereja Katedral Waitabula, GBI Suara Kebenaran Sapurata, dan Gereja Kristen Sumba (GKS) Mata.
Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah fasilitas pelayanan publik dan pendidikan.
Bangunan yang terdampak antara lain Puskesmas Kori, Pustu Kalena Rongo, Balai KB Desa Wallandimu, SD Katolik Manu Toghi, SD Negeri Walaingira, serta Kantor PLN Cabang Kodi.
Kerusakan pada fasilitas umum menjadi perhatian tersendiri karena bangunan tersebut memiliki fungsi penting bagi masyarakat, terutama fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan penilaian terhadap bangunan-bangunan yang terdampak untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
62 Gempa Susulan Guncang Sumba Barat Daya
Dilansir dari laman BMKG, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 62 aktivitas gempa susulan dalam beberapa jam setelah gempa utama. Gempa susulan tersebut memiliki kekuatan yang bervariasi, mulai dari magnitudo 1,5 hingga 4,3.
Kondisi ini membuat masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada, terutama mereka yang berada di sekitar bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan sebelumnya.
Tidak semua gempa susulan tersebut dirasakan oleh masyarakat. Namun, keberadaannya menunjukkan bahwa aktivitas seismik di wilayah tersebut masih berlangsung.
Bagi masyarakat yang rumah atau tempat tinggalnya mengalami kerusakan, kondisi ini perlu menjadi perhatian.
Guncangan susulan, meskipun lebih kecil dibandingkan gempa utama, tetap berpotensi memberikan tekanan tambahan pada bangunan yang sebelumnya sudah mengalami kerusakan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan retakan pada dinding, kerusakan plafon, atau bagian bangunan lain yang berpotensi membahayakan.
Satu Orang Dilaporkan Luka Ringan
Selain aktivitas gempa susulan, BMKG juga menerima laporan mengenai dampak gempa terhadap masyarakat.
Berdasarkan laporan sementara hingga pukul 08.40 WIB, terdapat kerusakan di sejumlah wilayah dengan kategori tertentu. Satu orang juga dilaporkan mengalami luka ringan.
Tim BMKG melalui Stasiun Geofisika Sumba Timur akan melakukan pemantauan dan survei lapangan untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai dampak gempa.
Survei tersebut diperlukan untuk mengumpulkan data mengenai kondisi bangunan dan tingkat kerusakan di wilayah terdampak.
Data lapangan juga menjadi bagian penting dalam memperbarui informasi yang disampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
(ipa)
