Gubernur Kaltim Malah ke Singapura Saat Karhutla Kalimantan? Simak Berita Updatenya di Sini!

PASUNDAN EKSPRES.ID — Keberadaan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud di Singapura menjadi sorotan setelah fotonya beredar di media sosial.
Perjalanan tersebut menuai pertanyaan karena terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur masih menjadi persoalan, dengan kualitas udara di sejumlah wilayah dilaporkan berada pada kondisi yang mengkhawatirkan.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memberikan penjelasan mengenai tujuan perjalanan Rudy ke negara tersebut.
Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyatakan bahwa gubernur pergi ke Singapura untuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin atau medical check-up di Rumah Sakit Mount Elizabeth.
Penjelasan itu muncul setelah foto Rudy yang diduga sedang sarapan di sebuah hotel di Singapura ramai diperbincangkan di media sosial Threads sejak Senin, 12 Oktober 2026.
Sejumlah unggahan mempertanyakan keberadaan gubernur di luar negeri ketika persoalan karhutla masih membutuhkan perhatian pemerintah daerah.
Berdasarkan pemberitaan Media Indonesia, detikNews, dan Kaltim Today pada 12–13 Oktober 2026, Pemprov Kaltim menyebut perjalanan tersebut dilakukan pada akhir pekan. Ririn juga menjelaskan bahwa Rudy telah kembali ke Kalimantan Timur untuk melanjutkan agenda pemerintahan.
Pemprov Kaltim Sebut Rudy Mas’ud Jalani Pemeriksaan Kesehatan
Ririn Sari Dewi membenarkan bahwa perjalanan Gubernur Kaltim ke Singapura dilakukan untuk pemeriksaan kesehatan.
Ia menegaskan bahwa agenda tersebut merupakan pemeriksaan rutin, bukan perjalanan yang berkaitan dengan urusan pemerintahan di luar negeri.
“Medical check up rutin,” kata Ririn, seperti dikutip detikNews dalam pemberitaan pada Senin, 12 Oktober 2026.
Menurut keterangan Diskominfo Kaltim yang diberitakan sejumlah media, Rudy menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.
Perjalanan tersebut berlangsung pada akhir pekan, setelah gubernur menyelesaikan sejumlah agenda sebelumnya.
Ririn juga menjelaskan bahwa Rudy memperoleh persetujuan lisan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk melakukan perjalanan tersebut.
Permohonan secara tertulis turut disampaikan secara paralel karena keberangkatan berlangsung pada akhir pekan.
Dalam klarifikasi yang diberitakan Kaltim Today pada 12 Oktober 2026, Ririn menyatakan bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut menggunakan dana pribadi, bukan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Benar, bapak medical check-up di Singapura. Biaya pakai dana pribadi, bukan APBD,” kata Ririn, sebagaimana dikutip Kaltim Today.
Keterangan tersebut belum bisa menjelaskan polemik perjalanan gubernur.
