Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Wacana Kebijakan Tidak Naik Kelas Mencuat, DPR Minta Kaji Ulang

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|15:05 WIB
Bagikan:
Wacana Kebijakan Tidak Naik Kelas Mencuat, DPR Minta Kaji Ulang
Ilustrasi guru dan murid belajar di kelas. (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

PASUNDANEKSPRES.ID - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengkaji ulang wacana kebijakan tidak naik kelas pada 2027.

Ia menyebut, kebijakan itu harus dikaji secara menyeluruh agar tidak menambah beban siswa di tengah upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

Terkait hal itu, Lalu mengatakan Komisi X DPR telah berdiskusi dengan Kemendikdasmen mengenai rencana penerapan kembali kebijakan tersebut.

"Misalnya ini wajib dilaksanakan atau mau tidak mau karena emergency harus dilaksanakan, pada prinsipnya kami Komisi X mendukung, tapi tolong kaji sekali lagi, kajian menjadi sangat penting, kita cek plus minusnya seperti apa," ucap Lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Pemerintah menilai mutu pendidikan Indonesia saat ini masih jauh dari harapan, termasuk capaian skor PISA (Programme for International Student Assesment), terutama pada aspek literasi dan numerasi.

"Jadi kami sudah berdiskusi dengan Kemendikdasmen. Memang dari pemerintah melihat mutu dan kualitas pendidikan kita hari ini memang jauh dari harapan. Kemudian skor PISA kita, baik literasi maupun numerasi juga ternyata jauh dari harapan juga," ujarnya.

Lalu menegaskan, pemerintah perlu mengevaluasi berbagai aspek sebelum memutuskan penerapan kebijakan tidak naik kelas dengan mengukur dampak terhadap siswa serta efektivitasnya dalam mendorong peningkatan kemampuan akademik.

"Oleh sebab itu, pemberlakuan tidak naik kelas ini akan dihidupkan kembali, tetapi kami di Komisi X meminta untuk betul-betul dikaji. Jangan sampai program ini dilaksanakan tanpa kajian yang matang, justru nanti akan membebani siswa-siswi kita yang ada di satuan pendidikan," katanya.

Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti buka suara soal wacana kebijakan murid tidak naik kelas mulai tahun ajaran baru 2027.

Mu'ti menilai, masukan tersebut menjadi perhatian serius Kemendikdasmen meski rencana tersebut masih perlu dikaji serta masukan dari berbagai pihak.

Kebijakan tersebut berpotensi diterapkan mulai tahun ajaran baru 2027 dan seterusnya. Artinya, tidak semua siswa secara otomatis naik kelas berikutnya hanya karena telah menyelesaikan satu tahun pembelajaran.

"Kalau ini disetujui dan mungkin menjadi bagian dari rekomendasi konvensi ini, tentu kami akan siap melaksanakan," ucap Mu'ti dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (8/10).

Abdul Mu'ti menilai, perubahan tersebut diperlukan untuk membangkitkan kembali semangat belajar serta meningkatkan ketekunan siswa dalam belajar.

Ia menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai 'rumus RMS' atau 'rajin malas sama saja'. Kondisi ini dinilai tidak sehat jika dibiarkan terus menerus menjadi budaya dalam sistem pendidikan.

"Karena banyak murid itu yang mengikuti rumus RMS, rajin malas sama saja," katanya.

Mendikdasmen memastikan pemerintah tidak akan mengambil keputusan secara terburu-buru terkait kebijakan murid tidak naik kelas tersebut.

(inm)

Berita Terbaru

Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Bantuan Iuran BPJS Kesehatan Diperluas, Kelompok Desil 7-8 Bakal Ditanggung Pemerintah

Nasional49 menit lalu
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Sejumlah Desa di Kecamatan Bojong, Pohon Tumbang Putus Jaringan Listrik

Purwakarta50 menit lalu
Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Nasional1 jam lalu
Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Riset dan Inovasi1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Riset dan Inovasi1 jam lalu
Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Nasional2 jam lalu
Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Olahraga2 jam lalu
Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Headline2 jam lalu
DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

Headline2 jam lalu
Harga BBM per 4 November 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia, Cek Daftar Lengkapnya

Harga BBM per 4 November 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia, Cek Daftar Lengkapnya

Nasional2 jam lalu