Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Israel Makin Brutal Gempur Gaza Selatan, Warga Palestina Cari Tempat Berlindung

N
Nanda YuanitaEditor: Yusup Suparman
|10:10 WIB
Bagikan:
Israel Makin Brutal Gempur Gaza Selatan, Warga Palestina Cari Tempat Berlindung
Pasukan Pertahanan Israel di Perbatasan Israel-Gaza (twitter.com/IDF)

PASUNDAN EKSPRES - Israel makin brutal kali ini sasar Kota Khan Younis di bagian Gaza Selatan pada Senin (22/1/2024), yang menyebabkan warga Palestina berbondong-bondong mencari tempat berlindung. 

“Situasinya mengerikan. Malam kemarin dan hari ini sangat sulit kondisinya, terjadi pengeboman dan penembakan. Saya tidak tahu harus berbuat apa,” kata Mahdi Antar, salah satu warga Palestina yang ada di Khan Younis, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (23/1/2024).

Menurut Kementerian Kesehatan Gaja ada lebih dari 120 orang terbunuh dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Lantas, para korban ini di bawa ke Rumah Sakit Al-Nasser yang tak luput dari serangan brutal Israel. 

BACA JUGA:Gempuran Israel Menggila, Hamas Ancam Bunuh Sandera

Hingga berita ini dibuat, jumlah korban ewas di Jalur Gaja terus bertambah. Adapun korban tewas yang tercatat adalah mencapai 25.205 orng dan 62 ribu orang terluka. 

Semantara itu, penduduk Palestina terpaksa berjalan menuju perbatasan Rafah untuk mengunsi. Mereka juga mengalami pemadaman komunikasi dalam sepekan terakhir. 

Dilansir IDN Times, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak usulan pejuang Hamas Palestina untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza, yang hampir memasuki bulan keempat.

“Sebagai imbalan atas pembebasan sandera kami, Hamas menuntut diakhirinya perang, penarikan pasukan kami dari Gaza dan membiarkan Hamas tetap utuh. Saya langsung menolak syarat para monster itu,” kata Netanyahu, dikutip dari VOA.

BACA JUGA:Israel Terus Gempur Gaza, 23 Ribu Warga Palestina Tewas Sejak 7 Oktober

Sebelumnya, Hamas sempat mengakui bahwa mereka memang menyerang Israel pada 7 Oktober 2023 lalu dan menewaskan sekitar 1.200 warga Israel.

Namun, mereka mengklaim langkah tersebut diperlukan untuk melawan pendudukan Israel di wilayah Palestina dan merupakan cara untuk menjamin pembebasan tahanan Palestina.

Sementara itu, Netanyahu mengaku bahwa memang ada tekanan internasional dan internal ke pemerintahannya untuk segera menyetujui pembentukan negara Palestina. 

Namun hal ini juga ditolak olehnya.“Pembentukan negara Palestina akan menimbulkan bahaya yang nyata bagi Israel,” ungkap Netanyahu.

(nym)

Berita Terbaru

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Etika Bercanda di Media Sosial: Lucu Boleh, Tapi Jangan Sampai Menyakiti

Lifestyle11 menit lalu
PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

PBSI Beri Bonus untuk Tim Asian Games 2026, Leo/Daniel Diguyur Rp 1 Miliar

Olahraga20 menit lalu
Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Cara Cek Penerima PIP Oktober 2026 Pakai NISN, Ini Besaran Dananya

Nasional1 jam lalu
Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Bupati Purwakarta Tegas Soal Gereja di Cikopo: Jika Syarat Terpenuhi, Harus Diizinkan!

Purwakarta2 jam lalu
ADVERTISEMENT
Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta Heboh! Ratusan Massa Gelar Aksi, Rencana Gereja di Cikopo Jadi Perhatian

Purwakarta2 jam lalu
Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Viral Rumah Dinas TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Tindak Tegas

Nasional3 jam lalu
Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Warga Jabar Tak Punya BPJS hingga KTP Tetap Bisa Berobat, Pemprov Siapkan Pembiayaan

Jawa Barat4 jam lalu
Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Viral Dugaan Keracunan di Resto 88 Seoul Bandung, Korban Alami Diare hingga Demam

Jawa Barat4 jam lalu
Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Kemarau Subang Belum Usai, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai

Subang5 jam lalu
Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Musim Hujan 2026/2027 Mundur, BMKG Ungkap Penyebab dan Perkiraannya

Nasional5 jam lalu