Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 107 Penumpang Selamat dan 6 Meninggal

I
Indrawan SetiadiEditor: Indrawan Setiadi
|09:28 WIB
Bagikan:
Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 107 Penumpang Selamat dan 6 Meninggal
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin

PASUNDANEKSPRES.ID – Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin sempat hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Kapal yang membawa ratusan orang tersebut dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum mengalami kemiringan hingga akhirnya sejumlah penumpang harus dievakuasi.

Informasi mengenai insiden tersebut dikonfirmasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) langsung dilakukan setelah kapal dilaporkan hilang kontak.

Kepala Basarnas, Marsdya TNI Mohammad Syafii, mengatakan pihaknya menerima laporan awal mengenai kecelakaan KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Selatan.

“Dilaporkan info awal operasi SAR kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak di Laut Jawa, Provinsi Kalimantan Selatan,” kata Mohammad Syafii kepada wartawan, Minggu (13/9/2026).

Berdasarkan informasi awal, titik terakhir kapal berada di koordinat 4°31'51.82"S 114°02'06.88"E dengan heading 203,94°. Lokasi tersebut berjarak sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin, dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.

Kronologi Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak

Berikut kronologi kejadian berdasarkan laporan Basarnas:

  1. Pukul 01.00 WIB, KMP Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin melaporkan menghadapi cuaca buruk. Setelah itu, kapal dilaporkan hilang kontak.

  2. Pukul 04.10 WIB, General Manager (GM) Virgo Transport 8 melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor SAR Banjarmasin untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan.

  3. Pukul 04.30 WIB, Kantor SAR Banjarmasin memberangkatkan satu tim menuju Dermaga SAR Basirih. Tim kemudian bergerak menuju lokasi terakhir kapal menggunakan KN SAR Laksmana 241 dengan estimasi perjalanan sekitar lima jam.

  4. Basarnas Command Center (BCC) mengirimkan broadcast radio ke seluruh saluran komunikasi di kawasan tersebut serta mengirimkan peta prediksi digital sebagai dasar pelaksanaan operasi SAR.

Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan tim pencarian dari Kantor SAR Banjarmasin, helikopter SAR, serta berkoordinasi dengan sejumlah unsur SAR lainnya, termasuk armada KRI TNI AL, Polairud, dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

107 Orang Selamat, 6 Meninggal Dunia

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan bahwa sejumlah penumpang KMP Virgo Transport 8 telah berhasil dievakuasi. Berdasarkan pembaruan data terbaru, sebanyak 107 orang dinyatakan selamat, sementara enam orang meninggal dunia.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, mengatakan proses pencarian dan pendataan korban masih terus dilakukan.

“Data sementara, sebanyak 107 orang penumpang telah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, 6 orang meninggal dunia, sementara proses pencarian dan pendataan lebih lanjut terus berlangsung,” kata Heri dalam ralat keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).

Proses evakuasi dilakukan Basarnas dengan bantuan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, di antaranya KM Haida, MT Mauhan, dan TB TCP.

Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin juga mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk membantu proses evakuasi.

KMP Virgo Transport 8 Membawa 243 Orang

Heri menjelaskan, KMP Virgo Transport 8 diduga mengalami kemiringan dan hilang kontak di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Berdasarkan data manifes, kapal tersebut membawa total 243 orang, terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet. Kapal juga membawa 89 unit kendaraan sebagai muatan.

“Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi,” ujar Heri.

Penyebab Kecelakaan Masih Diinvestigasi

Mengenai penyebab kecelakaan, Heri mengatakan pihaknya belum dapat memastikan faktor yang menyebabkan KMP Virgo Transport 8 mengalami kemiringan.

Penyelidikan akan mencakup sejumlah kemungkinan, mulai dari faktor alam, kondisi teknis kapal, hingga faktor manusia.

“KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progres di lapangan,” jelasnya.

Untuk membantu penanganan insiden, Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin juga membuka posko di Terminal Penumpang Bandarmasih, Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Posko tersebut menjadi pusat koordinasi antara Basarnas, BUP PT Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin (VTS), Kepanduan PT Pelindo III Banjarmasin, pihak keagenan kapal, serta keluarga penumpang.

Rincian Korban yang Dievakuasi

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari proses evakuasi, korban berhasil diselamatkan menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Berikut rinciannya:

  • TB TCP: 1 orang selamat dan 5 orang meninggal dunia.

  • TB Mauhan: 14 orang selamat, 1 orang mengalami cedera berat, dan 1 orang meninggal dunia.

  • MV Haida: 69 orang selamat.

  • KM Cahaya Bahari: 62 orang selamat.

Data jumlah korban tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi, dan verifikasi manifes penumpang.

Kesaksian Korban Selamat

Salah satu korban selamat, Ahmad Saudi, menceritakan detik-detik saat KMP Virgo Transport 8 mulai miring.

Ahmad dievakuasi menggunakan MV Haida menuju Banjarmasin. Ia mengaku sedang tidur di sofa ketika tiba-tiba terbangun karena mendengar orang-orang berlarian.

“Kalau kejadiannya ya singkat aja. Waktu saya tidur kan, saya kan tidur di kursi, di sofa. Jadi saya tidur itu ada orang lari. Saya tanya kenapa? Kapal miring. Terus saya berdiri, ternyata miring sungguhan,” kata Ahmad, dilansir detikKalimantan, Minggu (13/9/2026).

Ahmad kemudian berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada bagian jendela. Ketika kemiringan kapal semakin parah, ia berpindah ke bagian atas kapal dan bertahan hingga menemukan kesempatan untuk menyelamatkan diri.

“Langsung saya lari ke bawah, terus saya ke jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring. Abis miring, saya naik ke atas, nunggu sampai kapal tenggelam. Baru ada kapal karet itu keluar, baru saya loncat,” ujarnya.

Ahmad juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penumpang yang berada di kamar kelas ekonomi ketika kapal mulai miring. Menurut dia, kondisi kapal yang berubah dengan cepat membuat sebagian penumpang kesulitan keluar dari kamar.

“Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi ya, itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda. Yang keluar ini kan sopir-sopir aja, orang laki-laki. Yang di kamar-kamar belum bisa keluar,” katanya.

Hingga Minggu (13/9/2026), proses pencarian dan pendataan korban masih dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pemerintah melalui Basarnas dan instansi terkait terus memperbarui informasi mengenai kondisi penumpang serta perkembangan operasi penyelamatan.

Berita Terbaru

Acara HUT TNI 2026 Dipindah ke Cilangkap, Ini Jadwalnya

Acara HUT TNI 2026 Dipindah ke Cilangkap, Ini Jadwalnya

Nasional8 jam lalu
POLSUB dan Pengda FORBASI Jabar Resmi Gelar Kejurda 2026

POLSUB dan Pengda FORBASI Jabar Resmi Gelar Kejurda 2026

Subang8 jam lalu
Motor Warga Hilang, Keamanan Parkir di Pasar Malam Lapangan Bintang Subang jadi Sorotan

Motor Warga Hilang, Keamanan Parkir di Pasar Malam Lapangan Bintang Subang jadi Sorotan

Subang8 jam lalu
Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong Dalam Patroli KRYD

Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong Dalam Patroli KRYD

Subang8 jam lalu
ADVERTISEMENT
Prediksi Cuaca Kabupaten Subang 5 Oktober 2026: Berawan, Suhu hingga 35 Derajat Celsius

Prediksi Cuaca Kabupaten Subang 5 Oktober 2026: Berawan, Suhu hingga 35 Derajat Celsius

Subang9 jam lalu
Proyek PSEL di Bandung Barat Mulai Dibangun, Apa Dampaknya bagi Lingkungan?

Proyek PSEL di Bandung Barat Mulai Dibangun, Apa Dampaknya bagi Lingkungan?

Bandung Barat13 jam lalu
Segini Gaji Karyawan Pabrik Mobil Listrik di Subang, Operator Bisa Bawa Pulang Rp5 Jutaan

Segini Gaji Karyawan Pabrik Mobil Listrik di Subang, Operator Bisa Bawa Pulang Rp5 Jutaan

Jawa Barat16 jam lalu
Mitra Samira Travel Resmi Hadir di Subang, Permudah Warga Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Mitra Samira Travel Resmi Hadir di Subang, Permudah Warga Wujudkan Impian ke Tanah Suci

Headline17 jam lalu
Jadi Finalis FIFA ASEAN Cup 2026, Segini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Jadi Finalis FIFA ASEAN Cup 2026, Segini Posisi Timnas Indonesia di Ranking FIFA

Olahraga17 jam lalu
Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong, 64 Botol dan 9 Motor Diamankan

Polres Subang Sasar Miras hingga Knalpot Brong, 64 Botol dan 9 Motor Diamankan

Headline17 jam lalu