Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Karhutla di Indonesia Bisa Dipantau Online, Begini Cara Cek Hotspot dan Data Kebakaran

P
Putri MelaniaEditor: Putri Melania
|16:00 WIB
Bagikan:
Karhutla di Indonesia Bisa Dipantau Online, Begini Cara Cek Hotspot dan Data Kebakaran
Gambar: Laman resmi SiPongi+. (Sumber: Tangkapan layar https://sipongi.gakkum.kehutanan.go.id/)

PASUNDANEKSPRES.ID - Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Indonesia masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang perlu dipantau dari waktu ke waktu.

Perkembangan kebakaran hutan dan lahan tidak selalu terlihat secara langsung, sebab kondisi di lapangan bisa berubah mengikuti cuaca, tingkat kekeringan, angin, hingga aktivitas manusia.

Informasi mengenai karhutla juga sering muncul dalam berbagai bentuk di media sosial. Namun, data tentang titik panas, lokasi kebakaran, luas area terdampak, dan kondisi cuaca sebaiknya diperiksa melalui sumber resmi agar informasi yang didapat lebih jelas.

Pantau Karhutla di Indonesia

Perkembangan karhutla kini bisa dipantau melalui beberapa sumber resmi pemerintah.

Masing-masing menyediakan jenis informasi yang berbeda, mulai dari hotspot hasil pemantauan satelit, luas hutan dan lahan terbakar, jumlah penanganan, berita resmi, sampai kondisi cuaca yang berkaitan dengan potensi kebakaran.

Berikut lengkapnya!

1. SiPongi+

SiPongi+ atau Sistem Pemantauan Karhutla menyediakan data dan informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu informasi yang tersedia adalah hotspot atau titik panas. Data tersebut diperbarui secara berkala dan dilengkapi sumber serta lokasi sehingga perkembangan titik panas dapat dilihat secara lebih jelas.

SiPongi+ juga menampilkan grafik data NAS-TERRA/AQUA yang berasal dari pemantauan satelit. Informasi ini memberikan gambaran mengenai titik panas yang terdeteksi dalam periode tertentu.

Selain hotspot, terdapat sejumlah data lain yang berkaitan langsung dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan, seperti:

  • Jumlah hutan dan lahan yang terbakar.
  • Jumlah penanganan kebakaran.
  • Lokasi kebakaran yang tercatat di Indonesia.
  • Data hotspot yang diperbarui secara berkala.
  • Grafik pemantauan NAS-TERRA/AQUA.
  • Sumber serta lokasi titik panas yang terdeteksi.

Berdasarkan data yang tercantum pada SiPongi+, hingga 2026 tercatat lebih dari 202 ribu hektare hutan dan lahan terbakar serta 3.121 penanganan kebakaran. Angka tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti pembaruan data dalam sistem.

Informasi tersebut membuat SiPongi+ menjadi salah satu rujukan penting untuk melihat perkembangan karhutla secara lebih faktual, terutama ketika muncul kabar mengenai titik panas atau kebakaran di suatu daerah.

Kendala terkait aplikasi SiPongi dapat disampaikan melalui layanan WhatsApp pada nomor 0813-1003-5000.

2. Laman Resmi Kementerian Kehutanan

Perkembangan karhutla di Indonesia juga dapat diikuti melalui laman resmi Kementerian Kehutanan RI.

Portal tersebut memuat berita dan informasi terbaru mengenai sektor kehutanan. Pembaruan dilakukan secara berkala sehingga kabar mengenai kebijakan, kegiatan, pengelolaan hutan, hingga berbagai persoalan di lapangan dapat ditemukan dalam satu sumber resmi.

Sejumlah layanan publik yang tersedia antara lain:

  • SP4N LAPOR!
  • JAPRI
  • ELHKPN
  • JDIH
  • PPID
  • GOKUPS
  • SIPONGI
  • MUSPERA
  • SIMONTANA

Laman Kementerian Kehutanan juga dapat menjadi pembanding ketika terdapat informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan yang beredar di berbagai platform.

Berita resmi membantu memberikan konteks mengenai kejadian, langkah penanganan, maupun kebijakan yang berkaitan dengan kondisi kehutanan.

3. BMKG Menyediakan Informasi Potensi Karhutla

Karhutla di Indonesia juga berkaitan erat dengan kondisi cuaca. Tingkat panas, kelembapan, angin, serta kondisi kering di suatu wilayah dapat memengaruhi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

BMKG menyediakan laman khusus yang memuat ikhtisar pemantauan dan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia.

Informasi BMKG dapat digunakan untuk melihat kondisi meteorologis yang berkaitan dengan risiko karhutla. Data tersebut menjadi pelengkap ketika perkembangan hotspot dan kebakaran sedang dipantau.

Beberapa informasi yang dapat diperhatikan dari sumber BMKG meliputi:

  • Pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan.
  • Kondisi cuaca yang berkaitan dengan risiko kebakaran.
  • Informasi wilayah dengan potensi karhutla.
  • Perkembangan kondisi meteorologis yang dapat memengaruhi kebakaran.

Tiga sumber tersebut dapat menjadi rujukan untuk mengikuti karhutla di Indonesia secara lebih jelas, mulai dari titik panas hingga perkembangan kondisi di wilayah yang terdampak.

(pm)

Berita Terbaru

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA

Nasional6 jam lalu
SK Manajer Kopdes Merah Putih Akhirnya Keluar, Apakah Termasuk Pegawai BUMN?

SK Manajer Kopdes Merah Putih Akhirnya Keluar, Apakah Termasuk Pegawai BUMN?

Nasional6 jam lalu
222 Personel Bergerak Serentak di Kuningan, Bakti PDKB PLN Jaga Listrik Tetap Menyala di Tengah Pemeliharaan

222 Personel Bergerak Serentak di Kuningan, Bakti PDKB PLN Jaga Listrik Tetap Menyala di Tengah Pemeliharaan

Jawa Barat7 jam lalu
Rekam Jejak Birokrasi Tiga Calon Sekda Subang

Rekam Jejak Birokrasi Tiga Calon Sekda Subang

Headline7 jam lalu
ADVERTISEMENT
Tips Bekerja sebagai Operator Produksi di Subang agar Sukses dan Profesional

Tips Bekerja sebagai Operator Produksi di Subang agar Sukses dan Profesional

Lifestyle7 jam lalu
3 Nama Masuk Tiga Besar Calon Sekda Subang, Ini Daftarnya

3 Nama Masuk Tiga Besar Calon Sekda Subang, Ini Daftarnya

Subang8 jam lalu
PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan

PLN UID Jabar Raih Rekor MURI, Pemeliharaan Listrik Tanpa Padam Jaga Aktivitas Masyarakat Tetap Berjalan

Jawa Barat8 jam lalu
Antisipasi BMKG, Awal Musim Hujan Mundur ke November: Apa yang Perlu Disiapkan?

Antisipasi BMKG, Awal Musim Hujan Mundur ke November: Apa yang Perlu Disiapkan?

Nasional8 jam lalu
Perkuat Silaturahmi Warga Desa Rangdu Tawasullan Malam Jum'at Kliwon

Perkuat Silaturahmi Warga Desa Rangdu Tawasullan Malam Jum'at Kliwon

Subang9 jam lalu
495 Prestasi Terkurasi Puspresnas, As-Syifa Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional

495 Prestasi Terkurasi Puspresnas, As-Syifa Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional

Subang9 jam lalu