Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Karhutla di Kalimantan Jadi Perhatian Leonardo DiCaprio, Habitat Orang Utan Terancam

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|09:49 WIB
Bagikan:
Karhutla di Kalimantan Jadi Perhatian Leonardo DiCaprio, Habitat Orang Utan Terancam
Aktor Hollywood asal Amerika Serikat, Leonardo DiCaprio, kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia.

PASUNDANEKSPRES.ID - Aktor Hollywood asal Amerika Serikat, Leonardo DiCaprio, kembali menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Kali ini, ia menyampaikan kepeduliannya terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Melalui akun Instagram pribadinya, DiCaprio membagikan sebuah video yang memperlihatkan dampak kebakaran hutan. Dalam unggahan tersebut, aktor peraih penghargaan Oscar itu menyebutkan bahwa lebih dari 800.000 hektare kawasan hutan telah terbakar. Ia juga menjelaskan sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya karhutla, salah satunya adalah perubahan iklim.

"Lebih dari 2 juta acres atau ekar (800.000 hektare) hutan telah terbakar di pulau Kalimantan dan Sumatra," tulis DiCaprio, di Instagram @leonardodicaprio.

"Perubahan iklim membuat hutan di Kalimantan menjadi lebih kering, lebih panas, dan lebih rentan terhadap kebakaran-yang sering kali dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan hutan untuk pertanian. Saat lahan gambut yang kaya karbon seperti ini terbakar, lahan tersebut juga melepaskan karbon tersimpan dalam jumlah sangat besar, sehingga semakin memperparah krisis iklim dan keanekaragaman hayati," sambungnya.

DiCaprio juga menyoroti dampak kebakaran hutan terhadap kehidupan masyarakat. Menurutnya, bencana tersebut tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan jutaan orang akibat paparan asap. Selain itu, kebakaran turut membahayakan satwa liar, termasuk orang utan yang hidup di kawasan Borneo, Kalimantan.

"Lebih dari 5 juta orang telah terpapar asap kebakaran hutan. Orang utan Kalimantan terlihat melarikan diri dari hutan yang terbakar seiring hilangnya habitat mereka," ujar DiCaprio.

"Orang utan ini diselamatkan oleh BKSDA di Kalimantan Tengah dengan dukungan BOS Foundation, dan kini berada dalam perawatan dokter hewan. Owa Kalimantan (Bornean White-bearded Gibbon), yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di pepohonan, memiliki sedikit pilihan untuk melarikan diri saat api melalap hutan di sekitarnya."

Dalam unggahan tersebut, DiCaprio turut menyertakan tautan yang membahas kebakaran hutan serta dampaknya terhadap orang utan di Borneo. Informasi di dalamnya juga memuat berbagai cara masyarakat dapat berkontribusi dalam mendukung upaya penanggulangan kebakaran, sekaligus membantu melindungi kelestarian hutan dan satwa liar.

Leonardo DiCaprio Dikenal Aktif dalam Isu Lingkungan dan Perubahan Iklim

Selain berkarier di industri perfilman, Leonardo DiCaprio telah lama dikenal sebagai figur publik yang aktif menyuarakan persoalan lingkungan dan perubahan iklim. Kepeduliannya terhadap isu tersebut juga membawanya pada peran internasional ketika ia ditunjuk sebagai perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk perubahan iklim pada 2014.

Ban Ki Moon, yang kala itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBB, menilai bahwa popularitas DiCaprio di tingkat global dapat menjadi modal penting untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap tantangan perubahan iklim.

Keterlibatan DiCaprio dalam gerakan lingkungan sebenarnya telah dimulai jauh sebelum penunjukannya oleh PBB. Pada 1998, ketika berusia 24 tahun, ia berkunjung ke Gedung Putih untuk bertemu dengan Al Gore, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden Amerika Serikat.

Mengutip laman Together Band, pertemuan tersebut membahas persoalan pemanasan global. DiCaprio kemudian mengenang momen itu sebagai salah satu peristiwa penting yang mendorong keterlibatannya dalam aktivisme perubahan iklim.

Pada tahun yang sama, ia mendirikan Leonardo DiCaprio Foundation (LDF). Yayasan tersebut dibentuk dengan tujuan menjaga kelestarian kawasan alam liar di Bumi serta mendorong terciptanya keseimbangan hubungan antara manusia dan lingkungan. Seiring perkembangannya, yayasan ini telah memberikan dukungan kepada berbagai proyek konservasi di berbagai negara, terutama yang berfokus pada perlindungan ekosistem rentan dan spesies yang terancam.

DiCaprio bersama yayasannya juga terlibat dalam pembuatan sejumlah karya dokumenter dan proyek media yang bertujuan meningkatkan kesadaran publik mengenai urgensi perubahan iklim. Dua di antaranya adalah The 11th Hour yang dirilis pada 2007 dan Before the Flood pada 2016. Kedua karya tersebut telah menjangkau jutaan penonton di berbagai belahan dunia.

Dalam teks sumber, DiCaprio juga disebut memanfaatkan pidato saat menerima penghargaan Aktor Terbaik pada Piala Oscar 2026 untuk menyampaikan pesan tentang perubahan iklim. Ia mengajak masyarakat mendukung upaya perlindungan Bumi dari dampak krisis iklim.

"Kita perlu mendukung para pemimpin di seluruh dunia yang tidak berbicara demi kepentingan pihak pencemar besar atau perusahaan raksasa, melainkan berbicara demi seluruh umat manusia, demi masyarakat adat di dunia, demi miliaran orang kurang mampu yang akan paling terdampak oleh hal ini, demi anak-cucu kita, serta demi mereka yang suaranya telah tenggelam oleh politik keserakahan," kata sang aktor dalam pidatonya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada kalian semua atas penghargaan luar biasa malam ini. Mari kita tidak menyia-nyiakan planet ini. Saya pun tidak akan menyia-nyiakan malam yang istimewa ini."

Kepedulian Leonardo DiCaprio terhadap kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera kembali menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Kerusakan hutan akibat karhutla tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar yang bergantung pada hutan sebagai habitat alaminya.

Berita Terbaru

Dampak Karhutla di Kalimantan terhadap Lingkungan, Kesehatan, dan Kehidupan Masyarakat

Dampak Karhutla di Kalimantan terhadap Lingkungan, Kesehatan, dan Kehidupan Masyarakat

Nasional19 menit lalu
KPK Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Dana Bencana, Adik Kepala BNPB Ikut Terseret

KPK Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Korupsi Dana Bencana, Adik Kepala BNPB Ikut Terseret

Nasional23 menit lalu
Izin PT CMM Subang Belum Tuntas, Kajian Tata Ruang Jadi Tahap Awal

Izin PT CMM Subang Belum Tuntas, Kajian Tata Ruang Jadi Tahap Awal

Subang28 menit lalu
Mohamad Feriadi Raih Penghargaan CEO of The Year di Indonesia Logistics Award 2026

Mohamad Feriadi Raih Penghargaan CEO of The Year di Indonesia Logistics Award 2026

Headline36 menit lalu
ADVERTISEMENT
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Gangguan Kesehatan Ternak, Disnakeswan Subang Minta Peternak Waspada

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Gangguan Kesehatan Ternak, Disnakeswan Subang Minta Peternak Waspada

Headline56 menit lalu
Status Bencana Nasional Karhutla Tak Kunjung Ditetapkan, GNB Sentil Pemerintah

Status Bencana Nasional Karhutla Tak Kunjung Ditetapkan, GNB Sentil Pemerintah

Nasional1 jam lalu
Karhutla di Kalimantan Jadi Perhatian Leonardo DiCaprio, Habitat Orang Utan Terancam

Karhutla di Kalimantan Jadi Perhatian Leonardo DiCaprio, Habitat Orang Utan Terancam

Nasional1 jam lalu
KADIN Dorong Pemkab Purwakarta Lindungi Pelaku Usaha Emas dan Konsumen

KADIN Dorong Pemkab Purwakarta Lindungi Pelaku Usaha Emas dan Konsumen

Headline1 jam lalu
Bareskrim Polri Tetapkan 9 Korporasi Tersangka Karhutla

Bareskrim Polri Tetapkan 9 Korporasi Tersangka Karhutla

Nasional1 jam lalu
Cukup Pakai NIK! Begini Cara Cek Penerima BSU Oktober 2026 Secara Online

Cukup Pakai NIK! Begini Cara Cek Penerima BSU Oktober 2026 Secara Online

Nasional1 jam lalu