Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan

PASUNDANEKSPRES.ID - Kecelakaan kereta cepat di Spanyol. Kecelakaan yang melibatkan dua kereta cepat di Spanyol menewaskan sedikitnya 68 orang pada Rabu (28/10/2026) waktu setempat. Kereta milik operator Renfe menabrak kereta Iryo yang sedang berhenti di jalur rel kawasan Castilla-La Mancha. Tim penyelamat masih mencari kemungkinan korban lain di antara gerbong-gerbong yang ringsek.
Kecelakaan Kereta Cepat di Spanyol Tewaskan 68 Orang, Sistem Keselamatan Jadi Sorotan
Tragedi ini menjadi kecelakaan kereta paling mematikan di Eropa sejak 2013, ketika anjloknya kereta di Santiago de Compostela, Spanyol, menewaskan 80 orang. Insiden tersebut juga merupakan kecelakaan kereta fatal kedua di Spanyol sepanjang 2026.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga mereka. Ia menegaskan pemerintah akan menyelidiki penyebab kecelakaan serta memperbaiki setiap kelemahan yang ditemukan dalam sistem keselamatan perkeretaapian.
Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengatakan, tabrakan terjadi setelah kereta Renfe diizinkan melanjutkan perjalanan meskipun sebelumnya mendapat sinyal merah. Sinyal tersebut muncul karena gangguan komunikasi pada sistem komputer yang secara otomatis menghentikan lalu lintas kereta.
Namun, keputusan yang keliru kemudian diambil sehingga kereta Renfe kembali diizinkan bergerak dan akhirnya menabrak kereta Iryo yang masih berhenti di jalur tersebut.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi dari dekat lokasi kejadian, Sanchez menyebut insiden itu sebagai tragedi mengerikan. Ia berjanji akan memastikan penyelidikan berjalan menyeluruh, meskipun penyebab kecelakaan terbaru dan insiden sebelumnya sejauh ini dinilai tidak berkaitan.
"Jika kita perlu memperkuat keselamatan lebih jauh demi memulihkan kepercayaan terhadap sistem kereta cepat kita, kita akan melakukannya," kata Sanchez, dikutip Reuters, Kamis (29/10/2026).
Partai oposisi Spanyol, People's Party atau Partai Rakyat, turut membatalkan seluruh kegiatan kampanye pada hari kejadian menjelang pemilihan umum bulan berikutnya.
Puluhan Korban Dievakuasi, Penumpang Terjebak di Gerbong
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Benturan menyebabkan dua gerbong kereta Iryo anjlok, sementara sedikitnya tiga gerbong dilaporkan terjun ke lereng di sekitar jalur layang.
Di lokasi kejadian, ambulans, helikopter, dan kendaraan layanan pemakaman dikerahkan untuk membantu proses evakuasi. Puing-puing logam serta bagian rangkaian kereta yang rusak berserakan di sekitar jalur rel.
Kepala pemerintahan regional Castilla-La Mancha, Emiliano García-Page, mengonfirmasi jumlah korban meninggal mencapai 68 orang. Sementara itu, Menteri Kesehatan Monica Garcia menyebut sekitar 80 orang mengalami luka-luka, termasuk 15 orang dalam kondisi sangat serius.
Petugas masih menyisir gerbong yang hancur ketika malam mulai tiba. Mereka belum dapat memastikan apakah masih ada korban meninggal yang terjebak di dalam rangkaian kereta sebelum bangkai gerbong dipindahkan.
Sejumlah penumpang yang terluka dievakuasi melalui jalan di dekat lokasi. Sebagian terlihat berlumuran darah atau mengalami luka yang harus dibalut perban.
Renfe dan Adif Jadi Bagian dari Penyelidikan
Operator Renfe menyatakan keretanya melanjutkan perjalanan sesuai instruksi yang diterima sebelum menabrak kereta Iryo. Perusahaan tersebut mengaku belum mengetahui alasan kereta Iryo berhenti di jalur tersebut.
Dalam pernyataan resminya, Renfe mengatakan penyelidikan harus mengungkap secara terperinci urutan kejadian, kondisi lalu lintas kereta, dan situasi saat benturan berlangsung.
Sementara itu, Iryo menyatakan telah mengaktifkan protokol darurat setelah kecelakaan. Adif, perusahaan milik negara yang bertanggung jawab atas pengelolaan infrastruktur perkeretaapian Spanyol, belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Penyelidikan akan menjadi dasar untuk menentukan bagaimana sinyal merah yang seharusnya menghentikan perjalanan dapat diikuti oleh keputusan untuk kembali mengizinkan kereta bergerak.
Di sisi lain, Renfe membuka saluran komunikasi khusus bagi keluarga korban untuk memperoleh informasi mengenai penumpang yang terdampak. Perusahaan itu juga menghentikan penjualan tiket kereta cepat pada koridor Madrid-Andalusia hingga 13 Desember.
Di sebuah sekolah di Urda yang dijadikan tempat berkumpul bagi keluarga korban, seorang perempuan bernama Ana masih menunggu kabar mengenai suaminya, Pepe. Namanya belum tercantum dalam daftar korban yang telah teridentifikasi, meskipun polisi telah menemukan anjing peliharaan mereka yang bernama Trece.
Anggaran Pemeliharaan Infrastruktur Disorot
Selain prosedur keselamatan, kecelakaan ini turut memunculkan pertanyaan mengenai prioritas belanja untuk jaringan kereta cepat Spanyol yang membentang sekitar 4.000 kilometer.
Data Komisi Eropa menunjukkan Spanyol mengalokasikan rata-rata sekitar 1,5 miliar euro per tahun untuk jaringan kereta cepat selama periode 2018–2022. Nilai tersebut lebih besar dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.
Namun, sebagian besar anggaran digunakan untuk pembangunan jalur baru. Hanya sekitar 16 persen yang dialokasikan untuk pemeliharaan, pembaruan, dan peningkatan infrastruktur yang telah beroperasi.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena ekspansi jaringan perlu diimbangi dengan pemeliharaan fasilitas yang sudah ada. Meski demikian, belum ada kesimpulan bahwa komposisi anggaran tersebut menjadi penyebab langsung tabrakan pada Rabu.
Sementara itu, analisis Reuters terhadap data otoritas persaingan usaha Spanyol menunjukkan sekitar 25 juta penumpang menggunakan kereta cepat di negara tersebut pada semester pertama 2026. Jumlah itu turun sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Investigasi Menentukan Langkah Perbaikan
Hingga kini, penyebab lengkap tabrakan masih harus dipastikan melalui penyelidikan resmi. Fokus pemeriksaan mencakup gangguan komunikasi komputer, keputusan untuk mengizinkan kereta Renfe kembali berjalan, serta kondisi operasional saat kereta Iryo masih berhenti di jalur.
Hasil investigasi diharapkan dapat menjelaskan apakah kecelakaan dipicu oleh kesalahan prosedur, gangguan teknis, kelemahan komunikasi, atau kombinasi beberapa faktor.
Pemerintah Spanyol menghadapi tantangan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta cepat sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat setelah dua kecelakaan fatal dalam satu tahun.
