Kementerian PU Perkuat Akses Kawasan Industri Mobil Listrik Subang lewat Pembangunan Exit Tol

PASUNDANEKSPRES.ID - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana membangun exit tol yang akan terhubung langsung dengan Kawasan Industri Mobil Listrik Subang.
Infrastruktur tersebut disiapkan untuk mendukung Kawasan Instalasi Strategis Nasional sebagai pusat produksi mobil dan motor listrik nasional milik PT Pindad (Persero).
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan rencana tersebut saat meninjau lokasi pembangunan pabrik mobil nasional pada Selasa (21/7).
Menurutnya, pembangunan akses tol menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat konektivitas menuju Kawasan Industri Mobil Listrik Subang, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Dody menjelaskan, penyediaan infrastruktur dilakukan agar kawasan industri strategis tersebut memiliki akses transportasi yang memadai. Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi logistik, mobilitas tenaga kerja, serta aktivitas industri di Kawasan Industri Mobil Listrik Subang diharapkan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.
“Untuk kawasan industri Subang, dukungan itu diwujudkan melalui konektivitas Jalan Tol Akses Patimban serta akses sementara melalui Jalan Tol Cikampek–Palimanan,” kata dia dikutip Kamis (23/7).
Selain memperkuat akses menuju Kawasan Industri Mobil Listrik Subang, Kementerian PU juga menyiapkan sejumlah infrastruktur yang memiliki fungsi ganda untuk mendukung kepentingan pertahanan negara.
Salah satu langkah yang disiapkan ialah pemanfaatan beberapa ruas jalan tol sebagai landasan darurat bagi pesawat tempur apabila dibutuhkan dalam kondisi tertentu.
Menurut Dody, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur kini tidak lagi berorientasi pada satu sektor saja, melainkan telah terintegrasi dengan berbagai kebutuhan strategis nasional, termasuk bidang pertahanan dan keamanan.
Pembangunan akses menuju Kawasan Industri Mobil Listrik Subang diharapkan dapat meningkatkan daya saing kawasan sebagai pusat industri kendaraan listrik nasional.
Kehadiran infrastruktur pendukung juga dinilai akan memperlancar arus logistik, menarik investasi baru, serta memperkuat ekosistem industri otomotif listrik di Indonesia.
