Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kenapa Sistem Desil Bansos Banyak yang Salah? Ini Penjelasan Terbarunya

K
Khoirul AnsoriEditor: Dobi Maulana
|13:59 WIB
Bagikan:
Kenapa Sistem Desil Bansos Banyak yang Salah? Ini Penjelasan Terbarunya
Kenapa Sistem Desil Bansos Banyak yang Salah? Ini Penjelasan Terbarunya

PASUNDAN EKSPRES.ID – Persoalan data desil dalam penyaluran bantuan sosial kembali menjadi perhatian pada September 2026.

Sejumlah warga mengeluhkan posisi desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dinilai tidak menggambarkan kondisi ekonomi keluarga saat ini.

Pertanyaan kenapa sistem desil bansos banyak yang salah pun muncul setelah ada warga yang menemukan posisi desilnya berbeda dengan kondisi kehidupan sehari-hari.

Ada keluarga yang merasa kondisi ekonominya sedang sulit, tetapi tercatat pada desil yang lebih tinggi.

Sebaliknya, ada pula keluarga dengan kondisi relatif lebih baik yang masih tercatat dalam kelompok penerima bantuan.

Pemerintah sendiri mengakui masih terdapat ketidaksesuaian data dan menyediakan mekanisme pemutakhiran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemutakhiran diperlukan untuk menangani kesalahan sasaran dalam data bantuan sosial.

Menurut Gus Ipul, terdapat dua bentuk kesalahan yang menjadi perhatian, yakni inclusion error dan *exclusion error.

Inclusion error terjadi ketika pihak yang seharusnya tidak menerima bantuan justru tercatat sebagai penerima.

Sementara exclusion error terjadi ketika pihak yang seharusnya menerima bantuan justru belum masuk dalam data. 

Kenapa Sistem Desil Bansos Banyak yang Salah?

Salah satu hal yang perlu dipahami, desil bukan angka yang ditentukan hanya berdasarkan besarnya penghasilan bulanan.

Sistem DTSEN menggunakan data sosial dan ekonomi untuk melakukan pemeringkatan tingkat kesejahteraan.

Karena itu, kondisi sebuah keluarga dapat terlihat berbeda apabila data yang digunakan dalam proses pemeringkatan belum mencerminkan keadaan terbaru.

Perubahan pekerjaan, pendapatan, jumlah anggota keluarga, kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, hingga perubahan komposisi rumah tangga dapat membuat kondisi ekonomi keluarga berubah.

Jika perubahan tersebut belum masuk dalam data yang digunakan untuk pemeringkatan, posisi desil yang muncul bisa tidak sesuai dengan keadaan terkini.

Informasi mengenai desil juga perlu dipahami sebagai hasil pengolahan data, bukan angka yang dapat dipilih sendiri.

Data resmi DTSEN menjelaskan bahwa portal tersebut digunakan untuk pengelolaan dan distribusi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. 

DTSEN Terus Dimutakhirkan

Pemerintah tidak membiarkan data tersebut berhenti pada satu kali pendataan. Kemensos menyampaikan bahwa DTSEN terus dimutakhirkan secara berkala.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya menyampaikan pemutakhiran dilakukan agar data penerima bantuan semakin sesuai dengan kondisi terbaru.

Informasi terbaru yang diberitakan menunjukkan pemutakhiran DTSEN dilakukan setiap tiga bulan. 

Pemutakhiran berkala menjadi penting karena kondisi ekonomi keluarga tidak selalu tetap.

Seseorang yang sebelumnya memiliki pekerjaan tetap bisa kehilangan pekerjaan.

Sebaliknya, kondisi ekonomi keluarga juga dapat membaik setelah mendapatkan pekerjaan baru atau mengalami perubahan pendapatan.

Perubahan semacam itu membutuhkan pembaruan data agar pemeringkatan kesejahteraan tidak hanya menggambarkan kondisi beberapa waktu sebelumnya.

Ada Keluhan Desil Tidak Sesuai Kondisi Lapangan

Keluhan mengenai ketidaksesuaian desil menjadi salah satu alasan pemerintah membuka kembali saluran pemutakhiran.

Tirto melaporkan bahwa Kemensos membuka kesempatan pemutakhiran bagi warga yang menemukan data desil tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Langkah tersebut berkaitan dengan upaya mengurangi inclusion error dan exclusion error dalam penyaluran bantuan. 

Persoalan ini juga muncul dalam laporan mengenai keluarga yang merasa kehilangan akses bantuan setelah posisi desil berubah.

Tirto pada 2 September 2026 memberitakan kasus seorang lansia yang disebut terdampak perubahan klasifikasi dalam DTSEN.

Laporan tersebut menunjukkan bagaimana satu data atau aset tertentu dapat memengaruhi hasil pemeringkatan apabila tidak dibaca bersama kondisi ekonomi secara menyeluruh. 

Artinya, munculnya desil yang dianggap tidak sesuai tidak otomatis berarti seluruh sistem DTSEN mengalami kesalahan.

Namun, adanya data yang tidak sesuai tetap perlu diperiksa dan diperbarui melalui mekanisme resmi.

Desil Tidak Bisa Diubah Sesuka Hati

Hal lain yang perlu diketahui dalam pembahasan kenapa sistem desil bansos banyak yang salah adalah desil tidak dapat diganti secara manual hanya karena seseorang merasa berhak memperoleh bantuan.

Desil merupakan hasil pemeringkatan berdasarkan data sosial ekonomi.

Jika kondisi keluarga memang berubah, yang dilakukan adalah mengajukan pemutakhiran data, bukan menentukan sendiri angka desil yang diinginkan.

Kementerian Sosial menyediakan fitur pengajuan pembaruan melalui aplikasi Cek Bansos.

Mekanisme tersebut memungkinkan pemilik data mengajukan koreksi apabila informasi yang tercatat dinilai tidak sesuai. 

Prosesnya tidak berhenti pada pengajuan. Data yang disampaikan perlu melalui proses pemeriksaan dan pengolahan sebelum hasil pemeringkatan diperbarui.

Cara Memperbaiki Data Desil yang Tidak Sesuai

Bagi keluarga yang merasa posisi desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya, pembaruan dapat diajukan melalui kanal yang disediakan pemerintah.

Beberapa jalur yang dapat digunakan antara lain:

  • Mengajukan pembaruan melalui aplikasi Cek Bansos
  • Menggunakan fitur Usul/Sanggah atau pembaruan data yang tersedia pada aplikasi.
  • Menyampaikan perubahan data melalui pemerintah desa atau kelurahan.
  • Menghubungi dinas sosial setempat untuk mendapatkan informasi mengenai mekanisme pembaruan.
  • Menyiapkan dokumen pendukung apabila diminta dalam proses verifikasi.
  • Memastikan data kependudukan seperti NIK dan Kartu Keluarga sesuai dengan kondisi terbaru.

Detik juga melaporkan bahwa pengajuan pembaruan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos dengan memilih fitur pengusulan pembaruan data dan mengunggah dokumen pendukung.

Mengapa Perubahan Desil Tidak Langsung Terlihat?

Pengajuan perubahan data tidak berarti posisi desil akan langsung berubah pada hari yang sama.

Data perlu diproses dan diverifikasi sebelum dilakukan pemeringkatan kembali.

Hal ini penting karena desil bukan sekadar hasil memasukkan angka penghasilan.

Sistem mengolah data sosial ekonomi untuk menentukan posisi keluarga dalam kelompok kesejahteraan.

Karena itu, jika seseorang mengajukan pembaruan dengan kondisi ekonomi yang berbeda, hasil akhirnya tetap ditentukan melalui proses pengolahan data pemerintah.

Portal resmi DTSEN juga menyediakan bagian khusus mengenai perubahan data dan pengecekan desil.

Situs tersebut dikelola Direktorat Data Pembangunan dan Pemerintah Digital, Kementerian PPN/Bappenas. 

Desil Bukan Satu-Satunya Penentu Bansos

Perubahan posisi desil juga tidak dapat langsung dimaknai sebagai kepastian menerima atau kehilangan seluruh bantuan sosial.

Program bantuan memiliki ketentuan dan sasaran masing-masing.

Desil menjadi salah satu basis penargetan, tetapi pelaksanaan program tetap mengikuti kriteria yang ditetapkan untuk masing-masing bantuan.

ANTARA menjelaskan bahwa pemerintah menggunakan data sosial dan ekonomi untuk menentukan sasaran berbagai program bantuan sosial, sementara desil merupakan salah satu istilah penting dalam proses tersebut. 

Karena itu, keluarga yang menemukan ketidaksesuaian sebaiknya memeriksa data secara keseluruhan, bukan hanya melihat angka desil.

Pemerintah Buka Ruang untuk Perbaikan Data

Perkembangan terbaru per 3 September 2026 menunjukkan pemerintah masih melakukan pembenahan terhadap DTSEN.

Kemensos membuka pemutakhiran ketika ditemukan data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Pemerintah juga tengah mengevaluasi persoalan data desil. Laporan terbaru menyebut adanya pembahasan mengenai kemungkinan pembentukan tim khusus lintas kementerian dan lembaga untuk mengevaluasi DTSEN setelah muncul keluhan mengenai ketidaksesuaian desil dengan kondisi ekonomi riil. 

Berita Terbaru

5 Tempat Acara Perusahaan Dekat Kawasan Industri Subang, Cocok untuk Meeting hingga Gathering

5 Tempat Acara Perusahaan Dekat Kawasan Industri Subang, Cocok untuk Meeting hingga Gathering

Lifestyle12 menit lalu
Berapa Hari Libur Lebaran Tahun 2027? Ini Jadwalnya Menurut SKB 3 Menteri

Berapa Hari Libur Lebaran Tahun 2027? Ini Jadwalnya Menurut SKB 3 Menteri

Lifestyle42 menit lalu
Perbedaan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Terbaru

Perbedaan PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Terbaru

Nasional1 jam lalu
Kenali Gejala Super Flu H3N2 Subclade K, Apa Bedanya dengan Influenza Biasa?

Kenali Gejala Super Flu H3N2 Subclade K, Apa Bedanya dengan Influenza Biasa?

Lifestyle1 jam lalu
ADVERTISEMENT
World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

Subang1 jam lalu
World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

World Pharmacists Day 2026, IAI Subang Perang Melawan Peredaran Gelap Tramadol hingga Alprazolam

Headline1 jam lalu
Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Kades Banggalamulya Masih Pertimbangkan Upaya Hukum

Divonis 1 Tahun 6 Bulan, Kades Banggalamulya Masih Pertimbangkan Upaya Hukum

Headline2 jam lalu
Ini Dia Peluang Kerja Fresh Graduate di Kawasan Industri Subang

Ini Dia Peluang Kerja Fresh Graduate di Kawasan Industri Subang

Lifestyle2 jam lalu
Hasil Undian Badminton AG 2026 Perorangan: Rachel/Febi Langsung Jumpa Tan/Thinaah

Hasil Undian Badminton AG 2026 Perorangan: Rachel/Febi Langsung Jumpa Tan/Thinaah

Olahraga2 jam lalu
SMP Negeri 3 Purwakarta Bentuk Karakter Siswa, Ditempa di Mako Brimob

SMP Negeri 3 Purwakarta Bentuk Karakter Siswa, Ditempa di Mako Brimob

Purwakarta2 jam lalu