Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Komentar Jokowi Soal Debat Capres Ketiga: Kurang Mengedukasi

N
Nisa Atiatul M MEditor: Yusup Suparman
|10:09 WIB
Bagikan:
Komentar Jokowi Soal Debat Capres Ketiga: Kurang Mengedukasi
Ketiga Capres saat bertandang ke istana presiden (Dok Istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kegiatan debat capres ketiga yang dilaksanakan pada Minggu (7/1/2024) ini tidak mengedukasi karna ada serangan terhadap personal alih-alaih sebagai subtansi visi misi dan program. 

"Yang pertama memang saya melihat substansi dari visinya malah tidak kelihatan. Yang kelihatan justru saling menyerang yang sebetulnya nggak apa-apa asal kebijakan, asal policy, asal visi, nggak apa-apa," katanya di Serang, Banten, Senin (8/1/2024).

"Tapi kalau sudah menyerang personal, pribadi, yang tidak ada hubungan dengan konteks debat tadi malam mengenai hubungan internasional, mengenai geopolitik, mengenai pertahanan, dan lain-lain, saya kira kurang memberikan pendidikan, kurang mengedukasi masyarakat yang menonton. Saya kira akan banyak yang kecewa," kata Jokowi.

"Saling serang nggak apa-apa, tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukan untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira nggak baik dan nggak mengedukasi," sambung Jokowi.

BACA JUGA:Berapa Hektar Tanah Milik Prabowo yang Jadi Topik Panas Saat Debat

Bahkan dalam debat capres yang dilakukan pada Minggu (7/1) capres nomor urut 1 Anies Baswedan selalu menyerang capres nomor urut 2 Prabowo Subianto, contohnya ketika membahs mengenai etika.

Pada saat itu, prabowo mengatakan bahwa pemimpin tidak boleh menghasut dan menyesatkan rakayat dan harus beretika baik. 

Hal tersebutpun langsung disinggung oleh Anies mengenai standar etik "ini fakta, ketika bapak tetap jalan terus dengan cawapres (calon wakil presiden) yang melanggar etika. Artinya ada kompromi atas standar etika," sindiran Anis ketika membalas Prabowo.  

Berita Terbaru

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Indonesia Jadi Negara dengan Pertumbuhan Orang Superkaya Tertinggi di Dunia, Ini Dia Daftar Negara Lainnya!

Lifestyle19 menit lalu
Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Wamen ATR/Waka BPN: Integrasi Data Hak, Tata Ruang, dan Nilai Tanah Jadi Kunci Tata Kelola Pertanahan

Nasional32 menit lalu
Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Tak Perlu Perantara, Masyarakat Bisa dengan Mudah Urus Roya secara Mandiri

Nasional34 menit lalu
Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Ramai Seruan Netizen Malaysia Boikot Produk Indonesia, Sejarah Lagu "Negaraku" Ikut Diungkit

Lifestyle36 menit lalu
ADVERTISEMENT
Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Muncul Wacana Siswa Tak Otomatis Naik Kelas Mulai 2027, Ini Kata Mendikdasmen

Nasional46 menit lalu
Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Polres Subang Bedah Rumah Mak Datem di Cibogo

Headline1 jam lalu
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Subang Batch 6 Dibuka, Ada 3 Program Gratis!

Subang1 jam lalu
Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nusron Wahid Mangkir dari Panggilan KPK, Agenda Internal jadi Alasan

Nasional1 jam lalu
7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

7 Pria Diduga Bawa Kabur Mesin ATM di India, Uangnya Rp90 Jutaan

Headline1 jam lalu
80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Terpapar Judi Online, Komdigi Ungkap Langkah Pemerintah

Nasional2 jam lalu