Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Konten Karhutla Kena Shadowban, Menkomdigi Angkat Bicara

D
Dobi MaulanaEditor: Dobi Maulana
|09:46 WIB
Bagikan:
Konten Karhutla Kena Shadowban, Menkomdigi Angkat Bicara
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam acara pisah sambut Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kemkomdigi di Kantor Kemkomdigi.

PASUNDANEKSPRES.ID - Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyoroti mekanisme algoritma yang diterapkan oleh sejumlah platform digital.

Perhatian tersebut muncul di tengah ramainya diskusi publik mengenai dugaan pembatasan jangkauan atau shadowban terhadap unggahan yang mengangkat persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meutya menekankan bahwa perusahaan teknologi perlu meningkatkan keterbukaan dalam mengelola sistem distribusi informasi kepada pengguna.

Menurutnya, masyarakat sebagai konsumen berhak menentukan informasi yang ingin mereka akses dan konsumsi, bukan sepenuhnya bergantung pada keputusan sepihak perusahaan teknologi.

“Karena apa yang kita lihat dan kita konsumsi di sosial media seharusnya merupakan hak pengguna sebagai konsumen untuk memilih, bukan diatur sepihak oleh perusahaan teknologi semata,” ujar Meutya cuplikan video yang diterima awak media, Rabu (21/10/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa kementeriannya terus mendorong penerapan prinsip akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan pedoman komunitas serta pengoperasian algoritma rekomendasi konten.

Keterbukaan ini dianggap penting agar pengguna dapat memahami pertimbangan di balik keputusan sistem yang memengaruhi distribusi informasi.

Selain itu, pengelola platform digital diharapkan memberikan penjelasan ketika melakukan pembatasan terhadap penyebaran unggahan pengguna.

Kejelasan informasi tersebut memungkinkan kreator mengetahui alasan kontennya dibatasi sekaligus memahami prosedur resmi untuk mengajukan keberatan.

Di tengah munculnya berbagai spekulasi, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menginstruksikan ataupun meminta platform digital untuk menghapus atau membatasi penyebaran informasi mengenai karhutla.

“Kemkomdigi telah melakukan penjelasan awal melalui tim kami di Kemkomdigi dan ini kami jelaskan lagi bahwa tidak ada penurunan konten maupun permintaan penurunan konten dari Kemkomdigi untuk membatasi informasi terkait kebakaran hutan dan lahan atau karhutlah,” ungkapnya.

Sebaliknya, pemerintah menilai informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan dapat menjadi bahan penting dalam mendukung upaya penanganan bencana.

Untuk memperkuat keterbukaan informasi, instansi pemerintah juga terus memperluas penyampaian data terkait penanganan karhutla melalui berbagai saluran komunikasi resmi.

“Pemerintah terbuka atas masukan informasi yang faktual, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait karhutlah,” kata Meutya.

Bagi masyarakat yang menduga unggahannya mengalami pembatasan jangkauan, Meutya mengimbau agar laporan terlebih dahulu disampaikan kepada penyedia platform terkait, seperti Meta dan TikTok.

Pengguna dapat memanfaatkan fitur pengaduan atau mekanisme banding yang tersedia sebelum menyampaikan laporan lebih lanjut kepada kementerian.

“Jika ada yang merasa ada gangguan layanan pada unggahan terkait karhutla, di platform baik itu Meta, TikTok, atau platform lainnya, ajukan aduan atau banding kepada platform terkait, lalu laporkan juga kepada kami,” pungkas Meutya.

Perbincangan mengenai dugaan shadowban semakin ramai setelah sejumlah pengguna media sosial mengaku mengalami penurunan jangkauan unggahan secara signifikan.

Dalam kondisi tersebut, konten tetap dapat dipublikasikan, tetapi tingkat keterlihatannya di linimasa pengguna lain diduga mengalami penurunan sehingga tidak menjangkau audiens secara optimal.

Berita Terbaru

Kebakaran Kapal KMP Batumandi di Merak, Seluruh Penumpang Selamat, Ini Update Terbarunya!

Kebakaran Kapal KMP Batumandi di Merak, Seluruh Penumpang Selamat, Ini Update Terbarunya!

Nasional13 menit lalu
TMMD ke-130 Subang, Jalan hingga Sarana Air Bersih Masih Dikerjakan di Cupunagara

TMMD ke-130 Subang, Jalan hingga Sarana Air Bersih Masih Dikerjakan di Cupunagara

Subang14 menit lalu
Karhutla Indonesia Makin Ganas! Emisi Tertinggi dalam 24 Tahun, Alarm Bencana 2015 Menyala Lagi

Karhutla Indonesia Makin Ganas! Emisi Tertinggi dalam 24 Tahun, Alarm Bencana 2015 Menyala Lagi

Nasional19 menit lalu
Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN Bikin Heboh Netizen

Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN Bikin Heboh Netizen

Nasional37 menit lalu
ADVERTISEMENT
Keracunan MBG di Cisarua Bogor, Jumlah Siswa Terdampak Bertambah Jadi 103 Orang

Keracunan MBG di Cisarua Bogor, Jumlah Siswa Terdampak Bertambah Jadi 103 Orang

Jawa Barat43 menit lalu
SD PIT Bhaskara Subang Ukir Prestasi, Raih Beragam Penghargaan Tingkat Provinsi hingga Nasional

SD PIT Bhaskara Subang Ukir Prestasi, Raih Beragam Penghargaan Tingkat Provinsi hingga Nasional

Subang58 menit lalu
Konten Karhutla Kena Shadowban, Menkomdigi Angkat Bicara

Konten Karhutla Kena Shadowban, Menkomdigi Angkat Bicara

Nasional58 menit lalu
Prancis Larang Demo di Paris, Ribuan Polisi Disiapkan Hadapi Aksi Akhir Pekan

Prancis Larang Demo di Paris, Ribuan Polisi Disiapkan Hadapi Aksi Akhir Pekan

Nasional58 menit lalu
Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan

Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan

Nasional58 menit lalu
Kasus Korupsi Sudewo, Bupati Pati Divonis 8,5 Tahun Penjara, Ini Perkembangan Terbarunya

Kasus Korupsi Sudewo, Bupati Pati Divonis 8,5 Tahun Penjara, Ini Perkembangan Terbarunya

Nasional59 menit lalu