Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

KPK Buka Peluang Jemput Paksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Mangkir Dua Kali

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:19 WIB
Bagikan:
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Mangkir Dua Kali
KPK Buka Peluang Jemput Paksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Mangkir Dua Kali (Image From: Putraindo News)

PASUNDANEKSPRES.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan mengambil langkah lanjutan terhadap Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid setelah dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.

Dua Kali Mangkir dari Pemeriksaan KPK, Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa

Dilansir dari Tempo.com, Nusron kembali tidak hadir dalam pemeriksaan yang dijadwalkan pada Kamis (15/10/2026). Hingga pemeriksaan berakhir, penyidik KPK mengaku belum menerima konfirmasi mengenai alasan ketidakhadiran menteri tersebut.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik masih menunggu penjelasan dari Nusron. Lembaga antirasuah itu selanjutnya akan mempertimbangkan langkah penyidikan yang diperlukan, termasuk kemungkinan melakukan penjemputan paksa sesuai ketentuan hukum.

Budi sebelumnya menyampaikan bahwa pemeriksaan Nusron merupakan bagian dari pengembangan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Ketidakhadiran pada 15 Oktober menjadi kali kedua Nusron tidak memenuhi agenda pemeriksaan yang ditetapkan penyidik. Sebelumnya, ia juga tidak hadir pada Rabu (7/10/2026).

Pada pemanggilan pertama, Nusron menyampaikan surat pemberitahuan bahwa dirinya tidak dapat memenuhi panggilan karena memiliki agenda lain di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Namun, untuk ketidakhadiran pada pemeriksaan kedua, KPK menyatakan belum memperoleh konfirmasi mengenai alasan Nusron tidak datang.

Kasus Berawal dari Operasi Tangkap Tangan

Perkara dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat Kementerian ATR/BPN ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 14 September 2026. Dalam operasi tersebut, sebanyak 19 orang diamankan.

Sehari setelahnya, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein sebelumnya menyebut empat tersangka diduga memiliki keterkaitan dengan Nusron. Mereka adalah Erwin, Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A. Rafiq, dan Muhammad Fakhry.

Taufik menyebut keempat orang tersebut diduga merupakan orang kepercayaan Nusron. Meski demikian, penyebutan nama-nama tersebut dalam proses penyidikan tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan Nusron dalam tindak pidana yang sedang diusut.

Selain itu, dua pejabat di lingkungan ATR/BPN turut ditetapkan sebagai tersangka, yakni Sontang Coin Manurung dan Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Lampri.

Dua tersangka lainnya adalah Direktur Utama PT Summarecon Agung Adrianto Pitojo Adi dan pihak swasta bernama Rizal Pahlevi.

Nusron Sebelumnya Mengaku Tidak Mengetahui Perkara

Saat dimintai tanggapan mengenai kasus tersebut pada 18 September 2026, Nusron mengaku tidak mengetahui secara terperinci duduk perkara dugaan korupsi yang berkaitan dengan pengurusan HGB PT Summarecon.

Ia juga menyatakan Kementerian ATR/BPN menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang dilakukan KPK.

Pemeriksaan terhadap Nusron sebagai saksi menjadi bagian dari upaya penyidik mendalami perkara tersebut. Namun, hingga pemanggilan kedua pada 15 Oktober 2026, pemeriksaan itu belum terlaksana karena yang bersangkutan tidak hadir.

KPK kini perlu menentukan langkah berikutnya untuk memastikan proses penyidikan berjalan sesuai ketentuan. Sementara itu, alasan ketidakhadiran Nusron dalam pemanggilan kedua masih belum diketahui secara resmi.

(ipa)

Berita Terbaru

Bukan Sekadar Fun Run, Subang Culturun 2026 Gabungkan Olahraga dan Wisata

Bukan Sekadar Fun Run, Subang Culturun 2026 Gabungkan Olahraga dan Wisata

Subang54 menit lalu
Baru Sehari, Subang Wedding Festival Catat Transaksi Rp852 Juta

Baru Sehari, Subang Wedding Festival Catat Transaksi Rp852 Juta

Subang3 jam lalu
Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Koran dan Media Online Pasundan Ekspres Raih Penghargaan SPS Awards 2026

Headline3 jam lalu
Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Persib Bandung Jadi Tim Terbaik Fase Grup, Cuma Butuh 1 Poin untuk Kunci Juara Grup E!

Olahraga4 jam lalu
Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Jadwal Libur November 2026: Ini Daftar Tanggal Merahnya

Nasional5 jam lalu
Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Mengenal Teknologi Penyadapan LIMS yang Diduga Digunakan Listyo Sigit Cs untuk Sadap Presiden Prabowo

Nasional6 jam lalu
Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Rute ke Pasir Panyileukan Ciater Subang dari Jakarta, Kawasan Wisata Baru yang Diresmikan KDM

Subang7 jam lalu
Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Kabar Baik! Pemerintah Umumkan Rekrutmen CPNS Mulai November 2026

Nasional8 jam lalu
Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Prakiraan Cuaca Hari Ini di Subang Sabtu 7 November 2026, Cek Sekarang!

Lifestyle9 jam lalu
Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Wamen Ossy Laporkan Progres Dukungan Kementerian ATR/BPN dalam Percepatan Pembangunan KSPEAN di Empat Provinsi Prioritas

Nasional19 jam lalu