Kronologi Mozza Hilang Sejak 2025 Ditemukan Tinggal Tulang di Tepi Tol Jangli Semarang

PASUNDANEKSPRES.ID - Mozza Axillia Gunarsa (19), warga Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, meninggalkan rumah pada 25 Juni 2025. Sejak saat itu, Mozza tidak pernah kembali ke rumah.
Hampir satu tahun setelah Mozza dinyatakan hilang, warga menemukan kerangka manusia di sebuah lahan kosong dekat jalan tol kawasan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, pada Jumat (4/9/2026) siang.
Kerangka tersebut diduga berjenis kelamin perempuan. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia dan terkubur di lokasi tersebut selama kurang lebih satu tahun.
Kronologi Mozza Hilang menjadi perhatian setelah penyelidikan polisi mengarah kepada seorang teman dekat korban yang diduga terlibat dalam pembunuhan. Berikut rangkaian Kronologi Mozza Hilang hingga ditemukannya kerangka manusia di kawasan Jangli.
Mozza Pergi dari Rumah
Ayah Mozza, Singgih Ditya Gunarsa, mengungkapkan bahwa putri sulungnya meninggalkan rumah pada Rabu (25/6/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sebelum pergi, Mozza sempat mengirim pesan kepada ayahnya melalui WhatsApp. Dalam pesan tersebut, ia berpamitan hendak mengantarkan laptop.
"Saat itu dia mengirim pesan melalui WhatsApp, pamitan mau mengantar laptop," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Kamis (9/7/2026).
Namun, Mozza ternyata pergi seorang diri dan tidak membawa laptop. Hal tersebut membuat Singgih merasa curiga karena putrinya biasanya selalu memberi kabar setiap kali hendak bepergian.
Saat meninggalkan rumah, Mozza menggunakan sepeda motor Honda Vario 125 bernomor polisi H 5344 ALC berwarna hitam. Ia juga diketahui tidak membawa STNK kendaraan tersebut.
Mozza ketika itu mengenakan baju putih lengan panjang serta sandal Reebok berwarna cokelat.
Ciri fisik Mozza antara lain memiliki tahi lalat di pipi kanan dan tanda lahir berupa bintik cokelat di bagian pelipis kanan.
Hingga sore hari, Mozza belum juga pulang. Singgih kemudian mengetahui bahwa ponsel putrinya masih aktif ketika waktu magrib.
"Magrib itu ponselnya masih aktif, namun setelah itu sudah tidak bisa dihubungi," jelas Singgih.
Muncul Pesan dari Teman Mozza
Keluarga mulai merasakan kejanggalan setelah salah seorang teman Mozza menghubungi Singgih dan menanyakan keberadaan putrinya.
Teman tersebut mengatakan bahwa Mozza sedang dicari oleh orangtuanya. Dalam percakapan yang diterima Singgih, terdapat pesan yang menyebutkan bahwa Mozza hendak pergi ke Jogja selama tiga hari.
"Teman itu menanyakan keberadaan Mozza dan menyampaikan, Kamu di mana dicariin orangtua?' Selanjutnya dijawab, 'Mau ke Jogja tiga hari jangan bilang ibu'. Mozza kalau memanggil itu mama, bukan ibu," ungkap Singgih.
Setelah Mozza tidak lagi dapat dihubungi, Singgih melaporkan hilangnya sang putri kepada Polres Semarang.
Keluarga kemudian terus melakukan pencarian. Pada Juli 2025, sejumlah barang milik Mozza ditemukan di beberapa lokasi di Kota Semarang.
"Pada Juli 2025, barang Mozza ditemukan di Kota Semarang. KTP dan SIM di Jalan Dr. Cipto, sementara ponsel berada di Kota Lama, namun sudah dimiliki orang lain, tetapi tidak terkait dengan hilangnya Mozza," ucap Singgih.
Pencarian Mozza Dilakukan hingga Luar Kota
Dalam upaya mencari putrinya, Singgih mengetahui bahwa Mozza sempat berkomunikasi secara intens dengan salah satu akun di Instagram.
Ia kemudian mendatangi kawasan Tegalsari, Kota Semarang, untuk mencari orang yang berkomunikasi dengan putrinya. Namun, pemilik kos menyebut orang tersebut tidak tinggal di sana.
Pencarian kemudian berlanjut ke luar Kota Semarang. Singgih mendatangi Jombang, Jawa Timur, setelah nomor lama ponsel Mozza terlacak di wilayah tersebut.
Informasi lainnya membawa Singgih ke Indramayu, Jawa Barat. Ia mendapat kabar mengenai seorang perempuan yang disebut memiliki kemiripan dengan Mozza.
"Itu bersama pihak kepolisian, karena nomor lama ponsel Mozza terlacak di sana. Tetapi ternyata nomor itu telah didaur ulang provider dan digunakan orang lain," tutur Singgih.
"Saya juga ke Solo, namun ternyata Mozza juga tidak terlacak," sambungnya.
Penyelidikan Polisi Mengarah ke Blora
Titik terang dalam kasus ini mulai muncul setelah orangtua Mozza menyerahkan perangkat elektronik milik putrinya kepada penyidik Satreskrim Polres Semarang.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menjelaskan bahwa penyidik menemukan komunikasi yang berkaitan dengan sebuah tempat kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.
Dari hasil penelusuran tersebut, polisi kemudian mengarahkan penyelidikan kepada seorang terduga pelaku yang tinggal di Kabupaten Blora.
Penyelidikan dilakukan selama dua hari, yakni pada Rabu hingga Kamis (2-3/9/2026). Polisi kemudian mengamankan MDVS (22), yang diketahui merupakan teman dekat Mozza, pada Kamis (3/9/2026).
Dalam pemeriksaan awal, MDVS mengaku telah melakukan pembunuhan. Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta dalam kasus tersebut.
"Interogasi awal, dia mengakui melakukan pembunuhan, tapi sekarang masih dilakukan pendalaman," jelas Bodia dikutip dari Kompas.com, Jumat.
Mozza Diduga Dibunuh pada 25 Juni 2025
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Bodia menyampaikan bahwa pembunuhan terhadap Mozza diduga terjadi pada 25 Juni 2025, tepat pada hari ketika korban meninggalkan rumah.
"Dari interogasi awal, terduga pelaku MDVS (22) melakukan pembunuhan pada 25 Juni 2025," ungkapnya.
Bodia mengatakan korban diduga meninggal dunia akibat kekerasan fisik.
Setelah korban meninggal, jasadnya diduga dimasukkan ke dalam karung. Jasad tersebut kemudian dibuang ke lereng di kawasan Jalan Tol Jangli, Kota Semarang.
Kerangka Ditemukan di Kawasan Jangli
Sehari setelah MDVS diamankan, warga di kawasan Jangli, Kecamatan Tembalang, menemukan kerangka manusia di sebuah lahan kosong yang berada di tepi jalan tol pada Jumat (4/9/2026) siang.
Kapolsek Tembalang, Kompol Kristiyastuti Handayani, mengatakan petugas segera mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan serta sterilisasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Iya ditemukan hari ini di dekat Tol Jangli,” ujar Kristiyastuti kepada Kompas.com, Jumat (4/9/2026).
Ketika ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak utuh dan hanya menyisakan kerangka. Polisi memperkirakan korban telah meninggal dunia dan terkubur di lokasi tersebut sekitar satu tahun.
Lokasi penemuan yang sulit dijangkau dan jarang dilalui warga membuat polisi meminta bantuan tim SAR untuk melakukan proses evakuasi.
Setelah kerangka berhasil ditemukan, polisi mengerahkan tim identifikasi gabungan untuk memastikan identitas korban sekaligus mengetahui penyebab kematiannya.
Rangkaian Kronologi Mozza Hilang tersebut kini menjadi bagian penting dalam penyelidikan polisi untuk mengungkap secara menyeluruh kasus yang diduga menimpa Mozza sejak Juni 2025.
