Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Pidato AHY saat HUT Demokrat Bahas Batas Kekuasaan

P
Paramitha AuliaEditor: Paramitha Aulia
|10:00 WIB
Bagikan:
Pidato AHY saat HUT Demokrat Bahas Batas Kekuasaan
Pidato AHY saat HUT Demokrat Bahas Batas Kekuasaan (Image From: YouTube Agus Yudhoyono)

PASUNDANEKSPRES.ID - Pidato AHY saat HUT Demokrat bicara tentang kekuasaan. Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan kadernya bahwa kekuasaan bukan sesuatu yang dapat dimiliki seseorang untuk selamanya.

Menurutnya, kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu dan harus dijalankan dalam koridor demokrasi.

Pidato AHY saat HUT Demokrat, Bicara tentang Kekuasaan

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memberikan pidato dalam peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Gedung DPP Partai Demokrat, Jakarta, Sabtu (5/9/2026) malam.

AHY menegaskan bahwa demokrasi merupakan hak seluruh masyarakat. Melalui demokrasi, rakyat memiliki hak untuk memilih sekaligus dipilih sebagai pemimpin.

Menurut AHY, salah satu cara menjaga siklus demokrasi tetap sehat adalah memastikan setiap pemilu berlangsung aman, nyaman, dan demokratis.

"Kekuasaan adalah amanat rakyat yang memiliki batas waktu," kata AHY.

AHY Singgung Transisi Kekuasaan Era SBY

Dalam pidatonya, AHY turut menyinggung pengalaman pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga merupakan ayahnya.

AHY mengatakan terdapat pelajaran penting dari 10 tahun pemerintahan SBY, khususnya ketika proses pergantian kekuasaan berlangsung secara damai dan demokratis setelah dua periode kepemimpinan.

Ia juga mengingatkan kader Demokrat bahwa partainya pernah memimpin pemerintahan dan pernah berada di luar pemerintahan.

Pengalaman tersebut, menurut AHY, menunjukkan bahwa demokrasi harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun.

AHY meminta seluruh kader Demokrat ikut memastikan pemilu mendatang dapat berlangsung secara ideal, aman, dan sesuai dengan prinsip demokrasi.

Pernyataan AHY Disorot Golkar

Pernyataan AHY mengenai kekuasaan kemudian mendapat perhatian dari sejumlah partai politik yang berada dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai substansi pidato AHY mengenai demokrasi dan tanggung jawab institusi negara merupakan hal yang positif.

Namun, Doli turut menyoroti cara penyampaian dan gestur AHY. Menurutnya, pidato tersebut dapat dibaca sebagai sinyal bahwa AHY mulai mempersiapkan diri menghadapi kontestasi Pilpres 2029.

Doli menilai posisi AHY saat ini masih menjadi bagian dari pemerintahan sehingga seluruh pihak di dalam pemerintahan memiliki tanggung jawab bersama terhadap kondisi masyarakat.

Ia juga melihat dinamika politik menuju Pilpres 2029 mulai semakin terbuka, termasuk munculnya sejumlah kekuatan politik yang dinilai mulai memasang strategi.

Doli bahkan menyebut adanya dua poros yang mulai terlihat, yakni poros yang diasosiasikan dengan Solo dan Cikeas.

Demokrat Bantah Berkaitan dengan Pilpres 2029

Partai Demokrat kemudian memberikan klarifikasi terkait munculnya tafsir bahwa pidato AHY merupakan sinyal menuju Pilpres 2029.

Demokrat menegaskan bahwa pidato AHY tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis, termasuk persiapan menghadapi Pilpres 2029.

Menurut Demokrat, pernyataan AHY harus dilihat secara utuh sebagai bagian dari pandangan mengenai demokrasi, pemerintahan, hukum, dan masa depan bangsa.

Partai tersebut kembali menekankan pesan AHY bahwa kekuasaan datang dan pergi, jabatan memiliki batas waktu, serta pemilu mempunyai siklus. Namun, tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai.

Demokrat juga menegaskan bahwa AHY tetap mendukung kebijakan dan program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dukungan tersebut antara lain diarahkan pada program pendidikan seperti Sekolah Rakyat serta revitalisasi madrasah dan pondok pesantren.

Demokrat juga menyatakan dukungan terhadap upaya pemerintah mencegah penyimpangan dan korupsi, termasuk memastikan penggunaan keuangan negara untuk proyek strategis nasional tetap akuntabel.

Dengan demikian, perdebatan mengenai pidato AHY kini tidak hanya menyentuh persoalan demokrasi dan pergantian kekuasaan, tetapi juga mulai dikaitkan dengan peta politik menuju Pemilu 2029.

Meski Demokrat telah membantah adanya kepentingan politik praktis di balik pidato tersebut, respons sejumlah partai menunjukkan bahwa dinamika menuju kontestasi politik nasional berikutnya mulai menjadi perhatian.

(ipa)

Berita Terbaru

Daerah Jadi Rumah Industri, Andhika Soroti Keadilan Pembagian Manfaat Ekonomi

Daerah Jadi Rumah Industri, Andhika Soroti Keadilan Pembagian Manfaat Ekonomi

Jawa Barat14 menit lalu
379.373 Ribu Anak Jabar Tidak Sekolah, Andhika Dorong SADA Jabar Jadi Senjata Pemerataan Pendidikan

379.373 Ribu Anak Jabar Tidak Sekolah, Andhika Dorong SADA Jabar Jadi Senjata Pemerataan Pendidikan

Jawa Barat18 menit lalu
Agenda Besar Pemkab Bandung Barat Tangani 15.279 Rutilahu, Baru 367 Rumah Tercover APBD

Agenda Besar Pemkab Bandung Barat Tangani 15.279 Rutilahu, Baru 367 Rumah Tercover APBD

Bandung Barat33 menit lalu
Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

Karhutla Subang Capai 91 Hektare, Gunung Kujang Terbakar Hampir Sepekan

Subang47 menit lalu
ADVERTISEMENT
Komplotan Curanmor di Karawang Ditangkap, Polisi Sita 7 Motor Hasil Curian

Komplotan Curanmor di Karawang Ditangkap, Polisi Sita 7 Motor Hasil Curian

Karawang49 menit lalu
Kapolsek Subang Ingatkan Pelajar SMK Pasundan Jauhi Geng Motor, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Kapolsek Subang Ingatkan Pelajar SMK Pasundan Jauhi Geng Motor, Narkoba dan Pergaulan Bebas

Subang49 menit lalu
Sekda Kabupaten Subang 2026: Visi Pembangunan dan Birokrasi

Sekda Kabupaten Subang 2026: Visi Pembangunan dan Birokrasi

Subang57 menit lalu
Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Kapolsek Pagaden Ingatkan Pelajar Jauhi Perilaku Meyimpang, Bullying, Tawuran hingga Knalpot Brong

Subang58 menit lalu
Viral Calon Manajer Kopdes Merah Putih Protes Soal Penempatan Tak Sesuai Domisili

Viral Calon Manajer Kopdes Merah Putih Protes Soal Penempatan Tak Sesuai Domisili

Nasional1 jam lalu
Hasil Final Ganda Campuran Badminton Asian Games 2026: Amri/Nita Tambah Perak Indonesia

Hasil Final Ganda Campuran Badminton Asian Games 2026: Amri/Nita Tambah Perak Indonesia

Olahraga1 jam lalu