Kronologi Tewasnya Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar akibat Ditembak Tentara Israel

PASUNDANEKSPRES.ID - Kronologi tewasnya kiper Palestina Saleem Al-Ashqar menjadi sorotan dunia setelah Asosiasi Sepak Bola Palestina (Palestine Football Association/PFA) mengonfirmasi kabar meninggalnya penjaga gawang berusia 32 tahun tersebut. Al-Ashqar dilaporkan tewas akibat tembakan tentara Israel di wilayah Jalur Gaza pada awal pekan ini.
Mengacu pada laporan Anadolu, PFA menyebut Al-Ashqar meninggal setelah terkena tembakan pasukan Israel di kawasan Al-Qarara, yang berada di timur laut Kota Khan Younis, pada Senin lalu.
"Penjaga gawang tim Khan Younis Services, Salim Khader Al-Ashqar (32 tahun), bergabung dengan barisan para martir gerakan olahraga Palestina, setelah ia gugur hari ini, Senin, akibat tembakan tentara pendudukan di kota Al-Qarara," bunyi pernyataan resmi PFA.
Kronologi Tewasnya Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar
Dalam kronologi tewasnya kiper Palestina yang disampaikan PFA, Saleem Al-Ashqar berada di kawasan Al-Qarara, timur laut Khan Younis, ketika insiden penembakan terjadi. Tembakan tersebut menyebabkan kiper Khan Younis Services itu meninggal dunia.
Sepanjang karier sepak bolanya, Al-Ashqar dikenal sebagai salah satu penjaga gawang yang pernah memperkuat beberapa klub di Jalur Gaza. Selain membela Khan Younis Services, ia juga pernah bermain untuk Al-Aqsa dan Al-Masdar.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia sepak bola Palestina yang dalam beberapa tahun terakhir turut terdampak konflik di wilayah tersebut.
Duka Mendalam bagi Keluarga
Di balik kronologi tewasnya kiper Palestina, tersimpan kisah duka yang menyelimuti keluarga Al-Ashqar. Berdasarkan informasi yang dihimpun PFA dari sejumlah sumber lokal, ia baru menikah sekitar lima bulan sebelum insiden tersebut terjadi.
Saat Al-Ashqar meninggal dunia, istrinya diketahui tengah mengandung anak pertama mereka. Ia juga merupakan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya dan memiliki tujuh saudara perempuan.
Lebih dari 1.000 Atlet Palestina Dilaporkan Tewas
Insiden yang menewaskan Saleem Al-Ashqar menambah daftar atlet Palestina yang menjadi korban jiwa sejak konflik bersenjata di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023. PFA menyebut rangkaian serangan tersebut sebagai genosida.
Menurut data PFA, lebih dari 1.000 atlet Palestina telah kehilangan nyawa selama konflik berlangsung.
"Dengan gugurnya Al-Ashqar, jumlah martir dari gerakan olahraga sejak dimulainya perang genosida meningkat menjadi 1.009 martir, termasuk 567 martir dari keluarga sepak bola di Palestina," tegas pihak asosiasi.
Dunia Sepak Bola Sampaikan Belasungkawa
Kabar meninggalnya Saleem Al-Ashqar memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan sepak bola internasional. Salah satunya datang dari klub kasta tertinggi Liga Chili, Deportivo Palestino, yang memiliki hubungan historis dengan komunitas Palestina.
Melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (1/7), klub tersebut menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya sang penjaga gawang.
"Kami sangat berduka atas kematian tragis kiper Palestina berusia 32 tahun, Salim Al-Ashqar. Ia dibunuh oleh tentara Israel. Kami sangat sedih atas terus berlanjutnya peristiwa seperti ini. Kami menyerukan keadilan dan perdamaian," tulis pernyataan resmi Deportivo Palestino.
Kisah kronologi tewasnya kiper Palestina Saleem Al-Ashqar pun menjadi perhatian dunia dan kembali menyoroti dampak konflik terhadap masyarakat sipil, termasuk para atlet yang berkiprah di dunia olahraga.
