Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Kurangi Angka Pernikahan Dini, Kemenag Tekankan Bimbingan Perkawinan untuk Ketahanan Keluarga

I
Inessia Nabila MEditor: Inessia Nabila M
|11:50 WIB
Bagikan:
Kurangi Angka Pernikahan Dini, Kemenag Tekankan Bimbingan Perkawinan untuk Ketahanan Keluarga
Kemenag Tekankan Bimbingan Perkawinan untuk Ketahanan Keluarga (dok istimewa)

PASUNDAN EKSPRES - Kementerian Agama (Kemenag) menekankan pentingnya Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dalam membangun keluarga tangguh. 

Hal ini dikarenakan Bimwin memiliki peran strategis dalam meningkatkan ketahanan keluarga di Indonesia.

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin dalam acara Bimbingan Teknis Fasilitator Bimwin di Jakarta, Selasa (22/10/2024).

"Kenapa kita wajibkan Bimwin? Karena penelitian menunjukkan ada hubungan yang sangat erat antara ketahanan keluarga dan bimbingan perkawinan. Jika mereka mengikuti Bimwin, insyaallah rumah tangga mereka tidak mudah rusak," ucap Kamaruddin.

BACA JUGA:Bimbingan Perkawinan Mandiri Wajib Dilakukan, Sebelum Digelar Pernikahan

Ia juga menjelaskan, calon pengantin perlu memahami kesehatan reproduksi, konsep keluarga sakinah, dan psikologi keluarga. 

Angka pernikahan dini di Indonesia, menurutnya, juga masih menjadi perhatian khusus. 

Kamaruddin mengungkapkan, Bimwin dapat membantu menekan pernikahan di usia yang belum matang.

"Kita bayangkan, masih banyak yang menikah di usia dini. Dampaknya sangat banyak, jadi perlu kita promosikan pernikahan di usia matang," paparnya.

BACA JUGA:Beredar Informasi Larangan Menikah di Hari Libur, Ini Penjelasan Kemenag

Lebih lanjut, Kamaruddin menegaskan pentingnya peningkatan kualitas Bimwin dengan menyediakan fasilitator yang kompeten. Ia menilai bahwa kualitas Bimwin akan berdampak pada hasil program tersebut.

"Kita memerlukan fasilitator Bimwin yang memadai dan berkualitas. Untuk apa kita melakukan Bimwin kalau mutu yang kita berikan asal-asalan," tegasnya.

Dirjen Bimas itu juga menyoroti peran keluarga dalam mencegah stunting, yang menurutnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang gizi sejak masa kehamilan.

"Persoalan stunting ini muncul dari ketidaktahuan orang tua, mulai dari masa kehamilan hingga melahirkan. Bimwin harus mempersiapkan literasi seperti ini," tandasnya. (inm)

Berita Terbaru

Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Respons SBY soal Politik Indonesia Usai Isu Penyadapan, Prabowo Diingatkan Amanah Rakyat

Nasional38 menit lalu
Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Pengecekan pH Tanah pada Tanaman Padi di Desa Kumpay Jalancagak Kabupaten Subang

Riset dan Inovasi1 jam lalu
Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Kenali Tanah nya Panenpun Melimpah: Analisis pH Tanah Kebun Buah Naga Kiwari Farm

Riset dan Inovasi1 jam lalu
Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Kasus Penyadapan Presiden oleh Perwira Tinggi Polri, Yusril: Ini Masalah Serius bagi Negara

Nasional1 jam lalu
ADVERTISEMENT
Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Konflik Timur Tengah Picu Piala Asia 2027 Ditunda hingga Akhir Tahun

Olahraga1 jam lalu
Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Buruh Subang Minta Bupati Teken SK Dewan Pengupahan , Kejar Waktu Bahas Upah Buruh 2027

Headline1 jam lalu
DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

DP2KBP3A Subang Kejar Target KB Pria

Headline1 jam lalu
Harga BBM per 4 November 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia, Cek Daftar Lengkapnya

Harga BBM per 4 November 2026 di Seluruh Provinsi Indonesia, Cek Daftar Lengkapnya

Nasional1 jam lalu
Bapperida Subang Dukung Inovasi Pangan Berbasis Protein Ikan untuk Bantu Atasi Stunting

Bapperida Subang Dukung Inovasi Pangan Berbasis Protein Ikan untuk Bantu Atasi Stunting

Headline1 jam lalu
Negara-Negara yang Memilih Membebaskan Pajak Pembalut, Indonesia PPN 11 Persen!

Negara-Negara yang Memilih Membebaskan Pajak Pembalut, Indonesia PPN 11 Persen!

Lifestyle1 jam lalu