Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas Hari Ini

PASUNDANEKSPRES.ID - Upaya pencarian terhadap rombongan jurnalis hilang kontak di Perairan Selat Sunda masih terus dilakukan. Pada Kamis ini, tim SAR gabungan menerapkan strategi berbeda dengan memperlebar area pencarian, khususnya menuju bagian utara Gunung Anak Krakatau.
Penyesuaian pola penyisiran dilakukan setelah tim melakukan evaluasi terhadap wilayah yang sebelumnya telah menjadi cakupan operasi. Kondisi arus laut, perubahan arah gelombang, serta hembusan angin menjadi sejumlah faktor yang diperhitungkan dalam menentukan wilayah pencarian berikutnya.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menyampaikan bahwa wilayah perairan di sebelah selatan hingga radius kurang lebih 20 nautical mile dari titik pusat Gunung Anak Krakatau telah dilakukan penyisiran secara menyeluruh.
Karena wilayah tersebut dianggap telah tercakup dalam pencarian, tim SAR selanjutnya mengalihkan konsentrasi operasi yang kembali digelar pada Kamis, (10/09/2026), ke sektor lainnya.
"Untuk besok, mungkin kita akan memperluas ke sisi utara sesuai dengan perhitungan arus dan pergeseran ombaknya, angin seperti itu. Dan tetap di dekat area Gunung Krakatau," jelasnya.
Operasi pencarian berikutnya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB. Waktu tersebut dipilih dengan memperhatikan kondisi laut yang umumnya relatif lebih tenang pada pagi hari, sehingga mendukung kegiatan penyisiran.
Pada hari kedua operasi, tim mengerahkan tujuh SAR Unit (SRU) yang ditempatkan dalam lima sektor pencarian. Untuk menunjang operasi tersebut, sembilan alat utama (alut) digunakan guna memperbesar cakupan wilayah pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.
"Posisi Anak Krakatau sudah dikelilingi. Kalau kita tarik dengan radius, itu kurang lebih sampai dengan 15 sampai 20 nautical mile dari Anak Krakatau," paparnya.
Sejumlah kapal serta perahu SAR dikerahkan dan ditempatkan pada beberapa titik berbeda. RIB 02 Kantor SAR Banten melakukan pencarian di wilayah tenggara Gunung Anak Krakatau.
Sementara itu, dua RIB yang berasal dari Lampung diarahkan menuju beberapa lokasi, di antaranya Pulau Sebuku, Pulau Lagundi, Sebukut, serta kawasan utara Gunung Anak Krakatau.
Di sisi lain, KN SAR Tetuka bersama KL Anyar melaksanakan pencarian dari wilayah barat laut Gunung Anak Krakatau hingga kawasan Teluk Semangka.
KP Sanjaya turut melakukan penyisiran di sektor tenggara. Adapun KRI Leuser dan KRI Lepu masing-masing menjalankan operasi di bagian timur serta barat daya Gunung Anak Krakatau.
Pelaksanaan operasi SAR menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
Kondisi gelombang di setiap wilayah pencarian tidak seragam karena masing-masing alut berada di area yang memiliki karakteristik arus laut berbeda. Selain itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung juga menjadi salah satu aspek keselamatan yang harus diperhatikan oleh tim.
Namun, situasi tersebut tidak membuat operasi pencarian dihentikan. Penempatan setiap alut tetap disesuaikan dengan kondisi dan aspek keselamatan, termasuk dalam penggunaan RIB yang memiliki ukuran lebih kecil.
"Selain penyisiran permukaan laut, KN SAR Tetuka juga sempat menerbangkan drone di sekitar Pulau Sebuku guna memaksimalkan pencarian visual, meski harus dibatasi demi faktor keselamatan," kata dia.
Dengan memperluas sektor pencarian serta menyesuaikan strategi berdasarkan kondisi alam, tim SAR berharap keberadaan rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda dapat segera ditemukan. Sampai saat ini, operasi pencarian masih menjadi prioritas dengan tetap menempatkan keselamatan seluruh personel sebagai pertimbangan utama.
