Pasundan Ekspres
Today

© 2026 Pasundan Ekspres Media

Menteri Nusron Wahid dalam Kuliah Umum Politeknik Agraria STPN: Tradisi Dialektika Berpikir Tidak Boleh Mati di Mana pun Berada

Y
Yusup SuparmanEditor: Yusup Suparman
|20:32 WIB
Bagikan:
Menteri Nusron Wahid dalam Kuliah Umum Politeknik Agraria STPN: Tradisi Dialektika Berpikir Tidak Boleh Mati di Mana pun Berada
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menekankan pentingnya menjaga tradisi dialektika berpikir di lingkungan akademik.

Sleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menekankan pentingnya menjaga tradisi dialektika berpikir di lingkungan akademik. Menurutnya, keberagaman pemikiran dapat hadir di Politeknik Agraria STPN melalui kuliah umum yang mempertemukan berbagai pandangan dan memperkaya proses pembelajaran.

“Tradisi dialektika berpikir, tidak boleh mati di mana pun kita berada. Sebagai insan akademik di kampus ini, meskipun kampus ini adalah sekolah semi-kedinasan, saya minta untuk tidak segan-segan untuk mengundang berbagai tokoh dari level mana pun yang sifatnya itu kritik dan kritis terhadap negara. Termasuk kritis terhadap kebijakan kita,” ujar Menteri Nusron saat memberikan sambutan dalam Kuliah Umum yang juga menghadirkan Rocky Gerung sebagai narasumber, di Politeknik Agraria STPN, Sleman, D.I. Yogyakarta, Jumat (04/09/2026). 

Menteri Nusron justru menilai perbedaan pemikiran justru dapat memperkaya wawasan apabila setiap pihak diberikan ruang untuk menyampaikan dan mempertukarkan gagasannya. Ia menggambarkan proses tersebut melalui “filsafat apel” yang dikaitkan dengan pemikiran Bernard Shaw.

“Kalau ada dua orang, saya sama Rocky, masing-masing punya sebuah apel, kemudian kita tukarkan masing-masing apel kita, Rocky memberikan apelnya kepada saya, saya memberikan apel saya kepada Rocky, maka jadinya tetap sama, masing-masing tetap hanya memiliki satu buah apel,” jelas Menteri Nusron.

Berbeda halnya dengan pertukaran pemikiran. Ketika dua orang dengan pemikiran berbeda saling bertukar gagasan, masing-masing justru akan memperoleh tambahan perspektif. “Tetapi kalau kita mempunyai dua pemikiran yang berbeda, kemudian pemikiran itu kita saling tukarkan, maka jadinya kita mempunyai dua buah pemikiran yang berbeda,” tutur Menteri Nusron.

Ia berharap tradisi kuliah umum dan dialektika berpikir di Politeknik Agraria STPN dapat menjadi ruang untuk saling berbagi pendapat sehingga memperkaya cara pandang para mahasiswa. “_Sharing_ pendapat itu akan menjadikan kita mempunyai kaya akan pendapat dan kaya akan hasrat,” kata Menteri Nusron.

Kuliah umum bertema “Tanah, Negara, dan Rakyat: Memaknai Kembali Transformasi Pelayanan Pertanahan dalam Perspektif Kebangsaan” tersebut juga menghadirkan Rocky Gerung sebagai pembicara. Dalam pemaparannya, ia menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya perdebatan dalam proses pertukaran pemikiran.

“Pikiran, kuliah umum, kalau tidak ada yang bantah, dia jadi doa. Doa nggak boleh dibantah, pikiran harus dibantah. Itu bedanya,” ujar Rocky Gerung.

Di hadapan para Taruna/i Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung juga menjelaskan pendekatan filosofis yang digunakannya untuk mengajak peserta melihat kembali akar dari berbagai konsep dan pemikiran. “Saya sengaja mengambil cara berpikir filosofi untuk membongkar akarnya. Supaya ada konsep-konsep radikal. Kita membongkar tanah untuk menemukan akar. Kita membongkar pikiran supaya tidak ada yang disembunyikan secara politis. Itu intinya,” pungkasnya.

Dalam kuliah umum yang diikuti oleh sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama Kementerian ATR/BPN; Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN; seluruh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi beserta jajaran; dan lebih dari 500 Taruna/i Politeknik Agraria STPN, Rocky Gerung menyampaikan tiga konsep pemaknaan pengelolaan tanah. Pemaknaan tersebut di antaranya bagi masyarakat adat, tanah memiliki nilai magis karena berkaitan dengan kehidupan dan warisan leluhur. Bagi negara, tanah memiliki fungsi sosial yang diwujudkan melalui pengaturan dan hukum. Sementara bagi korporasi, tanah dipandang sebagai komoditas yang memiliki nilai bisnis. (LS/JR/FA)

Berita Terbaru

Daftar Hari Libur Bulan Oktober 2026 dan Hari Besar Nasional

Daftar Hari Libur Bulan Oktober 2026 dan Hari Besar Nasional

Lifestyle9 menit lalu
14 Megathrust Mengepung Indonesia, Ahli Jepang Bongkar Sinyal Gempa Besar yang Harus Dipantau

14 Megathrust Mengepung Indonesia, Ahli Jepang Bongkar Sinyal Gempa Besar yang Harus Dipantau

Nasional34 menit lalu
Tabligh Akbar Yasri, Ajengan Rawing: Jangan Tinggalkan Salat Lima Waktu

Tabligh Akbar Yasri, Ajengan Rawing: Jangan Tinggalkan Salat Lima Waktu

Purwakarta41 menit lalu
Dies Natalis KAHMI ke-60, Om Zein Kampanyekan Ngosrek sebagai Program Unggulan

Dies Natalis KAHMI ke-60, Om Zein Kampanyekan Ngosrek sebagai Program Unggulan

Purwakarta45 menit lalu
ADVERTISEMENT
Bupati Subang Berikan Penghargaan Capaian ZIS, Bersamaan Dengan Apel Terakhir Sekda H. Asep Nuroni

Bupati Subang Berikan Penghargaan Capaian ZIS, Bersamaan Dengan Apel Terakhir Sekda H. Asep Nuroni

Subang47 menit lalu
DPRD Purwakarta Soroti Kenaikan Belanja Barang dan Jasa Rp127 Miliar

DPRD Purwakarta Soroti Kenaikan Belanja Barang dan Jasa Rp127 Miliar

Purwakarta48 menit lalu
As-Syifa Boarding School Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional, 495 Prestasi Terkurasi Puspresnas

As-Syifa Boarding School Wanareja Subang Tembus 25 Besar Nasional, 495 Prestasi Terkurasi Puspresnas

Subang52 menit lalu
BRIN Gandeng Pemkab Subang Rancang Strategi Investasi Industrialisasi Hijau

BRIN Gandeng Pemkab Subang Rancang Strategi Investasi Industrialisasi Hijau

Headline1 jam lalu
Mengenal Tradisi Ruwat Laut Blanakan Subang Jawa Barat

Mengenal Tradisi Ruwat Laut Blanakan Subang Jawa Barat

Lifestyle1 jam lalu
Buktikan Kualitas Vokasi! Hampir 70 Persen Lulusan D3 Sistem Informasi POLSUB Langsung Diserap Dunia Kerja

Buktikan Kualitas Vokasi! Hampir 70 Persen Lulusan D3 Sistem Informasi POLSUB Langsung Diserap Dunia Kerja

Subang1 jam lalu